
"tidak mami, kali ini dia keterlaluan, dan Aryan juga terlalu memanjakan istrinya itu, hingga wanita itu berani membentak Amma seperti tadi, padahal dia itu kepala keluarga," kata Arkan.
"tapi pi, aku merasa tidak enak, karena mbak Nayla dan mas Aryan jadi bertengkar," jawab Tasya.
"sudah, mereka pasti bisa membereskan masalah mereka sendiri," kata Faraz.
Nayla pergi mengejar suaminya itu, dia tak menyangka jika Aryan bisa membentaknya seperti tadi.
"mas berhenti, kenapa kamu sekarang begitu kasar padaku, ingat aku sedang hamil anak mu," kata Nayla menarik tangan suaminya.
"karena kamu membuatku malu, kamu berani membentak Amma di depan saudaraku, aku tak mengira jika sikap mu begitu buruk sekarang, kamu bukan istriku yang dulu," kata Aryan yang tak habis pikir lagi.
"oh... itu salahku, bagaimana dengan mu, siapa itu Khoir, semua pesannya begitu romantis bersama mu jawab," kata Naira yang mengalihkan pembicaraan.
"kamu membuka ponselku diam-diam?" tanya Aryan pada istrinya.
Nayla terdiam, dia tau jika suaminya itu tak suka jika dia memeriksa ponsel milik Aryan.
"kenapa? kamu sudah ketahuan, dia itu siapa mas, jangan bilang dia itu selingkuhan mu, jawab!!" teriak Nayla yang makin tak terkendali.
"ya!!! dia itu kenalan ku, kamu puas!!" jawab Aryan yang sudah sangat marah.
dia tak tahan lagi, dia tak menyangka jika menikah dengan Nayla bisa seperti hidup di neraka, wanita itu terlalu cemburuan dan mengekang kebebasannya.
bahkan Aryan sudah tak punya waktu pribadi sendiri, karena kelakuan dari Nayla.
"kau jahat mas, padahal aku sedang hamil anak mu," kata Nayla yang terduduk lemas di lantai sambil menangis.
Aryan sudah tak tahan lagi, dia mengambil sebuah kardus dan langsung mengeluarkan semua isi dari kotak itu.
Nayla kaget melihat semua gambar yang berserakan di lantai, "itu bukan editan ada waktu dan alamatnya, itu semua asli, saat suamimu sedang pelatihan sedang kamu main gila dengan pria itu, dan sekarang aku tanya siapa ayah bayi ini," marah Aryan.
Nayla pun hanya bisa terdiam, dia tak mengira jika foto ini bisa sampai di tangan aryan.
Wulan yang khawatir mengajak Arkan dan Faraz menemui Aryan, pria itu sedang marah.
mereka masuk dan melihat Nayla duduk di lantai, begitu banyak foto berhamburan.
__ADS_1
"ya Allah.... kenapa aku di perdaya oleh mu, aku buta karena cintaku, dan selama ini aku kurang apa pada mu Nayla, aku bahkan sudah membantu keluarga mu tanpa hitungan, tapi ini balasan mu, dasar wanita buruk!!" teriak Aryan yang tak tahan lagi.
"Aryan, tidak boleh bicara seperti itu nak, kamu marah maka duduklah, jangan bicara kasar pada istri mu," mohon Wulan pada putranya itu.
Aryan pun terduduk dan langsung menangis memeluk tubuh dari ibunya itu, dia tak mengira akan menghadapi semua ini.
Faraz dan Arkan mengambil foto yang bertebaran itu, dan Faraz kaget dengan apa yang di lihatnya.
Nayla yang sedang tanpa busana bersama lelaki lain sedang tidur di sebuah ranjang berdua.
"pelacur..." kata Faraz melempar foto-foto itu.
"tak ku kira, dari ketiga gadis yang pernah kami kenal dan bersama, kamu adalah wanita paling buruk Nayla," marah Arkan setelah melihat foto itu.
"kalian semua salah sangka, saat itu kami sedang pelatihan di Solo, dan aku tak ingat apa yang terjadi saat aku bangun aku sudah dalam keadaan tanpa busana dan ..." tangis Nayla yang tersedu-sedu.
bahkan wanita itu tak bisa meneruskan kata-katanya lagi, "sudah fix, kamu menghianati Aryan, sebagai wanita aku sudah memperingatkan mu, jika kamu tak bisa menjaga dirimu, lebih baik jadi ibu rumah tangga, bukan malah seperti ini," kata Arkan.
