
Arkan sedang membuat sarapan, sedang Anastasya masih tertidur bersama putrinya Lily.
"tuan muda, tolong buatkan kami saja yang memasak," kata kepala pelayan.
"tidak apa-apa pak, terlebih ini hanya roti isi untuk istriku dan putriku, jadi jangan khawatir seperti itu," jawab arkan yang langsung membawa sandwich buatannya ke lantai atas.
sesampainya di kamar, Arkan menaruh sarapan di meja, kemudian membangunkan Anastasya dan Lily.
"sayang bangun yuk, kita sarapan bersama, Lily..." panggil Arkan mencium Keduanya.
Anastasya bahkan langsung ******* bibir suaminya, "maaf... habis aku gemas melihat bibir seksi mu sayang," kata Anastasya yang memeluk Arkan.
"ya Allah, tolong kuatkan aku, kamu membangunkan adikku, padahal ada Lily, tenanglah sayang..." bisik arkan gemas.
Anastasya tertawa, pasalnya dia dan Arkan masih harus puasa, karena menunggu kondisi dari Anastasya membaik.
"selamat pagi kami,papi, kok Lily gak di peluk juga sih," kata gadis itu bangun dengan rambut yang acak-acakan.
Arkan dan Anastasya tertawa melihat putrinya itu, pasalnya Lily sangat lucu karena meski sudah bangun tapi dia tak membuka matanya.
ketiganya sarapan bertiga, karena tuan Alan sedang berada di Amerika karena pekerjaan.
"sayang, aku merindukan ayah dan Amma, kapan kita pulang ke Indonesia, toh Daddy juga sudah mengizinkan kita pergi," kata Anastasya.
"makan dulu roti milikmu, kita bahas nanti," jawab Arkan yang tak mau membahasnya.
Arkan pun bermain dengan Lily, kemudian mereka pun mulai mandi karena akan berangkat ke taman bermain.
Anastasya dan Lily mengunakan baju yang serupa, sedang Arkan memakai pakaian yang begitu santai.
"sayang kamu ingin menggoda siapa dengan memakai baju begitu," tanya Anastasya melihat suaminya.
"menggoda mu tentunya," jawab Arkan yang langsung menghampiri istri dan Putrinya.
akhirnya mereka bertiga pun pergi ke taman bermain, dan setelah itu mereka berbelanja di mall.
mereka membeli oleh-oleh untuk semua orang, mereka juga makan bersama di restoran sebelum pulang.
selama perjalanan menuju rumah, hujan turun cukup deras, beruntung mereka pulang dengan selamat.
Arkan mengendong Lily yang sudah tertidur dengan lelap, sedang Anastasya menuju ke kamarnya setelah meminta beberapa pelayan membawa belanjaan mereka ke walking closed miliknya.
"sayang kamu harus mandi," kata Arkan saat masuk kedalam kamar mereka.
"malas sayang," jawab Anastasya.
__ADS_1
tanpa terduga, Arkan langsung mengendong Anastasya dan langsung menceburkannya ke bathtub.
"sayang, aku basah dan lihat bajuku jadi menerawang seperti ini," kata Anastasya kesal.
tapi tak terduga Arkan langsung menerkam istrinya itu, Anastasya pun tak bisa menolaknya.
pasalnya dia juga menginginkan sentuhan dari suaminya itu, keduanya pun akhirnya mandi bersama.
"sayang kita lanjut di kamar saja, tolong sentuh aku dengan benar," mohon Anastasya.
"kamu benar," jawab Arkan yang langsung mengendong Anastasya.
Keduanya pun melanjutkan kegiatan panas mereka di ranjang, bahkan Arkan tak bisa berhenti karena sudah selama ini dia puasa.
Anastasya juga di buat tak berdaya, terlebih stamina dari Arkan yang begitu kuat dan buas.
"sayang time out, aku sudah tiga kali," mohon Anastasya.
"sebentar lagi," jawab Arkan yang memeluk erat tubuh Anastasya.
"emmm... aku bisa hamil jika seperti ini," kata Anastasya yang mencium bibir suaminya.
"tidak masalah, kali ini kamu akan hamil normal, dan Lily sudah terus meminta adik," bisik Arkan.
