Suamiku Bukan Gay!

Suamiku Bukan Gay!
82


__ADS_3

"Ugh" Ana mulai terbangun saat merasa ada sesuatu yang bergerak di pinggangnya, terasa berat dan semakin erat.


Ana memegang pinggangnya tanpa membuka matanya, itu tangan Andre yang bergerak mengeratkan pelukannya. "emh, A, jangan kenceng-kenceng peluknya, aku gak bisa nafas," Andre melonggarkan pelukannya, saat mendengar keluhan Ana. "udah bangun?" Andre mengangkat kepalanya melihat istrinya yang tidur membelakanginya. Ana tak membalas dia berbalik berusaha bergerak untuk meregangkan tubuhnya yang terasa kaku, saat menggerakan tubuh bagian bawahnya. "Sssshhh,,," dia merasakan perih di bagian intinya, spontan dia berhenti bergerak dia berusaha mengembalikan posisi peregangaannya dan tidur terlentang.


Andre kembali memeluk istrinya, sesaat tiba-tiba dia merasa tubuh istrinya menjadi kaku. Andre kembali mengangkat kepalanya melihat ada apa dengan istrinya.


"kenapa?" Ana bingung harus menjawab apa, dia merasa aneh jika dia bilang pada suaminya kalau derah intinya terasa sakit, seperti tabu menurutnya. Kemudian dia mengingat kembali apa yang terjadi semalam, tiba-tiba pipinya memanas dan mulai berubah warna Ana yang menyadari itu menutup wajah dengan kedua tangannya, dia masih merasa malu jika mengingatnya. Ana lalu memiringkan tubuhnya, "ssshhhh,,," daerah intinya terasa perih setiap kali bergerak.


"kenapa sayang, gak enak badan?" Andre meletakan tangan di kening Ana seperti sedang mengecek suhunya.


"aku gak apa-apa," Ana menepis tangan Andre lembut, Andre mengerutkan keningnya.


"itu,,, hm,,, aku, aku pengen pip*s," Bisik Ana.


"hah? terus kenapa gak ke kamar mandi?"


"A Andre duluan aja," Ana tak berani menatap suaminya.


Andre mulai mengerti saat dia melihat wajah Ana yang memerah, dia bukannya bangun namun kembali memeluk istrinya.


"apa masih sakit?"


Deg


Wajah Ana semakin memerah.


"hei, gak usah malu, yang seperti itu bukankah hal yang wajar saat pertama kali bercinta?!"


Ana spontan menutup mulut suaminya dengan kedua tangannya, dia bahkan merasa malu saat mendengar kata itu. Andre tersenyum,


"mau aku bantu ke kamar mandi?"


"gak usah, aku bisa" Ana bangun dari tidurnya, tubuh bagian bawahnya terasa aneh.


"yakin? katanya sakit?"


"bisalah, emang sesakit apa sih, cuma perih dikit doang," Ana memaksakan diri untuk turun dari tempat tidur, dengan berusaha berjalan senormal mungkin. Andre tersenyum melihat istrinya yang berjalan dengan kaku.


"yakin gak mau dibantuin?"


"iya! udah gak usah banyak ngomong!" Ana menjawab dengan tak sabar.

__ADS_1


hahaha,,, Andre tergelak melihat istrinya yang merasa kesakitan namun gengsi untuk meminta bantuan.


"malah ketawa! bukannya merasa bersalah!" gumam Ana, dia kembali berjalan namun tiba-tiba tubuhnya melayang, "ah!" Andre mengangkat tubuh Ana ala bridal style.


"hei!"


"udahlah gak usah gengsi, udah tau lagi kesakitan!"


"gak sesakit itu juga kali, sampe harus digendong gini, lebay amat,"


"gak apa-apalah biar kayak di novel-novel!"


"hah? gak nyangka Om ternyata suka baca, novel!"


"pernah sekali, itu karena yang membuat novelnya temen sekolahku, dia menghadiahkan cetakan pertamanya,"


"cie,,, spesial amat dikasih cetakan pertama!"


"bukan cuma aku, semua temennya juga dapet cetakan pertama, gitu aja cemburu!"


"idihh siapa yang cemburu?! ge-er!"


Andre mendudukkan Ana di kloset yang tertutup.


"gak usah, udah Om keluar aja!"


"iya, aku keluar sekarang,"


"cepetan ih, aku udah gak kuat!"


