Suamiku Bukan Gay!

Suamiku Bukan Gay!
Galau


__ADS_3

Hari ini dilewati Ana dan Dini dengan hanya beristirahat dan mengobrol dengan teh Sinta, juga tak lupa mengasuh baby Aydan.


Selepas Maghrib, tiba-tiba mama Meti menelepon Ana.


"halo, ma,"


"neng, naha gak bilang kalo Minggu ini mau ada utusan keluarga a Andre Dateng?"


"hah? maksudnya?"


"barusan Tante Ambar telepon, katanya utusan keluarga dia akan datang Minggu ini, mau ngarundingkeun tanggal nikah cnah!"


"hah? tanggal nikah?" Ana masih mencoba menangkap pembicaraan mama Meti.


"he-em, kata Tante Ambar teh, dua bulan lagi dia ke Indonesia, dia bisa meluangkan banyak waktu di bulan itu, jadi dia minta nikahnya di bulan itu aja cnah,"


"apa? maksud mama, Ana nikah dua bulan lagi gitu?"


"he-em, Tante Ambar mintanya gitu, mama mah terserah neng we,"


"astaga! ma! jangan cepet-cepet donk! masa baru aja lamaran udah langsung nikah,"


"eh Ari Eneng, pan emang Kitu, kumaha deui atuh,"


"ya tapi jangan dua bulan lagi atuh," Ana merengek, dia tak percaya kalo pernikahannya akan secepat itu.


"eh, mama kan tadi bilang, kumaha Eneng wae, Naha jadi sewot ka mama,"


"atuh ma ih, kumaha? dua bulan itu kan Ana baru masuk kuliah mah, lagi riweuh-riweuhnya,"


"ya udah kamu cepet pulang atuh, nanti kita ngobrol di rumah, gak enak! manya ngobrolin serius gini dina telepon,"

__ADS_1


"ih, Ana kan baru nyampe mah, udah disuruh balik lagi sih, Dini pengen jalan-jalan heula cnah,"


"eh ari eneng, banyak yang harus diobrolin, udah gitu katanya a Andre juga mau Dateng, masa kamunya gak ada, kalo kamu mau negosiasi urusan nikah kapan-kapannya, kamu langsung aja ngomong sama a Andre, jangan sama mama, kalo gak Dateng ya anggap aja kamu setuju,"


"ah elaaaahhhh,,,, kenapa jadi ribet gini sih, huh! ya udah nanti Ana ngobrol dulu sama dini!" Ana merengut kesal, lalu menutup telepon.


"Din, kaya teteh harus pulang besok deh, kamu mau gimana, disini aja apa ikut pulang?"


Ana langsung memberitahu Dini setelah bertemu dengannya di ruang makan, sepertinya semua orang memang sudah menunggu Ana di meja makan.


"kok pulang?" teh Sinta yang duluan menjawab "katanya mau jalan-jalan dulu," lanjutnya lagi.


"iya, Naha tiba-tiba mau pulang? baru juga nyampe, makan dulu, neng!" A Hasan menimpali, sambil menerima piring yang disodorkan teh Sinta.


"eh kenalin, ini Rama keponakan teteh, dia yang nanti nemenin kalian jalan-jalan, biar gampang kalo ada pemandu," Ana menyalami Rama yang duduk di seberang meja. "halo mbak," sapa Rama, ana tersenyum menyambut tangan Rama "Ana," balasnya singkat.


"itu, A, teh, kata mama a Andre mau datang hari Minggu besok, jadi Ana disuruh pulang,"


"kok tiba-tiba? Andre gak tau kamu ke Jogja?"


"ye, kamu bilang ke Andre pas kamu udah di Jogja, gimana sih An! kalo ngasih tau itu sebelum kamu berangkat, jadi kalo dia ada rencana ke rumah, dia pasti pasti ngobrol dulu, kamu mah aneh-aneh wae!"


"iya Ana, sebaiknya kamu sudah harus mulai membiasakan diri untuk banyak berkomunikasi dengan calon suami kamu, kalo ada apa-apa bilang dulu,"


"harus gitu ya,?"


"ya elah teh, semua juga gitu, biasanya kalo mau kemana-mana bilang dulu sama pacarnya, apalagi ini calon suami, si teteh mah bodor!" (bodor\=lucu)


"nah! Dini aja tau!"


Ana berpikir menimang apa yang dikatakan kakak dan adiknya, huuuuhhhhh,,, 'sepertinya aku yang salah, pantas saja a Andre langsung nutup teleponnya tadi pagi,' Ana terdiam sesaat sebelum dia mengambil suapan pertamanya.

__ADS_1


'apa aku telepon dia aja ya?' ih ngapain aku telepon dia, gak penting juga,'


"aku gak ikut pulang ah, mau ngabisin liburan disini aja, teteh aja we pulang sendiri," Dini tak ingin rencananya untuk eksplor Yogyakarta gagal, apalagi sekarang sudah ada Rama yang akan menemaninya. Dia memang sengaja, karena ingin membuat konten YouTube seputar Yogyakarta.


"ya udah, teteh pulang besok," Ana menjawab dengan enggan.


"mau ngambil kereta jam berapa?" A Hasan


"Ana belum liat jadwal, tapi kalo ada yang sorean, pengen beli oleh-oleh dulu,"


"ada, jam dua sama jam tiga, jam dua aja atuh yah, biar kesananya gak terlalu malem," a Hasan memberi tahu jadwal keberangkatan yogya-bandung setelah dia membuka ponselnya, Ana membalas dengan anggukan.


selesai makan malam, Ana dan yang lain menyempatkan mengobrol di ruang tengah. Cerita lebih banyak tentang tempat wisata yang akan dikunjungi Dini yang akan ditemani Rama.


"besok temenin teteh dulu, mau beli oleh-oleh,"


"iya, mbak mau belanja apa? nanti Rama antar,"


"paling baju,"


"ya sudah nanti ta' anterin keliling Malioboro, sekalian lihat-lihat baju, mumpung sudah di Jogja, sayang kalo gak jalan ke Malioboro, atau mau sekarang saja ke Malioboro nya, jadi besok tinggal nyari baju?


"besok aja deh, aku lagi gak mood,"


"ya udah kita aja yang jalan, yuk!" Dini menimpali dengan semangat.


Malam semakin larut, Ana yang sejak tadi mengurung diri di dalam kamar merasa ada sesuatu yang salah, entah apa itu dan sekarang itu membuat dia galau. 'nyesel gak ikut jalan-jalan, sekarang sendiri malah kepikiran terus, gimana ini, telepon gak ya?!'


Akhirnya daripada dia merasa tak enak hati terus, dia memberanikan diri menghubungi Andre.


Ana : assalamualaikum,,,

__ADS_1


...


'kenapa gak dibales ya?'


__ADS_2