Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
bukan bocah biasa


__ADS_3

Mbah Bai di selamatkan dan di bawa ke rumah warga yang paling dekat, karena mereka ingin membantu pria yang terkapar tak sadarkan diri itu.


Mbah Bai pun bangun dan terkejut melihat semua orang yang melihatnya dengan tatapan yang begitu tajam.


"kalian ini siapa, dan mau apa ke sini, jangan bilang anda ini datang untuk membuat onar di desa ini lagi, cukup tiga orang dukun yang mati demi menyelamatkan desa itu, dan tak boleh ada lagi korban dan jangan gila juga karena tawarannya," marah pria yang sudah sepuh itu.


"apa maksud bapak, Apa maksudnya dengan kematian dukun yang ingin menyelamatkan desa itu," bingung Mbah Bai.


"mereka tewas tergantung dengan jantung dan hati hilang, entah siapa yang membunuhnya, tapi ada yang bilang itu adalah seorang wanita tua," terang pria itu.


"terus hubungannya apa dengan desa terkutuk itu pak?" tanya Mbah Bai.


"dia itu adalah wanita tua yang selalu berada di sekitaran desa itu, warga sini memanggilnya Mbah Tunah, dia adalah seorang wanita yang memiliki keabadian, bahkan tak ada yang tau jelas berapa usia dari wanita itu," jawab pria yang tenyata orang pintar di sekitar sana.


Mbah Bai pun merasa jalan ini buntu dan akan sulit di lalui, dia pun memutuskan untuk mundur dari pada bertemu dengan wanita tua itu.


"ngomong-ngomong terima kasih sudah menyelamatkan kami," kata Mbah Bai.


"kami.... anda cuma sendiri, memang anda ke sini beberapa orang," tanya pria itu.


"apa maksudnya, saya datang dengan seorang keponakan pria saya dan juga seorang pria yang menjadi petunjuk jalan untuk saya," jawab Mbah Bai kebingungan.


"tapi tadi saya hanya melihat anda sendiri, dan tak ada yang lain, jadi bagaimana anda bisa bilang jika bersama orang lain," bingung pria itu.


"pak Anwar, gawat pak ada mayat lagi, kali ini ada tiga orang," panik salah satu warga yang datang dengan tergopoh-gopoh.


pria itu pun bergegas lari menuju ke tempat yang di maksud pria itu, ternyata saat dia sampai di tempat itu.


dia tak kaget dan hanya melirik pria yang berlari bersamanya, "Anda tak sadar sudah mati ternyata," gumam bapak Anwar.


ternyata tiga mayat yang tergantung di pohon jambu itu adalah, Mbah Bai, keponakannya dan juga saudara pak RT.


di dada dan perut mereka sudah berlubang cukup besar, jantung dan hati dari ketiganya sudah hilang.


sosok Mbah Bai yang berada di belakang tubuh pria yang menyelamatkannya perlahan berlubang.


ada sosok nenek-nenek yang tersenyum dan mendekat kearah mereka.


psk Anwar tersenyum dan mencium tangan wanita itu, "Mbah buyut datang, bagaimana Mbah," tanya pria itu.


"Ansori goblok, sudah di kasih tau jika dia tak mungkin bisa lepas kutukan sebelum minta maaf, tapi tetap ngotot, sekarang aku yang menikmati semuanya," kata wanita itu yang terlihat lebih muda.


Mbah Tunah, seorang wanita yang di kenal dengan ilmu kanuragannya, bahkan ilmu rawa rontek yang di miliki dari dua belia membuatnya kekal abadi.

__ADS_1


arwah Mbah Bai pun menghilang dan membuat wanita itu merasa menang karena dia bisa menyerap ilmu dukun yang cukup sakti itu.


Faraz perlahan menarik semua kutukan itu perlahan, dan membuat orang-orang yang terkena kutukan sedikit membaik kondisinya.


malam itu, Tasya tidur dikamar di temani Lily dan Adit tidur di kasur yang di gelar darurat.


setidaknya Tasya harus menjaga tiga anaknya selama Arkan semedi dalam diam.


dia kini sedang berada di alam lain, dan bertemu nyai Nawang, dia pun menyapa wanita itu.


"kamu sekarang terlihat begitu garang dan seperti prabu Wira Sanjaya makin lama," kata wanita cantik itu.