"astaga! iya-iya," Salahkan kamar hotelnya yang begitu luas, hingga mencapai kamar mandi pun butuh waktu, termasuk dengan kamar mandinya.


Andre keluar dari kamar mandi berjalan menuju jendela, menatap batas cakrawala yang mulai memancarkan semburat jingga diselanya. Harbour yang semalam penuh dengan lampu ditengah lautan, sekarang bukan lagi lampu yang memenuhinya melainkan kapal taksi. Masih pagi tapi terlalu siang untuk melakukan salat subuh. Kedua ponsel milik mereka mati hingga tak ada satupun alarm yang membangunkan mereka, salahnya dia tak menyalakan ponselnya karena tak ingin ada yang mengganggu waktu pribadi dengan istrinya. Andre berbalik berjalan mendekati nakas tempatnya menyimpan ponsel, lalu menyibakan selimut berniat untuk kembali duduk bersantai di tempat tidur sambil menunggu istrinya selesai mandi. Matanya tertuju pada bercak darah di sprei, Andre tersenyum. 'akhirnya, kami menjadi suami istri sungguhan.' batinnya.


toktoktok


"room service,,," Spontan Andre memalingkan tatapannya ke arah suara dari balik pintu lalu mulai berjalan membukanya,


"excuse me, I'm delivering clothes,"


"oh, thank you" Andre mengambil baju dari tangan petugas room service, semalam dia me-laundry pakaian mereka ketika service room mengantarkan cemilan malam.

__ADS_1


"sorry sir, do you want breakfast to be delivered now?"


"hm! Thank you!" Andre menganggukkan kepalanya, tanda setuju. petugas pelayanan kamar itu membungkukan badannya sedikit lalu berlalu dari hadapan Andre bersama sebuah rak yang dipenuhi baju yang sudah selesai dicuci untuk diantar ke setiap pemiliknya. Andre berjalan sambil membulak-balikan plastik di tangannya. Dia membuka plastik saat menemukan perekatnya lalu mengeluarkan baju miliknya dan Ana. tentu saja harus dicek karena takut tertukar.


"apa itu?" Ana yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat suaminya sedang berjalan sambil membuka sebuah bungkusan plastik bening.


"baju yang malam dicuci, nih!" Andre memberikan baju ditangannya pada Ana.


"Alhamdulillah, akhirnya pake baju juga!"


"ck! seburuk itukah tidur tak pake baju,"


"ya, paling tidak kalo ada yang ngerjain butuh usaha,"


"hah?" Andre mengerutkan keningnya tanda tak mengerti dengan apa yang dikatakan istrinya. Sebenarnya maksud Ana adalah agar saat suaminya menginginkannya dia harus berusaha dulu tidak seperti semalam hanya dengan menarik tali bathrobe nya saja sudah langsung membuat tubuhnya telanjang bulat. "ehem! maksudku! aku udah males aja dari malem harus pake bathrobe, eh sekarang abis mandi bathrobe nya dipake lagi," ucap Ana sambil tersenyum dengan kedua bahu terangkat. Dia kembali ke kamar mandi setelah menerima baju dari suaminya.


"hei, aku mau mandi!" Andre protes saat melihat istrinya kembali ke kamar mandi.


"sebentar, aku pake baju doang,"


Mereka sarapan setelah Andre selesai mandi,


"aku pengen jalan-jalan,"


"hm, kita mampir ke apartemen dulu baru jalan,"


"apartemennya jauh," Ana protes karena memang perjalannya sekitar 40 menit, dia ingin menghabiskan waktunya untuk jalan di sekitar Marina bay.


"kita liat ke sana dulu, kalo kamu rasa ada yang kurang kita bisa beli sambil jalan" Ana cemberut tanda tak setuju.


"hei, jangan cemberut gitu! aku cium nanti," Spontan Ana melipat bibirnya, Andre tersenyum melihat tingkah istrinya.


"iya, nanti kita bisa sepedaan dulu di sekitar Marina bay, baru balik apartemen,"


"nanti aja deh balik ke apartemennya, kan lumayan waktunya dua kali empat puluh menit."


"sekarang mumpung masih pagi, semua objek wisata masih tutup, termasuk mall, jadi kita bisa balik apartemen dulu," Andre menjelaskan agar istrinya tak kembali protes.


"oh!" Barulah Ana mengerti kenapa suaminya meminta dia kembali ke apartemen dulu.


****

__ADS_1


Subuhnya kesiangan, mohon maaf!🙏😄


__ADS_2