"cukup mas, sekarang aku sudah tak bisa lagi, kamu terus berusaha membuatku jauh dari keluargaku, sekarang tidak lagi, aku Aryan menjatuhkan talak padamu, dan kita akan bertemu di pengadilan agama, dan mas Faraz tolong antar dia ke rumah orang tuanya, karena aku sudah tak bisa lagi melihat dia lagi di sekitar ku," kata Aryan.
bocah kecil itu malah berlari dan memeluk Aryan, mereka semua tak mengira jika rumah tangga Aryan yang selama ini terlihat harmonis, malah berakhir begitu buruk.
"jika kamu butuh bantuan bilang ya Aryan, kamu tak sendiri kamu memiliki keluarga," kata Arkan.
Faraz tak habis pikir bagaimana bisa seperti ini, dia pun sampai di rumah Nayla.
dia turun dan meminta Nayla turun untuk di serahkan pada orang tuanya.
terlihat ayah dari Nayla yang sudah mulai sepuh keluar dan kaget melihat Faraz yang membawa putri mereka.
"ada apa nak Faraz? kenapa membawa Nayla malam-malam begini kesini," tanya pria itu.
"silahkan tanya pada putri anda sendiri, dan saya kesini untuk mengembalikan putri anda, karena adik saya akan menggugat cerai istrinya ini, dengan alasan ketidak setianya, dan ini buktinya, kalau begitu saya permisi," kata Faraz yang juga menyerahkan beberapa foto-foto itu
tanpa di duga pria itu langsung menampar pipi Nayla, "dasar anak tak tau diri, suamimu terus membantu keluarga kita yang mengalami kebangkrutan tapi kamu malah menghianati dirinya, aku tak pernah punya anak seperti mu, dasar kamu anak durhaka," kata pria itu.
"pak sabar pak, kita dengarkan dulu cerita Nayla, siapa tau ini semua hanya kesalahan," kata ibu dari Nayla.
__ADS_1
"ini kurang bukti apa, jangan bilang jika anak di perut mu itu anak selingkuhan mu," marah ayah Nayla.
"maafkan aku ayah..." kata Nayla menangis di pelukan sang ibu.
sedang Faraz mendapatkan telpon dari ustadz Yunus, ternyata dia menangis meminta pertolongan.
Faraz hanya tersenyum saja mendengar pria itu, tapi karena merasa tak enak akhirnya dia pun datang ke pondok pesantren.
ustadz Yunus panik karena putrinya yang menangis dan tak mau diam, bahkan di tubuh bayi kecil itu muncul warna hitam yang pekat di sebagian tubuhnya.
"ada apa, bukankah ini yang kamu inginkan, sekarang terima konsekuensinya," kata Faraz saat sampai.
"aku mohon Faraz , bantu aku ... aku akan meminta maaf telah membunuh dua anak itu, aku hanya ingin melindungi Niken," kata ustadz Yunus
"kamu ingin melindunginya dengan membuatnya lupa segalanya, kamu membuatnya seperti orang lain, bahkan dia tak ingat sama sekali tentang kenangan buruk itu, kamu melindunginya dengan buta," kata Faraz.
"aku hanya kasihan padanya," jawab ustadz Yunus yang masih panik.
"tapi kamu tak ingat jika kami yang membantumu juga punya keluarga, bagaimana jika Azam lepas dan menuntut balas, bukan hanya putrimu, tapi putri kami juga akan terancam," marah Faraz yang menyayangkan tindakan bodoh dari ustadz Yunus.
"aku minta maaf, aku yang salah telah melindunginya dengan buta, tapi tolong putriku," kata ustadz Yunus.
"baiklah, tapi ada satu syarat," kata Faraz pada ustadz Yunus.
"apa itu?"
"kamu harus menghadapi Azam sendiri jika dia terlepas suatu saat nanti, jika tidak maka aku tak bisa membantumu," kata Faraz.
"baiklah, aku berjanji akan menghadapinya nanti," jawab ustadz Yunus.
Faraz pun mengambil daun kelor dan membasahi dengan air, setelah itu dia menutupkan di tubuh bayi itu.
tak lama sebuah cairan hitam mengalir dan tubuh bayi mungil itu, dan saat daun di angkat tubuh bayi itu kembali terlihat normal.
ingin sekali Faraz tertawa, tapi dia menahannya dan kemudian memilih pamit, karena masih ada hal penting.
kepanikan ustadz Yunus membuatnya tak sadar jika semua bukan karena kutukan, tapi hanya sebuah permainan Faraz dan ustadz Arifin untuk membuat pria itu sadar tentang kesabaran.
__ADS_1