
Anand hanya terlihat bisa saja di peluk oleh Lily, tapi membuat dua pria dewasa itu kaget setengah mati, terlebih gadis itu terlihat senang dan tersenyum lebar pada Arkan dan Faraz.
keduanya hanya bisa mengeleng pelan melihat tingkah Lily, "ya Tuhan gadis gemol ayah besar, jangan begitu lagi ya, kasihan itu anand sudah segitu kamu tubruk juga," kata Faraz.
"owh... oke," jawab Lily tersenyum.
Arkan tak habis pikir melihat putrinya itu, karena gadis itu sangat ceria hingga jarang sadar jika sedang dia ejek.
terlebih setelah Arkan dan Tasya mengadopsi Adit sebagai anak mereka, jadi gadis itu memiliki dua pelindung.
sedang di rumah keluarga juragan Aris, Niken sedang duduk termenung.
dia masih terlihat sakit terluka dengan apa yang di ucapkan oleh Arkan kemarin.
dia tak sadar diri jika semua yang di katakan Arkan itu benar, dia tak berhak lagi karena pria itu sudah bahagia.
"aku harus maju dalam hidup ku, tapi bagaimana caranya, aku tak memiliki siapapun lagi untuk mendukungku, bahkan mas Faraz juga terlihat begitu tegas dan sedikit kasar padaku, memang ucapan ku ada yang salah," gumam Niken yang sedang duduk di pinggir pagar di lantai dua.
dari kejauhan Azam mengawasi Niken, dia duduk di pohon randu di samping rumah Faraz.
dan di pohon pisang di sampingnya ada sosok yang tersenyum melihatnya.
"idih... idih... ada genderuwo galau, cari mangsa bro jangan duduk diam disini, banyak tuh janda di desa ini, mau tua atau muda, bisa di sikat bro," ledek pocong yang berwajah burik dengan luka menghitam yang penuh belatung di wajahnya.
"apa maksudmu, tak semua genderuwo begitu, aku gak suka cari mangsa lagi, aku udah tobat," saut Azam.
"aduh kasihannya, bukankah kamu menantu yang sudah di buang oleh mereka? move on bro, lihat tuh ada wanita cantik datang," kata pocong itu sambil memainkan kakinya yang terbungkus kain kafan.
Tante Kunti datang sambil tertawa terbang kearah pohon yang tak seberapa besar itu.
tanpa di duga, kuntilanak itu malah menabrak pohon dengan keras hingga membuat pohon itu bergerak.
"Halah-halah.... kuntilanak baru ternyata, ngapain kamu?" tanya pocong hitam itu.
"halo pocong cerewet, lama gak ketemu, hi-hi-hi" kata mbak Kunti tersenyum kearah mereka berdua.
"Halah si kampret malah yang datang, udah jadi kuntilanak dari lama kok masih rem blong melulu, kamu gak capek nabrak pohon Mulu," omel pocong hitam itu sambil kesal.
__ADS_1
"woi santai bro, boleh ngomel, tapi itu belatung nyembur kemana-mana heh," marah mbak Kunti yang nemplok persis seperti cicak di pohon.
"huh, ngomel Mulu Luh, bikin kesal udah aku pergi aja," kata pocong hitam ngambek.
mbak Kunti pun duduk di dekat Azam, "halo penghuni baru ya, atau naksir tuh perempuan, eh tunggu.... kamu bukannya genderuwo yang kemarin terluka karena di serang burung milik mas ganteng ya?" tanya mbak Kunti.
"siapa, aku baru kesini dan tidak kemana-mana, lagi pula apa maksud dari di serang burung,emang burung apaan?" tanya Azam heran.
"gak tau, tuh burung warnanya putih, tapi bisa kebakar kalau marah, oh ya kasihan ya cantik-cantik jadi istri genderuwo," kata mbak Kunti kasihan melihat Niken.
"memang kenapa? bukankah enak ya," tanya Azam merasa kesal.
