Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
dia lebih beradab


__ADS_3

Arkan kembali bersama Faraz, keduanya pun bersama Lily dan kong.


Tasya langsung mengambil putrinya itu dari tangan suaminya, "apa itu tak masalah?"


"biarkan saja, dia sudah berani berjanji akan melawan mahluk itu, jadi tak perlu di pikirkan," kata Faraz yang memang sudah menantang ustadz Yunus dari awal.


"tapi kenapa wajahnya sudah babak belur?" tanya Arkan .


"itu Daddy yang menghajarnya, pasalnya dia tadi ingin melarikan diri," jawab tuan Alan.


"wah Daddy terbaik," jawab Arkan.


kini mereka hanya melihat sosok ustadz Yunus yang berhadapan dengan Azam yang sangat marah.


bahkan pria itu sudah ingin membunuh pria di depannya itu, "Azam, tenangkan dirimu, kita bisa membicarakan ini semua," kata Faraz.


"tidak bisa, aku harus membuatnya membayar segalanya," jawab Azam.


"kalian sudah tak memiliki hubungan suami istri, jadi kenapa kamu marah, ingat Azam jangan menyalahi kodrat mu lagi," kata aekan yang kini maju bersama Faraz.


"aku tau dan kalian berdua diamlah, aku ingin sekali membunuh pria ini, karena aku sangat membencinya, dia berani melecehkan Niken saat dia tak sadarkan diri, aku tau jika perbuatan dua putra ku salah, tapi dia juga tak harus melakukan tindakan men-ji-jik-kan itu," marah Azam.


"wah sepertinya sifat kalian terbalik ya," kata Arkan pada ustadz Yunus.


sedang pria itu pun mengeram marah mendengar ucapan dari Arkan, "tutup mulutmu, atau aku tak segan lagi,"


"ih takut... jika bisa coba lakukan ancaman mu, jangan hanya bicara omong kosong saja," marah Arkan melihat pria itu.


"bukan dia lawan mu, tapi aku, dasar ustadz gadungan,", marah Azam.


genderuwo itu pun langsung menyerang ustadz Yunus, tapi karena masih lemah, serangan Azam bisa di tangkis.


tapi yang tak terduga Arkan membantu Azam, sedang Faraz hanya menonton.


pria itu ingin lari tapi Faraz melemparkan sebuah batu hingga membuat pria itu tersungkur.


"hei jangan lari pengecut, kamu berjanji melawannya, Arkan biarkan Azam mulai melawan," kata Faraz.


Arkan pun berhenti dan kini Azam sudah ada di kendalinya, sepertinya Ki item yang menjadi penjaga mereka.

__ADS_1


Kini azam juga sudah menjadi pengikut Arkan, karena pria itu meminjamkan kekuatannya.


Azam langsung menyerang ustadz Yunus, dan ternyata pria itu cukup tangguh.


bahkan beberapa kali lemparan bola api pun bisa dia hindari, dan Azam tetap terkena pukulan dari ustadz Yunus.


perlahan tubuh azan makin besar dan matanya memerah, ternyata Arkan memberikan ilmu hitam yang dia miliki.


Faraz melihat adiknya itu tengah menyeringai, sedang Azam sudah benar-benar dalam kendali dari arkan.


ustadz Yunus terluka parah dengan cakaran cukup dalam di punggungnya.


"berhenti Azam, jangan sampai aku membakar mu," ancam arkan.


"tidak!!" teriak makhluk itu.


"nurut !!!" teriak Arkan yang langsung membuat pria itu terduduk.


ustadz Yunus yang melihat kejadian itu pun kaget, pasalnya baru kali ini dia bisa melihat pria yang bisa mengendalikan makhluk astral.


Faraz dan Arkan pun tak mengira jika ustadz Yunus itu sangat pengecut, dia melarikan diri saat mereka masih mencoba mengendalikan Azam.


"dia benar-benar mengelikan," gumam Faraz.


"masih marah, sudah seharusnya kamu tak menganggu dia, kalian berbeda alam, pernikahan kalian salah, terlebih kamu membantu dukun itu, dan sekarang ini yang jau dapat," kata Faraz.