"baiklah sayang," jawab Anastasya.
"kakek Tom, apa melihat orang tuaku," tanya gadis kecil itu.
"nona muda sudah bangun, sepertinya tuan dan nona sedang tidur, jadi nona muda main dengan kakek ya," kata pak Tom.
"baiklah kakek, tapi bisakah aku makan ayam goreng tepung tidak," mohon Lily
"tentu nona," jawab pak Tom.
kepala pelayan menyuruh koki rumah memasak, sedang pak Tom menemani Lily yang sedang bermain di pinggir kolam khusus yang di buat oleh kakeknya.
dia sedang berenang dengan santai, sedang kedua orang tuanya masih saja bermain.
"sayang... hentikan Lily sudah main di bawah," kata Anastasya yang bisa mendengar tawa putrinya.
"tunggu sebentar lagi, uh..." kata Arkan yang sudah puas.
dia pun keluar dan akan menemani putrinya itu untuk bermain di kolam renang.
sedang Anastasya di suruh untuk beristirahat karena begitu kelelahan.
__ADS_1
"Lily mau berenang dengan papi?" tawar Arkan yang sudah siap berenang.
"boleh," jawab Lily yang langsung naik ke pinggir kolam.
Arkan melepaskan jubah handuk yang di pakainya, beberapa pelayan wanita terkejut melihat porposi dari tubuh Arkan yang begitu sempurna.
dengan perut berotot dan wajah tampan, penampilannya sangat membuat dirinya terlihat sempurna di mata Wanita.
terlebih rambut panjang yang di ikat menambah aura seksi pada pria itu, "hei tuan kamu ingin menggoda semua pelayan wanita!" teriak Anastasya dari balkon kamarnya.
"pak tolong minta semua pelayan pergi dari sini, jika tidak aku akan mencongkel mata mereka semua," kata Arkan dingin.
"baik tuan muda," jawab pak Tom.
"papi marah, kenapa ingin mencongkel mata mereka?" tanya Lily yang belum mengerti.
"tidak sayang, papi hanya tak suka ada yang melihat kita berenang seperti ini," jawab Arkan.
pria itu mengusir semua pelayan wanita, sedang Anastasya tersenyum melihat suaminya.
sedang para pelayan merasa kesal, karena tontonan mereka terganggu karena Anastasya.
"kenapa sih nona itu bangun, dia mengganggu kesenangan saja, kenapa tidak mati saja," kata para pelayan itu.
"tau tuh, sayang saja tuan muda itu bodoh, kenapa harus mau menunggu wanita koma dan tak berguna itu, sekarang mulai bertingkah padahal cuma wanita lemah," kata dua pelayan wanita itu.
Anastasya turun dari lantai dua dan mendengar suara kedua wanita itu, "memang kenapa? dia suamiku, sedang kalian itu cuma pelayan berani menghina pemilik rumah,apa kalian pantas dan sepadan, atau kalian lupa siapa aku," kata Anastasya dingin.
keduanya hanya melirik saja, Anastasya pun sadar jika sekarang dia tak di anggap ternyata oleh para pelayan.
dia mengambil pistol yang ada di lemari dan memasang peredam suara, "jadi kalian tak menganggap ku,"
"tidak nona," jawab mereka sambil tersenyum.
tak terduga Anastasya langsung menembak keduanya, pak Tom cuma berdiri dingin.
Keduanya pun langsung mati seketika, "cih.. gara-gara kalian, aku harus membunuh lagi, padahal aku sudah lama berhenti, jadi siapa lagi yang lupa jika aku adalah nona di rumah ini, akan ku kirim ke neraka bersama mereka," kata Anastasya.
"tidak ada nona besar," jawab semua pelayan yang ketakutan.
mereka lupa jika Anastasya adalah putri dari seorang mafia dingin nan kejam, bahkan Arkan juga tak segan membunuh orang juga.
"pak Tom tolong bereskan, dan jika kalian berani melihat suamiku, aku akan mencongkel mata kalian, ingat itu," kata Anastasya menginggatkan.
"baik nona besar," jawab semuanya.
__ADS_1
Anastasya pun keluar dan bergabung dengan suami dan putrinya yang sedang berenang.