Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
hanya kamu


__ADS_3

Anastasya pun hanya diam melihat sang Daddy pergi, bukan tak ingin membawa putrinya, tapi tuan akan rasa jika keluarga ini sudah sangat cocoknya untuk putrinya.


jadi dia tak tahu untuk meninggalkan Anastasya di rumah mertuanya itu.


Wulan pun mengajak menantunya itu masuk, Arkan akan menata baju istrinya nanti.


sedang sia susah minta tolong pada Faraz untuk membawa putrinya itu keluar terlebih dahulu.


Anastasya juga sudah di tangani oleh wulan, dia memilih duduk di depan pintu, dia tak ingin istrinya itu kabur darinya.


"Anastasya, tolong jangan seperti ini, Amma tau kamu sedih, tepi pergi meninggalkan Arkan bukan pilihan tepat nak," kata Wulan membujuk menantunya itu.


"aku tau Amma, tapi aku merasa buruk dan minder, mas Arkan begitu tampan dan idaman semua orang, sedang ku hanya istri yang mungkin di nikahi karena rasa balas Budi kan, jadi tak salah jika aku melepaskan dia agar suamiku itu bahagia," kata Anastasya


"pemikiran apa itu sayang, kamu tau setiap malam aku dan Lily berdoa untuk kesembuhan mu, dan saat kamu sembuh kamu kira aku tak bahagia, itu tak mungkin sayang..." saut arkan dari luar.


"terus terang aku minder mas, kamu begitu sempurna, tapi kenapa mau menungguku, padahal kamu bisa menikah lagi, dan sekarang kamu bis menikahi gadis itu," kata Anastasya.


"tidak bagiku hanya ada kamu di hidupku, kamu, kamu dan anak-anak kita," jawab arkan.

__ADS_1


melihat itu, Wulan memutuskan pergi karena ingin keduanya menyelesaikan semua masakan sendiri.


Arkan pun masuk dan ingin sekali memeluk Anastasya, tapi wanita itu menahan Arkan agar tak mendekat lagi.


"kenapa Sayang, aku ingin memeluk mu, tapi ada apa?" tanya pria itu


"tidak kamu baru saja memegang wanita lain," kata Anastasya lirih.


"kalau begitu tolong mandikan aku nyonya, karena pria ini tak akan pernah bisa mandi sendiri," kata Arkan memeluk Anastasya.


"dasar manja," kata Anastasya dengan senang.


arkan langsung mengendong istrinya ke kamar mandi, Anastasya selalu luluh dengan pesona suaminya itu.


sedang di pondok, Niken sedang di mandikan oleh Anna dan para pengurus wanita yang lain.


tak hanya itu mereka juga mengantikan baju wanita itu dengan busana muslim.


Niken hanya diam membisu, karena dia belum sepenuhnya sadar, terlebih setelah rukyah barusan juga belum membawa kemajuan.

__ADS_1


Anna pun tak mengira jika terlalu lama berada di dunia ghaib membuat wanita itu kondisinya memburuk.


bahkan wanita itu terlihat linglung tak jelas, Anna pun merasa kasihan tapi dia juga penasaran bagaimana istri Arkan yang begitu cantik.


cemburu dengan Niken yang berpenampilan biasa, bahkan wanita tadi juga begitu hebat dalam menjaga keluarga itu.


"kamu sedang memikirkan apa nduk," tegur umi Salamah.


"Anna hanya takjub tadi istri mas Arkan bisa melindungi mas Faraz dari mahluk jahat yang ingin mencelakai mereka, saat bahkan mereka tak bisa menjaga diri karena fokus kepada penarikan mbak Niken," kata Anna dengan kagum.


"asal kamu tau sayang, keluarga mereka dari dulu sangat hebat, itu seperti turun temurun, bahkan tak sembarang wanita bisa menjadi istri dari putra keluarga itu," terang umi Salamah pada putrinya.


"benarkah umi, wah berarti semua menantu keluarga mereka begitu hebat, padahal aku juga suka salah satu dari putra mereka," lirih Anna.


"benarkah siap?" tanya umi Salamah


"mas Adi..." jawab Anna.


"tidak bisa Anna, kamu sudah Abi jodohkan dengan seseorang," kata ustadz Arifin yang tak mengajak lewat di depan kamar putrinya.

__ADS_1


__ADS_2