Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
hantu gadis baru


__ADS_3

siang itu Anastasya sedang berada di restoran, dan putrinya tadi sudah di jemput oleh Raka.


terlebih ayah mertuanya juga bilang jika ingin mengajak Lily, Anand, Husna dan Aluna untuk main ke kota.


dia pun mengizinkan, terlebih arkan masih sibuk beradaptasi dengan pekerja barunya.


Sasa melihat sosok Tasya dengan wajah yang aneh, pasalnya wanita itu masuk ke restoran ini demi Arkan tapi malah sekarang hanya ada Tasya yang mengelolanya.


"kenapa kamu bengong,sudah lanjut kerja gih," kata Lina menegur Sasa


"iya mbak," jawab Sasa.


sedang di kampus, Faraz sedang duduk di kursinya sambil menutup mata.


tiba-tiba suasana terasa begitu dingin, bahkan Faraz bisa mendengar suara langkah kaki.


dia tetap tenang, dan terdengar pintu ruangannya terbuka, bahkan deritan pintu terdengar.


Faraz tetap menutup matanya, padahal ini masih siang hari, dia tak habis pikir siapa yang berani datang menemuinya.


suara langkah kaki mulai terdengar sangat keras dan jelas, dan suara gemerincing lonceng juga terdengar.


tiba-tiba langkah itu hilang, perlahan suasana kembali normal, Aira dingin itu pun lenyap.


tapi saat Faraz membuka mata, ada sosok wanita muda tersenyum menyeringai.


Faraz hanya melihatnya dengan dingin, seorang wanita yang penuh darah sedang duduk sambil memegang kepalanya yang putus dari lehernya.


bahkan tetesan darah melumuri semua meja dan ruangannya, gadis itu mengulurkan tangannya yang membawa kepalanya itu.


"tolong aku...." lirihnya.


Faraz hanya diam melihatnya, bahkan dia bisa melihat wanita itu menangis darah.


"bagaimana aku menolong mu," tanya Faraz.


"tolong temukan jasad ku, aku kedinginan di sini, dan kesakitan," jawab arwah itu.


"beritahu diriku, kamu mati kenapa, dan siapa kamu?" tanya Faraz yang mengambil buku dari rak buku miliknya.


"nama ku Sekar Anjani, aku mati di bunuh dengan cara di tabrak mobil hingga hancur," jawab arwah itu yang kini berdiri di belakang Faraz sambil memegang kepalanya.


Faraz pun meneteskan air matanya, saat tak sengaja tangan dari gadis itu menyentuh bahunya.

__ADS_1


Faraz seperti melihat potongan puzzle, dia melihat seorang gadis berlari ketakutan dari lantai dua dari sebuah gedung.


di belakangnya ada lima orang yang mengejarnya, gadis itu berlari turun ke lantai bawah.


tapi baru juga berlari untuk melarikan diri, sebuah mobil menabraknya dan membuatnya terjatuh dan terluka.


para pria itu pun menyeretnya, bahkan kerja menarik wanita itu dengan kasar.


"ayo ikut kami," kata pria bajingan itu.


Faraz menyaksikan perbuatan bejat mereka, wanita itu terus berontak saat ingin di lecehkan, dan dia pun berhasil melepaskan diri dari cengkraman pria-pria jahanam itu.


tapi kesalahan besar, saat dia berlari keluar dari gedung itu sebuah truk besar menabraknya hingga tubuhnya hancur.


dan kepalanya terpisah dari tubuhnya, Faraz hanya melihatnya dari kejauhan.


di sampingnya pun berdiri sosok arwah gadis itu sambil memegang rambutnya.


"kamu ingin aku melakukan apa? tubuhmu sudah di kebumikan bukan, jadi jangan membohongiku," kata Faraz yang melihat arwah gadis itu.


"tolong ketemukan kepala ku, karena aku di kuburkan tanpa kepala," katanya sambil memberikan kepalanya yang ternyata sebuah kepala monyet


"apa maksudnya ini?" bingung Faraz.


"baiklah aku akan membantu mu sebisaku," jawab Faraz.


Faraz pun terbangun dan melihat buku yang ada di tangannya, tiba-tiba muncul tulisan.


