Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
arwah penasaran


__ADS_3

tiba-tiba Arkan ingat dengan pria itu, "ah sialan, aku ingat dia, sepertinya kita dalam masalah lagi, dia datang ingin balas dendam,"


"bismillah saja lah, aku juga berharap keluarga kita tak dalam bahaya terus, kadang aku merasa lelah dengan Semuanya," terang Faraz.


siang ini, tuan Alan meminta Tasya untuk menjemput kedua anaknya di sekolah karena mereka belum bisa pulang.


karena dia ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan mbak Utami, terlebih wanita ini sekarang masih belum bangun.


dia sedang kelelahan, karena melayani tuan Alan yang memiliki stamina sangat tinggi.


"kamu mau kemana sayang?" tanya Arkan melihat Tasya yang siap pergi.


"aku ingin menjemput anak-anak di sekolah, titip Linga ya sayang," pamitnya.


"baiklah kamu hati-hati ya," kata arkan yang tak mungkin pergi karena ada tamu di rumah


sepeda motor yang di gunakan oleh Tasya tiba-tiba mogok sebelum keluar rumah.


dia sedikit merasa aneh, "sayang lebih baik tetaplah di rumah, biar aku yang menjemput mereka," kata Arkan.


"baiklah," jawab Tasya.


saat Arkan menyalakan motornya, tiba-tiba motor itu seperti ada yang mengendalikan hingga Manarik gas dalam dan melesat cepat dan menabrak tembok rumah.


beruntung tadi akan bisa menghindar, "sialan... sepertinya arwah ini ingin menantang ku, aku tak boleh diam seperti ini, aku harus melindungi semua keluargaku, terutama anak dan istri ku," gumamnya.


"kamu gak papa bro?" tanya Faraz.


"iya aku gak papa, sudah aku pergi dulu ya, pinjam mobilmu Nino," kata Arkan.


akhirnya Arkan sampai di sekolah, dan ternyata anak-anak baru keluar dari sekolah.


terlihat Lily dan Adit berjalan menuju ke arah Arkan, saat Lily berlari terlebih dahulu.


sebuah cabang pohon yang cukup besar patah dan jatuh, beruntung Adit menarik Lily hingga keduanya jatuh bersama.


"Lily!!!" teriak arkan melihat kejadian itu.


tapi dia bisa bernafas lega karena putrinya baik-baik saja, dan begitupun dengan Adit.


Arkan langsung memindahkan batang pohon itu karena menimpa beberapa murid lain.


"tolong yang terluka bawa ke mobil saja, biar saya antar ke rumah sakit," kata Arkan


tiga guru yang ikut mengantar ke klinik, Arkan merasa aneh karena barang pohon itu jatuh tepat saat Lily ingin lewat.


"sudah ayah, ayo kita pulang, sepertinya Lily juga syok," ajak Adit.

__ADS_1


"baiklah, kita pulang ke rumah," kata Arkan.


mereka pun memutuskan untuk pulang, Lily terlihat masih diam meski Adit sudah memberikan dia minum.


sesampainya di rumah, Arkan langsung mengendong putrinya dan membacakan ayat kursi dan meminta Lily minum air yang sudah di do'akan agar tak terus seperti ini


"ada apa? sepertinya baru saja ada yang terjadi?" tanya Faraz melihat keponakannya.


"hanya sedikit kecelakaan, beruntung Adit bisa melindungi Lily, tapi ini sangat aneh," kata Arkan.


"sejujurnya papi,semalam Adit melihat ada sosok yang berdiri di depan rumah dengan wajah hancur, dia ingin masuk tapi tak bisa, tadi saat di sekolah juga, Adit bisa nrkihat sosok itu berjalan di sekitar sekolah, tapi tak bisa masuk," kata Adit.


"apa mungkin Devan jadi arwah gentayangan dan ingin menuntut balas pada kita?" kata Faraz menebak.


"memang iya, tujuannya adalah anak-anak ku," kata Arkan


Faraz pun tak mengira jika akan seperti ini, Nino juga tak bisa membantu.


"sayangnya di pondok sedang berduka, jika tidak aku bisa membantu mu untuk membereskan arwah itu," kata Faraz.


"tidak perlu, biar aku yang selesaikan semuanya sendiri, karena ini demi keluargaku," jawab Arkan.


Faraz pun mencoba mencari akal untuk memancing arwah itu, tapi mungkin itu akan sangat sulit.


tapi Arkan meminta bantuan Nino untuk melaksanakan rencananya nanti malam.


sore hari tuan Alan dan mbak Utami sudah pulang karena permintaan Arkan.


"sebelumnya aku minta maaf pada ibu dan bapak, sebenarnya kami harus melakukan sesuatu, dan kami ingin kalian menjaga ketiga anak kami di rumah, jika memang terjadi sesuatu pada kami, tolong rawat mereka dan besarkan mereka seperti anak kalian sendiri ya," kata Arkan.


