Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
selama perjalanan.


__ADS_3

selama dalam pesawat yang membawanya ke Singapura, Arkan terus menggenggam tangan putrinya.


dia seakan kembali ingat masa itu, masa dimana cinta yang sudah berusaha dia bunuh.


malah kembali hadir dengan orang baru, cinta itu bernama Anastasya Gilbert.


putri seorang pengusaha besar dan juga pimpinan mafia yang sangat terkenal di Singapura dan beberapa adidaya lainnya.


Anastasya yang seorang ceria rela mendatangi Arkan di desa, bahkan kejadian yang tak terduga mulai memantik api pada keduanya.


Arkan kaget saat semua orang datang ke kamar Aluna, pasalnya dia sengaja bersembunyi di sana karena tak ingin mendengar suara aneh dari pengantin baru.


tapi yang membuatnya makin terkejut adalah Raka yang langsung menjewernya.


"aduh sakit ayah, ada apa sih?" tanya Arkan tak mengerti.


"ada apa, bagaimana kamu bisa bilang semuda itu, kenapa kamu tidur seranjang dengan anak gadis orang, kamu ini tak tau sopan," omel Raka.


"apa? kenapa bisa, tadi tidak ada siapa-siapa kok," jawab Arkan membela diri.


Arkan melihat Anastasya menangis di pelukan Wulan, "jangan bilang aku tidur bersama dia, Anastasya!" teriak Arkan.


"Amma," kata Anastasya takut.


"Arkan diam," kata tegas Wulan.


Arkan pun langsung diam tutup mulut, dia tak tau harus membela diri bagaimana lagi, terlebih dia tak ingat apapun.


tapi akhirnya Anastasya tenang dan ingat kejadian yang sesungguhnya, semua pun tenang.


Arkan tak habis pikir dengan gadis itu, tak lama rombongan dari ayah Anastasya datang.


pria berwajah seram itu langsung menghampiri keluarga Rakasa dengan begitu banyak pengawal.


"Ana ayo pulang nak, untuk apa kamu datang kesini, saat pria itu tak menginginkan mu?" kata pria itu dingin.


"maaf tuan, kalau boleh tau, anda ini siapa?" tanya Raka menahan pria itu.

__ADS_1


terlebih Anastasya nampak bersembunyi darinya, "saya adalah Daddy kandung dari Anastasya, maaf jika putri saya membuat keributan, setelah ibunya meninggal dunia, aku terlalu memanjakannya," jawab pria itu.


"Raka, anda bisa memanggilku Raka, dan saat anda datang ke rumah ku, biarkan saya menjamu anda dengan selayaknya," kata Raka.


"terima kasih, anda bisa memanggilku Allan," jawab pria itu tersenyum ramah.


dia tak mengira jika masih ada keluarga yang begitu baik seperti ini, bahkan ini adalah keluarga besar.


Allan masuk dan duduk bersama semua keluarga Rakasa, bahkan semua pengawalnya juga di sambut dengan hangat.


Anastasya masih memilih untuk bersama Wulan, "pak, saya tau ini bukan urusan yang bisa kamu ikut campur, tapi kenapa Anastasya bisa lari sejauh ini," kata Wulan.


"dia mengejar pria yang selalu dia banggakan, terlebih pria itu memang sangat hebat, tapi caranya salah," jawab Allan frustasi.


"tapi Anastasya menyukainya Daddy, jadi izinkan Ana tetap di sini ya," mohon gadis itu.


"tapi Ana, kita tak memiliki seorang pun saudara di Indonesia, dan bagaimana kamu akan tinggal di desa ini, Daddy juga tak ingin kamu sendirian disini, atau sampai terluka hanya karena seorang pria yang bahkan tak melihat mu," kata Allan meyakinkan putrinya.


"tapi Daddy, Ana yakin jika dia akan mencintai Ana, benarkan Arkan, tolong jawab?" tanya Anastasya pada Arkan


bagai petir yang menyambar, ucapan dari Arkan menghancurkan hati Anastasya, gadis itu yang sudah terlanjur sangat bermimpi.


kini hancur berkeping-keping, sedang wuln juga terkejut dengan jawaban dari putranya itu.


"Arkan bersumpah atas nama Amma, jawab dengan jujur, apa kamu sudah ingat segalanya?" tanya Wulan yang menaruh tangan arkn di kepalanya.


