
"ah masa sih teh?! ya ampun padahal aku mau lho sama dia kalo gak gay," Stela memasang tampang imut.
"he-em, itu udah jadi rahasia umum, bahkan kabarnya itu mempengaruhi harga saham, teteh sih gak ngerti yang penting gaji normal, bonus cair."
"huuuuuhhhh pantesan banyak cewek jomblo, ternyata eh ternyata terong makan terong." Stela menepuk jidatnya.
Ana hanya terdiam mendengar sambil berpikir.
'lalu kenapa mereka menjodohkan kami? tak mungkin Tante Ambar tak Taukan?! astaga kalo sampai aku menikah dengannya, ini artinya aku bakalan jadi orang yang terdzolimi, apa yang harus aku lakukan? apa aku ngomong sama mama sama ayah aja, ya! aku yakin itu akan membuat mereka mengurungkan niat untuk menjodohkan kami.'
"Anaaaa,,," Stela melambaikan tangannya di depan mata Ana.
"kamu kenapa, Na? ada yang kamu pikirin?"
"ah gak teh, heheee,,," disambut dengan tatapan mata Stela yang sedikit menyelidik membuat Ana salah tingkah.
"kok orang-orang bisa sampe yakin kalo dia gay? apa emang ada buktinya,?" tanya Ana sambil menyendok makanan yang baru sampai di meja mereka, mencoba menyamarkan rasa resahnya.
"emmm entahlah, tapi katanya ada karyawan yang mergokin dia lagi mojok di diskotik sama cowok,"
"mojok?" teh Tia menganggukkan kepalanya " mesra-mesraan gitu, masa gak tau mojok sih,"
"bukan gak tau teh, memastikan! heheeee,,," Stela.
"katanya juga dia udah beberapa kali dijodohkan sama orang tuanya, tapi selalu ada aja alasannya yang bikin gagal, padahal ceweknya cantik-cantik katanya, katanya teteh juga,"
"ya jelas gak bakalan maulah, dia kan kagak doyan duren, doyannya terong, hahaaaaa,,," stela, disambut tawa teh Tia, Ana hanya menimpalinya dengan tersenyum getir.
"kalo menurut teteh sih kayanya keluarganya menjodohkan itu cuma sebatas alibi doank,"
"alibi?" Ana.
"ya maksud teteh mereka menikah cuma buat menutupi aib,"
deg,,,
"maksud teteh, mereka memaksa orang itu menikah agar menutupi kenyataan bahwa dia gay?!" Ana.
__ADS_1
"tepat!"
"astaghfirullah,,, terus gimana sama ceweknya?" Stela.
"mungkin dibayar mahal, tapi belum ada yang mau kayanya, buktinya belum ada perjodohan yang berhasil."
Ana terdiam, tangannya meremas sendok.
'apa-apaan ini, maksudnya mereka menjadikan aku sebagai penutup aib mereka?'
"Ana, kamu ada masalah?"
"hah? hahaaaaa,,, aku cuma gak habis pikir sama mereka, kasian aja perempuannya," Ana tertawa kikuk.
"em, aku juga setuju sama Ana, brengs*k tuh orang! mentang-mentang punya duit." Stela.
"hukum alamnya seperti itu, yang berduit yang berkuasa, hahaaaa,,," disambut tawa Ana dan Stela berbarengan.
'aku rasa aku harus cari tau lebih banyak lagi, tapi gimana caranya?! gak mungkin kalo aku tanya langsung pada orangnya, soalnya kalo aku ngomong sama mama sama ayah, kayanya mereka gak tau, kalo mereka tau, gak mungkin membiarkan anaknya terdzolimi, beuuhhh,,,'
****
Ana mengambil ponsel yang diletakan di meja samping tempat tidur, dia masih memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mencari tau jatidiri calon suaminya.
Andre : lagi apa? udah tidur?
'huh, yang benar aja?! dia chat tiap hari, sehari tiga kali, udah kaya minum obat, okeh ini saatnya aku nyari tahu kebenarannya.' batin Ana
Ana : lagi tiduran, Om lagi apa?
'tumben bales?!' batin Andre sambil tersenyum, dia membaringkan tubuhnya di kasur selepas membersihkan diri.
Andre : baru pulang, tumben belum tidur? lagi ada masalah ya?
Ana : ya gitu deh,,,
Andre : masalah apa?
__ADS_1
Ana : temen aku ada masalah kejiwaan
Andre : hah?
Ana : terong makan terong om, sekarang malah jadi masalah buat keluarganya.
Andre : maksudnya??? terong makan terong????
Ana : beeuuuhhh,,, maksudnya gay Om,,
Andre : oh, terus masalahnya sama kamu apa?
Ana : masalahnya dia milih minggat daripada taubat,
Andre : hahaaaaa,,,, ya mungkin itu keputusannya, doain aja biar ceper insyaf. terus hubungannya sama kamu apa?
'hubungannya sama aku apa ya?! eh kok dia bilang gitu, maksudnya kalo udah keputusannya, harus dibiarin aja gitu? kok jawabannya ambigu sih, apa dia?' Ana menggelengkan kepalanya beberapa kali membuang semua pikiran negatifnya.
Ana : hubungannya gak ada sih, cuma kasian aja sekarang dia mau nebeng kosan temennya, pada gak ada yang mau.
Andre : aku pikir kamu suka sama dia, sampe kepikiran gak bisa tidur.
Ana : huh! kalo aku suka sama dia emangnya kenapa? cemburu?
Andre mengerutkan keningnya setelah membaca pesan Ana.
Andre : wajarlah kalo aku cemburu, aku calon suami kamu! seharusnya mulai sekarang kamu jangan terlalu banyak bergaul sama laki-laki!!!!
'lah! kenapa jawabannya kaya gini?! kok kaya yang suka sama aku, akukan cewek?! tapi emang dari chat pertama juga dia emang sedikit agresif, ya,,, awalanya sih emang agresif banget, sekarang-sekarang sih biasa aja cuma chatnya lebih intens,' batin Ana
'kenapa gak di bales lagi?! apa dia beneran suka sama temen cowoknya itu?! ah sudahlah,,, besok aku ke Bandung,'
hoaaaaammmmm,,,,
Andre menyimpan ponsel nya di atas nakas samping tempat tidurnya, lalu mulai menutup matanya.
****
__ADS_1
Gutnite,,,