"aku mencintainya, aku ingin bersamanya," kata Azam sambil mengeram marah.


"apa kamu membuatnya bahagia saat bersamamu," tanya Faraz.


"ya dia bahagia," jawab Azam yakin.


"kamu yakin dia bahagia dalam ilusi yang kalian ciptakan, aku bertanya apa dia bahagia saat tau siapa kamu dan keluarga mu secara utuh, tanpa sihir dan ilusi," kata Faraz lagi.


"bagaimana bisa seorang manusia bahagia di dunia kami, jika dia tau siapa aku pasti dia akan sangat ketakutan mungkin," kata Azam.


tanpa dia duga, keluarga juragan Aris datang ke tempat Arkan, mereka turun dari mobil dan melihat kedua pria itu sedang bertanya pada makhluk.


"lihat dia datang, kita lihat apa dia takut padamu," kata Faraz yang berdiri dan menunjukkan sosok genderuwo itu.

__ADS_1


Aris langsung menghalangi ayu dan Niken, sedang kedua pemuda itu juga melakukan hal yang sama.


"kenapa kalian memanggil kami, padahal makhluk itu kemarin ingin mencelakai kami!!" marah juragan Aris.


"bagaimana bisa, dia saja baru lepas dari belenggu, makhluk apa yang om Aris bicarakan?" tanya Arkan bingung.


"jangan bilang ini akal-akalan dari ustadz gadungan itu lagi, ya tuhan kenapa kalian mempercayai dia dengan begitu buta," kata Faraz.


mereka pun diam, mata makhluk itu terus melihat kearah Niken, entah keberanian dari mana Niken mendekati makhluk itu.


dia pun duduk di depan mahkluk itu, "aku tak tau kamu siapa? tapi aku seperti pernah melihat mu," kata Niken.


"lihat dia tak takut padamu, tapi ilusi mu membuat dia dan keluarganya terluka, jadi kamu sekarang ingin bagaimana," tanya Arkan.


"maafkan aku, awalnya aku memang ingin memiliki dia karena permintaan dukun itu, terlebih karena keistimewaan Niken, sekarang aku sadar jika kami tak bisa bersama, maafkan aku... dan aku akan terus melindungi mu sampai kamu mendapatkan suami yang baik, yang mau menerima masa lalu mu," kata Azam.


"mulai hari ini aku akan mengabdikan hidupku pada mu tuan," kata Azam yang kemudian menghilang.


sebuah kalung berbanding merah jatuh saat tubuh Azam menghilang, Niken mengambil kalung itu.


sebuah ingatan kembali di kepalanya, dia ingat. bagaimana dia dan Azam menjalani pernikahan bahagia.


bahkan menantikan kehadiran buah hati mereka, dan ada satu ingatan yang membuat Niken menangis.


dan tanpa di sadari Arkan dan Faraz juga bisa melihat itu semua.


Niken pun sudah di selamatkan oleh ustadz Yunus, tapi pria itu sempat tergoda saat melihat tubuh bagian atas Niken.


entah setan dari mana, pria itu berani menyentuh tubuh itu, setelah itu dia pun pergi ke tubuhnya.


"ustadz biadab, kenapa kita harus mengenal pria itu," gumam Faraz marah


Niken sudah pingsan, dan Tasya meminta mereka membawa Niken masuk kedalam rumah.


akhirnya Tasya membantu menyadarkan Niken, sedang Faraz dan Arkan masih memikirkan cara bagaimana membuat pria itu kapok.


terlebih mereka tak ingin kejadian ini menimpa wanita lain yang di manfaatkan oleh orang seperti pria itu.


sedang ustadz Yunus yang sampai di pondok sudah pingsan karena luka itu.

__ADS_1


ustadz Arifin meminta beberapa santri untuk mengantarkan pria itu ke runah sakit agar mendapatkan pertolongan.


sedang Anna hanya bisa menjaga Azizah, terlebih bayi mungil itu masih butuh penjagaan


__ADS_2