Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
orang kaya baru


__ADS_3

Adit dan Lily sudah duduk di meja makan bersama arkan, sedang Tasya masih menyusui Linga.


"cepat sarapan ya sayang, setelah itu papi akan mengantar kalian berdua untuk ke sekolah ya," kata Arkan.


"iya papi, tapi kali ini kita bawa bekal apa? Lily mau somay," kata gadis kecil itu.


"kebetulan tadi papi sempet bikin meski gak banyak, nanti kalian kasih tau rasanya enak atau enggak ya, dan Adit punya kakak papi buat ada sambalnya terpisah,siapa tau kamu mau pedes," kata Arkan.


"terima kasih papi," jawab Adit dan Lily.


mereka berdua pun memakai tas mereka dan berpamitan, Tasya memberikan uang saku sepuluh ribu pada keduanya.


Adit membawakan bekal Lily karena takut adiknya itu keberatan, Afit bahkan membukakan pintu mobil untuk Lily.


"terima kasih mas," kata Lily.


"sama-sama," jawab Adit yang duduk di samping Arkan.


mereka pun di antar ke sekolah, sesampainya di sana, mereka pun langsung turun dan masuk kedalam kelas.


Lily terlihat begitu ceria sama bersama Afit, bocah ini makin terlihat kalem dan begitu murah senyum saat dengan Lily.


tapi saat bertemu dengan orang lain, keseringan Adit memasang wajah tak suka, bahkan pernah menatap datar seseorang karena melihat tingkah orang itu.


Arkan menuju ke area pasar untuk belanja beberapa keperluan rumah, ya dia tak keberatan untuk melakukan itu.


"Bu tolong ikan dorang satu kilo isi lima, dan ikan asap emasnya dua belas potong ya," kata Arkan.


"siap mas," jawab penjual itu, setelah dapat ikan, kini Arkan membeli keperluan yang lain.


tak sengaja dia menabrak seorang pria yang terburu-buru untuk lari, dia pun hanya mengeleng pelan.


saat dia melihat ada dua orang pria yang sedang bertransaksi, terlebih dia sudah tau apa yang mereka perjual-belikan.


Arkan ingin pulang tapi dia kaget saat melihat begitu banyak mobil yang membawa barang elektronik.


Arkan mengantri untuk lewat, tapi karena kesal dia pun memilih memutar sedikit jauh agar bisa segera pulang.

__ADS_1


ternyata mbak Utami sedang di rumahnya, "pagi calon ibu mertua," kata Arkan menyapa wanita itu.


"apa? kamu jangan ikut-ikutan bikin kesel ya Arkan," kata mbak Utami.


"enggak kok, aku kan cuma nyapa," jawab Arkan tersenyum.


"duh papi suka sekali meledek mbak Utami, sudah cepat di bersihkan itu ikannya, dan tolong lihat Linga yang sedang tidur ya," kata Tasya.


"siap sayang," jawab Arkan.


semua ibu yang sedang belanja pun bersorak mendengar panggilan itu, Arkan ini tipe pria yang seperti Raka tak pernah bisa jauh dari istrinya.


hari ini Niken mulai mengajar, Aryan sudah bertemu dengannya tadi, sekarang mereka menuju ke kelas yang harus Niken ajar.


seorang gadis baru datang dengan melompat pagar sekolah, melihat itu Aryan pun hanya tak habis pikir dengan gadis itu.


"hei kamu ingin mati di tangan ku!!" marah Aryan.


tapi gadis itu langsung lari kedalam kelas, "dia murid bermasalah?" tanya Niken.


"owh begitu, baiklah bapak kepala sekolah saya izin mengajar dulu ya," pamit Niken dengan senyum ceria.


"baiklah, ingat jika butuh apa-apa kamu bisa bilang padaku," jawab Aryan.


mereka berpisah, dan Niken mulai menjalankan tugasnya sebagai guru, dan untuk pekerjaan ini dia tak boleh main-main.


"eh ibu-ibu tau gak, pak Helmi sekarang kaya loh, tadi saya lihat dia belanga begitu banyak barang," kata ibu-ibu yang sedang belanja.


"iya Bu, tadi saya lihat ada tv, kulkas, mesin cuci dan juga ada sofa, lemari juga," jawab ibu yang lain.


"wah ternyata dia diam-diam kaya ya, padahal selama ini cuma jualan sate," kata ibu yang lain.


Arkan keluar dengan Linga di gendongannya, "memang kenapa sih ibu-ibu, harusnya kalian bersyukur jika ada teman atau keluarganya yang kaya dong, Alhamdulillah," kata Arkan.


"abu mas, bukan masalah kayanya, tapi aneh saja orang selama ini dia hanya jualan sate, terus kaya semalam kan aneh," kata ibu yang menyahut.


"ibu pernah dengar gak, sate gagak yang bisa membawa kekayaan?" tanya mbak Utami.

__ADS_1


"oh pernah-pernah, bukankah itu sangat mengerikan ya, tak mudah untuk jualan sate gagak dan itu bisa membuat penjualnya mati jika tak bisa berdagang," kata ibu yang menyahut.


"tak separah itu Bu, hanya saja kalian harus siap melihat berbagai bentuk makhluk astral, dan uang yang kalian dapat itu biasanya namanya uang ghaib, saat di belikan uang itu bisa hilang setelah kalian pergi dari toko itu, jadi biasanya pemakai uang itu akan menyebar secara rata," terang Arkan.


"enak dong di pelaku, gak enak di pemilik tokonya," kata ibu-ibu.


"itu tau, jika praktek seperti itu sangat merugikan pihak yang menerimanya, jadi jangan macem-macem bagi yang mau coba," kata Arkan yang melihat keenam ibu-ibu itu.


tak lama pak Helmi benar-benar berubah menjadi orang kaya beri di kampung.


bahkan dalam hitungan Minggu dia sudah membeli dua mobil dan membuka banyak cabang warung sate.


tapi yang membuat aneh, meski punya warung, pak Helmi tetap berjualan sate sambil mendorong gerobak sampai malam.


malam itu Faraz menunggu pak Helmi lewat tapi pria itu sudah kehabisan sate yang dia bawa.


"maaf mas, satenya sudah habis," kata pak Helmi.


"saya tak mau beli sate itu kok, tapi aku ingin beli sate yang ada di dalam sana, dengan harga berapa pun, itu untuk peliharaan saya," kata Faraz


"saya minta lima juta lima ratus," Jawab pak Helmi.


"baiklah, ini uangnya tolong mulai di masak satenya,"kata Faraz.


akhirnya psk Helmi memasak, Faraz sudah melihat beberapa mahkluk astral mendekati gerobak itu.


tapi Faraz mengusir mereka dengan mudah, setelah selesai, Faraz langsung membawa sate itu masuk untuk buruk peliharaannya.


dan pak Helmi buru-buru berangkat ke area makam keramat karena dia sedikit telat dari biasanya.


baru juga masuk, dia sudah di sambut oleh semua orang tak kasat mata, mereka menunggu sate jualan pak Helmi.


bahkan dia menambahkan darah gagal untuk bumbu di satenya dan makin menambah kesukaan para makhluk itu.


malam ini pak Helmi benar-benar panen besar, semua sate yang dibawa habis, bahkan dia memesan gagak makin banyak dari para pencari burung.


bukan apa dia tak ingin kehilangan kesempatan untuk makin menjadi kaya, terlebih dia ingin menambah usahanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2