'Sekar Anjani, kepala hilang,'


Faraz pun menaruh buku itu ke dalam tasnya, dan memutuskan untuk mulai mengajar.


dia hampir telat, jadi dia sedikit buru-buru menuju ke kelasnya, tak sengaja dia menabrak seseorang.


tapi tiba-tiba telinganya berdenging hebat, dan membuatnya hampir pingsan.


dia tak tau kenapa dia mengalami kejanggalan ini, "pak Faraz tak apa-apa?" tanya pemuda itu.


Faraz bisa melihat wajah itu, wajah penuh nafsu yang mengejar Anjani, dan wajah ketakutan yang melihat tubuh Anjani terlindas truk.


"saya baik-baik saja, siapa namamu?" tanya Faraz.


"saya Egi Firmansyah, jurusan ekonomi bisnis, jadi mari kita berangkat pak, saya bantu," kata pemuda itu.

__ADS_1


Faraz pun perlahan bisa berduri, tapi dia terkejut saat melihat sosok Anjani yang mengikuti pemuda itu.


Faraz mencoba mengingat semua wajah dari pemuda yang ingin melecehkan Anjani


tapi dia tak bisa mengingatnya kecuali wajah Egi, Faraz pun masuk dan mulai kelasnya dengan serius.


tiba-tiba bayangan dari kejadian Anjani terulang, dan kini Faraz bisa melihat wajah kelima pemuda itu, dan sebagian besar ada di dalam kelasnya.


"sialan... kenapa mereka semua ada di kelasku, dan mereka bisa hidup dengan bahagia, tapi kenapa dengan korban yang harus jadi hal yang terluka," batin Faraz.


dia pun mengakhiri kelas, fan memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena dia tak bisa bertanya begitu saja.


Faraz hari ini kebetulan bawa mobil sendiri, dan saat akan pulang, dia melihat ada sesosok gadis kecil yang terlihat familiar.


dia pun berlari ke arah gadis kecil yang membawa kera putih itu, dia langsung mengendong Lily dan memeluknya erat.


"bagaimana bisa kamu disini?" tanya Faraz khawatir.


"loh ayah besar, tadi Lily di tempat bermain bersama Anand dan aunty serta embah kung, tapi saat Lily mau ke tempat mandi bola, tiba-tiba Lily malah sampai di sini, dan ada kakak aneh yang bawa kepala monyet, tapi dia sendiri tak punya kepala," jawab bocah itu.


"kamu yang membawanya!" marah Faraz pada arwah Anjani.


"tidak bukan dia, Lily sepertinya tersesat sendiri," jawab gadis mungil itu.


mendengar itu, Faraz langsung menghubungi Raka, dan mengatakan jika Lily baik-baik saja.


Raka yang sempat panik karena tiba-tiba cucunya itu hilang dan tak bisa ditemukan di manapun.


terlebih pusat perbelanjaan itu cukup ramai, tapi Raka heran bagaimana Lily bisa bersama Faraz.


tapi mereka memutuskan untuk membahasnya di rumah, dan Faraz juga ingin mengatakan semuanya.


Tasya sudah akan pulang, tak sengaja dia melihat hal yang aneh, "Sasa kamu sedang apa? dan apa itu di minuman jenis baru?" tanyanya dengan penasaran.


"ah ini hanya minuman dingin khusus diet saya mbak, tak ada yang istimewa," jawab Sasa tersenyum memamerkan cairan merah itu.


"baiklah kalau begitu, oh ya lain kali tolong profesional ya, jika kamu tak menyukai saya, tolong jangan di tunjukkan secara terang-terangan," kata tasya dingin.


"baik mbak," jawab Sasa kaget.


dia tak mengira jika wanita yang nampak cuek itu begitu sensitif, bahkan dia sadar jika Sasa tak menyukai kehadirannya.


Tasya pun akan pergi, saat sebuah pengumuman mengejutkan semua karyawan restoran.

__ADS_1


mereka bahkan tak mengira akan ada penilaian secara tiba-tiba seperti ini, dan yang membuat mereka kaget adalah konsekuensinya adalah pemutusan hubungan kerja sama.


__ADS_2