"ya kasihan aja, habis tuh genderuwo juga gak ngotak dih, masak suka sama gadis secantik itu, sedang dia item, buluan, burik tonggos apalagi tuh gigi udah gede tajam pula," kata mbak Kunti sambil menggeleng pelan.
Azam pun hanya bersabar saja, pasalnya itu memang benar-benar, dia memang berpenampilan sangat mengerikan jika tidak malih rupa.
"tapi anunya gede," kata Azam membela diri.
"gede-gede, tapi gak guna, dia itu makhluk paling gak setia kamu tau,"kata mbak Kunti yang seakan lupa jika di sampingnya itu adalah genderuwo.
"maksudnya?"
"aku genderuwo loh mbak,"
"owh... iya ya, paling kamu gak gitu kan, pasti dong, iya kan iya dong," kata mbak Kunti tersenyum mengerikan.
Niken yang dari tadi duduk termenung kaget mendengar suara kuntilanak itu.
saat dia ingin bangun, tangannya terpeleset dan terjun dari balkon itu, melihat Niken dalam bahaya.
Azam langsung melompat menyelamatkan wanita itu, tubuhnya terasa sangat sakit saat menyentuh Niken.
tapi Azam tak memperdulikannya, karena nyawa Niken adalah utama, setelah Niken di tanah dan aman.
Azam langsung pergi menuju rumah Arkan, dia terluka parah, karena berani menyentuh Niken.
dia pun tergletak tak berdaya, Ki Sesnag datang melihat kondisi dari Azam.
__ADS_1
"kamu kenapa Azam," kata Ki Sesnag panik.
"aku terluka karena menyentuh tubuh Niken," jawab Ki Sesnag.
Kong yang datang pun kaget melihat tubuh Azam yang terluka, bahkan bulu dari makhluk itu sampai ada yang terbakar.
"dia kenapa?" panik Kong melihat Azam.
makhluk itu langsung bergegas pergi mencari bantuan, Lily yang sedang di rumah kakeknya pun kaget melihat Kong yang kembali.
"ada apa kong," tanya Lily berbisik.
"cepat pulang, si Azam terluka, dan segera minta tolong papi mu untuk mengobatinya, kondisinya sangat parah," kata Kong panik.
tiba-tiba Lily menangis keras, Arkan pun sampai kaget, "ada apa Lily? kamu kenapa?" paniknya.
"Lily mau pulang, cepat papi... Lily mau pulang," tangis bocah itu.
"baiklah-baiklah kita pulang," jawab Arkan.
dia merasa ada yang tak beres, akhirnya dia pun sampai rumah, dan terdengar suara gerangan kesakitan di belakang rumah.
ternyata kondisi dari Azam memburuk, Arkan langsung mengobati mahluk itu, dan beruntung makhluk itu tak sampai musnah.
"untuk seminggu kedepan kamu harus diam tak boleh melakukan apapun yang menyita tenaga mu, sudah ku peringatkan jangan menyentuh Niken, atau ini yang kamu dapat," kata arkan.
"tapi kenapa tuan membuat Azam sampai seperti ini?" tanya kong.
"iya, papi jahat sekali," kata Lily melihat Azam.
"bukan papi Lily, tapi ayah besar mu, dia menaruh pagar ghaib yang entah dia buat bagaimana, hingga jika ada makhluk ghaib yang berani menyentuhnya, maka dia otomatis akan terluka parah, jangan ingat ayah besar mu itu orang biasa," kata Arkan mencubit pipi gembul putrinya.
Azam pun di bawa ke dalam ruangan khusus yang di buatkan Arkan di belakang rumahnya.
kong pun merebahkan tubuh Azam yang masih lemah, dia tak mengira jika Faraz bisa sampai sejauh ini.
hanya untuk melindungi seorang wanita seperti Niken, pasalnya Lily juga tak sepenuhnya menyukai wanita itu.
__ADS_1
terlebih setelah kejadian dimana Niken menghina Tasya, dsn merasa paling tau segalanya tentang Arkan.