"iya Amma, aku sudah ingat Semuanya, saat aku melihatnya kemarin, tapi itu juga tak seluruhnya, aku hanya ingat jika kita semua teluka demi cinta konyol kami," kata Arkan yang langsung pergi dari ruangan itu.


Anastasya pun merasa sedih, dia sudah au semuanya, bahkan kisah cinta Arkan, dia pun bergegas menghampiri Arkan.


"tunggu Arkan, Kenapa kamu tak bisa mencobanya, mencoba membuka hati untuk wanita lain, karena tak semua gadis itu akan melukaimu, seperti aku yang datang dengn cinta untukmu," kata Anastasya.


"berhenti mengemis cinta Ana, itu menjijikkan, Asal kamu tau aku tak butuh cinta di hidupku," kata Arkan berteriak keras pada gadis itu.


"tapi setidaknya berilah aku kesempatan, kamu bahkan terus menolak diriku Arkan, tanpa memberikan aku kesempatan, apa salahnya cintaku," kata Anastasya yang mulai terisak.


"karena aku tak ingin pernah ada cinta lagi di hidupku," jawab Arkan dingin.

__ADS_1


pria yang dulu begitu baik dan murah senyum, kini mati, bahkan di depan Anastasya, pria itu seperti orang lain.


"kamu berubah Arkan, dulu kamu begitu baik dan murah senyum, setelah kembali dalam keadaan sakit, kamu berubah jadi kejam arkan," kata Anastasya.


Arkan menghela nafas panjang, di benar-benar tak membutuhkan siapapun untuk berdiri di sampingnya, karena itu akan jadi kelemahannya.


"Anastasya kamu harus kembali ke negara mu, kamu tak ada gunanya di sini, karena aku tak akan pernah berubah pikiran," kata Arkan yang tetap mengusir gadis itu.


Anastasya pun mundur dan berbalik, gadis itu merasa kesempatannya benar-benar hancur.


Arkan tak bisa di rubah sedikitpun dalam pendiriannya, bahkan pria itu tetap dalam ideologi yang salah itu.


Al-Fath dan Faraz yang menyaksikan itu sangat kecewa pada Arkan, "seharusnya kamu tak melakukannya Arkan, dia rela sebulan merawat mu yang bahkan tak bisa bergerak dan melakukan apapun, tapi sekarang ini balasannya," kata Al-Fath.


"apa maksudmu mas?" tanya Arkan.


"dia yang membantu kami dalam merawat mu di Singapura, bahkan berkat koneksi ayahnya, kami mendapatkan dokter terbaik dan dia sering menjaga mu saat kami sedang sibuk kuliah," jawab Al-Fath.


"kalau begitu kenapa dia keris dengan mbak Ayana," tanya Arkan.


"karena dia tak tau jika Ayana juga sepupu mu, dan saat itu kami tak sempat menjelaskan padanya," jawab Al-Fath.


"seharusnya kamu tak memperlakukannya seperti itu Arkan, apa salahnya membuka hati jika kamu tak mencintai dirinya, kamu bisa hidup dengannya seperti layaknya sahabat baik, dan perlahan cinta itu bisa hadir," jawab Faraz.


Arkan seakan teringat sesuatu, kepalanya kembali begitu sakit, kilasan dimana dia masih tak bisa melakukan apapun terulang.


dia sadar ada seseorang yang terus mengajaknya bicara, seseorang yang serius membantunya untuk menggerakkan tangannya bahkan kakinya.


suara itu, adalah Anastasya, wanita yang di usir olehnya, Arkan pun buru-buru kembali ke dalam untuk menemui gadis itu.


tapi sayangnya, semuanya sudah pergi, "Arkan, Amma kecewa padamu, seharusnya bukan begitu bersikap pada penolong kita nak," kata Wulan.


Raka juga hanya menepuk bahu Arkan, dia nampak begitu sedih saat ini.


semua orang tau kecuali dirinya, "kamu lupa jika Amma kita tak akan menyayangi seseorang semudah itu kan, terlebih gadis itu baru pertama datang ke desa ini, seharusnya kamu sadar itu," kata Aryan.


arkan terdiam, dia tak mengira jika sikapnya sudah sangat keterlaluan.

__ADS_1


__ADS_2