"kamu itu ngomong apa, seperti mau mati saja, jangan harap bisa melakukannya itu, kalian harus kembali," kata tuan Alan.


"baiklah pak, aku titip anak-anak, mereka semua sedang tidur di kamar kami, kami sengaja memberikan obat agar mereka tak menganggu kalian dengan pertanyaan-pertanyaan mereka," kata Tasya.


"baiklah, kalian pergilah dan tolong selaku hati-hati ya," kata mbak Utami.


mereka pun berangkat mengunakan mobil sedan berwarna hitam, mereka berdua sudah memakai baju yang biasa di gunakan saat seperti ini.


mereka pun sampai di perumahan, semua sudah masuk dan mengunci pintu rumah sesuai instruksi dari Arkan.


mereka pun sampai di puing-puing bangunan rumah mewah yang kini sudah rata dengan tanah.


Arkan melihat ada sebuah sesaji di pojok tempat itu, "pantas dia berubah seperti ini, ternyata ada yang sengaja membuatnya jadi arwah seperti ini,"


"memang kenapa, kamu takut pria busuk," saut suara pria itu.


Arkan dan Tasya langsung berdiri berdampingan, terlihat sosok itu berdiri dengan daging di kaki yang hancur hingga tampak tulang.

__ADS_1


belum lagi semua organnya berceceran terseret di tanah, dan separuh tubuhnya itu sedang remuk.


"aku ingin membuat mu ikut dengan ku ke alam baka," kata arwah Devan.


"tapi aku belum tiba waktuku untuk bertemu tuhan," jawab Arkan yang kemudian maju.


tiba-tiba arwah yang sudah porak poranda itu berubah jadi sosok Devan yang sempurna.


"kalau begitu aku akan membunuhmu dan kemudian aku bisa makan daging anak-anak mu," kata Devan yang kemudian menyerang Arkan.


entah kenapa Arkan sangat kuwalahan kali ini, terlebih arwah Devan seperti tak bisa terluka.


"apa yang terjadi," gumam Arkan mengeluarkan tombak Cokro Geni miliknya.


dan menyerang sosok Devan lagi, Arkan lupa jika tombaknya tidak bisa melukai arwah sebelum dia menjadi padat.


Tasya memanggil busur panah pasopati dan ikut menyerang arwah itu.


arwah Devan perlahan kehabisan energi, tapi di situlah Arkan mulai lengah.


arwah Devan menusuk perut arakan dengan kuku tajamnya, kini tinggal Tasya yang melawan arwah itu.


Arkan ingin bangkit tapi tak bisa, terlebih dia sudah tak memiliki kekuatan hitam di tubuhnya.


sedang Tasya juga bukan tandingan dari arwah itu. Tasya terpental setelah mendapat cakaran dan juga tendangan dari Devan.


Tasya pun tersungkur dan dia tak bisa bangun lagi, "lihatlah kalian berdua hanya manusia lemah, asal kalian tau jika aku sebentar lagi akan kekal dan abad-"


Arkan kaget melihat tombak Cokro Geni miliknya bisa menembus dada arwah itu.


ternyata di balik tubuh arwah Devan, ada sosok yang berdiri tanpa takut sedikitpun.


"kamu berani melukai orang tua ku, aku akan membuatmu musnah dari dunia ini, kamu bukan lawan ku karena aku adalah maut bagi siapapun yang melukai mereka!!!" teriaknya.


bahkan mata itu berubah jadi merah, dia menarik tombak Cokro Geni dari tubuh arwah Devan yang kemudian perlahan-lahan berjatuhan jadi abu.


"argh.... bocah sialan ini!!!" teriak Devan kesakitan.


dia pun mengambil busur pasopati milik Tasya, dan dengan mudah mengikat busur itu.


"kamu tak pantas berada di sini, kamu arwah penasaran yang menyusahkan dan bisa membuat orang lain kehilangan orang tercintanya, dan dengan ini aku akan membuatmu jadi abu, dan siapapun yang menjadi orang di balik mu itu juga kan ikut musnah bersama mu!!!" teriaknya menarik busur pasopati dan melepaskan anak panah api itu.


benar saja saat menembus tubuh arwah Devan dan langsung membumi hanguskan arwah itu.


anak panah itu kini melesat jauh dan jatuh di tengah hutan dan membakar sebuah gubuk dan memanggang pria itu hidup-hidup.


tanpa di duga busur pasopati pun patah di tangan Adit, Tasya dan Arkan pun menangis melihat putranya itu.

__ADS_1


"ya Allah..." tangis Keduanya yang pecah menyaksikan putra mereka kini benar-benar jadi pelindung keduanya.


__ADS_2