Suamiku Bukan Gay!

Suamiku Bukan Gay!
Ngedate dadakan 2


__ADS_3

"apaan sih Oom,,,"


"apanya?"


"kenapa tadi bilang,,," Ana terdiam "ah sudahlah, gak penting!" lanjutnya lagi.


Andre mengangkat sebelah alisnya, serta senyum khas mengejek. Ana memicingkan matanya menatap mata Andre dengan tajam.


"tumben gak pacaran?!" Ana mengingat saat pertama kali mereka makan berdua yang membuat dia diasinin gara-gara Andre lebih suka menatap ponselnya daripada berbicara dengannya.


"ini lagi pacaran," Andre menjawab singkat. Ana mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. Andre menarik sebelah sudut bibirnya tersenyum mengejek lalu menunjukkan jari telunjuknya ke arah dirinya lalu ke arah Ana membuat Ana memicingkan matanya menatap tajam mata Andre.


"hufh! ngarep!" Ana melengos kan tatapannya kini dia menatap arah perbukitan. "kenapa? gak mau pacaran?" Andre manangkupkan lipatan tangannya di meja, membuat tangan kekarnya terlihat jelas. "kita bisa langsung nikah, katakan berapa mahar yang kamu mau?"


Ana kembali menatap Andre tajam.


"ckckck,,, gampang sekali anda bicara,!" Ana melipat tangan di dadanya.


Tak lama minuman yang mereka pesanpun datang dua es teh manis. Mereka meminumnya bersamaan, berusaha menghilangkan rasa canggung dan getaran dada yang sejak tadi terasa tanpa disadari. Getaran aneh yang Andre rasakan yang membuat dia merasa ingin menelisik lebih tentang gadis di hadapannya, semetara getaran yang dirasakan oleh Ana, lebih ke geregetan atau marah karena terasa seperti dianggap enteng oleh orang yang ada dihadapannya.


'huh! dia pikir semua cewek mau ama dia apa?! cih! sombong banget! ya memang sih gantengnya diatas rata-rata, tapi masih ketutup sama sombongnya' batin Ana yang tanpa disadari sejak tadi dia terus menatap Andre dengan lekat, sementara Andre dia sejak tadi menatap ke arah bebukitan dengan sebelah tangan yang masih di letakkan di atas meja dan tangan satunya lagi memainkan ujung sedotan.


"liatinnya biasa aja, ntar cinta lagi!" Kata-kata Andre membuat Ana terkesiap dan spontan memalingkan matanya ke arah bebukitan. Andre tersenyum puas dan kembali menyedot minumannya matanya kembali menatap Ana.

__ADS_1


'ya ampun kenapa jadi canggung gini, padahal aku kan ga dengan sengaja liatin dia,"


"gimana?" Andre


"apanya?" Ana tanpa memalingkan tatapannya dari bebukitan.


"maharnya, apa lagi?" Ana mendengus kasar, tatapannya langsung beralih pada sesosok lelaki tampan dihadapannya.


"harusnya yang Oom tanya itu, apakah aku mau jadi istri Oom? bukan nanyain mahar.!" jawab Ana ketus.


"itu gak perlu ditanyakan, aku akan membuat kamu bilang iya pada waktunya,"


"maksudnya,"


"itu udah jelas bukan, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku,"


Dan kencan dadakan ini berakhir dengan kekesalan Ana dan kepuasan Andre, tentu saja puas mengerjai,,,


Setelah hari itu, Andre gencar memberi perhatian pada Ana lewat chat, bahkan pagi, siang dan malam, tentu saja chat yang gak penting seperti, lagi apa? udah makan atau belum? kangen nih,,, bla,,, bla,,, bla,,, bukankah memang seperti itu yang dilakukan laki-laki untuk menaklukkan hati perempuan.


Tapi sepertinya Ana tak tertarik dengan chat bod*h seperti itu, itu cukup membuat Andre pusing, apalagi jika teleponnya tak diangkat, akhirnya tentu saja Andre akan maksa untuk datang ke rumah teh Lia.


****

__ADS_1


Siang hari di kantor Andre.


Andre memasuki ruangannya diikuti sakti sebagai asisten sekaligus sekertarisnya,, setelah pertemuan dengan beberapa menager divisi yang akan terlibat dalam proyeknya kali ini, memastikan proyek bisa berjalan lancar.


"Sak, bagaimana jadwalku selanjutnya?"


"setelah makan siang ini tak ada pertemuan khusus pak, hanya memeriksa beberapa berkas dan menandatangi proposal pengajuan dari beberapa divisi"


"baiklah ayo kita mulai, mana berkas yang harus aku periksa?"


"apa hari ini anda ada janji pak? sepertinya anda sedang buru-buru,"


Andre menghela nafas berat,


"perjanjian dengan mami tinggal satu Minggu lagi, dan gadis itu masih belum meresponku dengan baik,"


"apa anda butuh bantuan, saya berse,,,"


"tidak! aku tidak ingin kehilangan harga diri dihadapannya lagi gara-gara chat yang menjijikkan mu itu!"


"heheeee,,,"


"aku menyuruhmu bekerja, bukan tertawa."

__ADS_1


"UPS!"


'Kenapa sulit sekali rasanya, banyak wanita yang ingin menikah denganku, bahkan mereka akan melakukan banyak cara untuk itu, tapi dia?!'


__ADS_2