"terima kasih eyang, aku ingin bertanya tentang wanita yang bernama Tunah, aku tak sengaja membaca sebuah buku kuno milik canggah keluargaku, jika wanita memiliki ilmu yang membahayakan, dan aku harus apa?" tanya Arkan.


"dia tak akan melukai kalian, karena itu sudah perjanjian lama, dan dia berhenti sebentar lagi," kata Nyai Nawang.


Arkan mengangguk dan memilih untuk mulai melakukan tapa dengan serius.


sudah dua hari berjalan, pagi ini tuan Alan akan mengantarkan kedua cucunya ke sekolah.


saat kebetulan motor yang membawa belanjaan itu datang, "sayur!!! ibu juragan sayur!!!"


Tasya keluar sambil di membawa kereta dorong bayi milik baby Linga.


"mbak Utami pesanan saya ada kan?" tanya Tasya.


"boleh mbak, cemilan kue basah bawa apa ini?" tanya Tasya.


"kebetulan hari ini bawa Klanting dan kue cekeremes, dan ada marning, getas sama gorengan tapi tinggal ote-ote," jawab mbak Utami.


"mau semua kuenya dong mbak, oh ya mbak Utami besok siang bisa minta tolong buatkan lima puluh tahu isi, ote-ote dan pisang goreng terus kasih ke masjid ya mbak, seperti biasa," kata Tasya.


"siap mbak bos Tasya, ngomong-ngomong kok gak lihat mas arkan sih?" tanya mbak Utami.


"sedang berada di luar kota,. biasa urusan bisnis," jawab Tasya.


"oke," jawab mbak Utami yang membawakan belanjaan dari Tasya ke belakang dan kemudian memberikan uang pembayaran.


ternyata Faraz dan Niken datang ke rumah itu lagi, "alah mas ganteng ini kok ya bawa wanita menjengkelkan ini kesini, gak kasihan sama adik iparnya apa," kata mbak Utami yang melihat itu.


"sudah mbak,gak papa," jawab Tasya sambil tersenyum


wanita itu pura-pura merapikan dagangannya agar bisa mendengar dan membantu Tasya jika Niken mengucapkan hal yang menyakitkan hati lagi.

__ADS_1


"assalamualaikum Tasya, kemana semua orang kok sepi?" sapa Faraz.


"waalaikum salam mas, semua sudah pergi ke sekolah, mas Arkan sedang ke luar kota, hanya ada aku dan Linga," jawab Tasya sopan.


mbak Utami tak jadi pergi karena kasihan melihat Tasya, "loh mbak gak jualan, kok malah duduk di sini sih," tegur Niken.


"memang kenapa, kok situ yang sibuk, aku mau jualan atau tidak bukan urusan situ," jawab mbak Utami ketus.


Niken pun memilih diam, karena Faraz sudah menatapnya tajam, "maaf ya Tasya aku datang saat semua orang tak ada di rumah, aku hanya ingin mengambil sesuai "


"maaf mas Faraz, selama papi anak-anak belum pulang saya tak bisa mengambilkan apa yang mas inginkan," saut Tasya menghentikan ucapan dari pria itu.


"ya kamu memang tak akan tau," kata Faraz mengangguk.


mbak Utami yang melihat Niken yang terus menempel pada pria keluarga dari Raka kesal sendiri melihat tingkah wanita itu.


"ngomong-ngomong Faraz, kapan kamu menanyakan untuk Anna putri dari ustadz Arifin, sepertinya dia sudah mulai membuka hatinya untuk mu, telebih kemarin saat ketemu mbak dia sempat bertanya tentang mu pada mbak loh," kata mbak Utami dengan sengaja.


"Anna... aku belum menemui ustadz Arifin, tapi aku tak berharap banyak karena gadis itu terlalu Soleha untuk ku," jawab Faraz


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


halo semuanya,maaf ya beberapa hari ini update sedikit berantakan,maklum kehidupan nyata sangat banyak tugas juga maklum ibu rumah tangga....


ini adalah jajanan kesukaan dari author ya... mau kasih tau saja, siapa tau sama.


kalau di tempat kalian apa namanya...


Klanting...



marning jagung



getas



cakeremes


__ADS_1


ote ote



__ADS_2