
"apa sakit mas?" tanya Lily menyentuh luka milik Adit
"Lily sayang, kasihan mas Aditnya dong," kata Tasya.
"habis muka mas Adit dari tadi gak ada ekspresi mami," kata Lily yang juga heran.
Tasya pun yang punya firasat buruk langsung melihat Adit dengan mata batinnya.
ternyata dia kaget melihat sosok Adit yang terlihat aura yang begitu kuat berwarna ungu dan merah gelap.
Tasya kaget pasalnya pertama kali dia melihat sosok Adit adalah memiliki aura yang berwarna hijau dan nila.
"Adit sedang memikirkan sesuatu?" tanya Tasya yang tau jika ada sesuatu yang di sembunyikan.
"mami, bolehkah aku membenci seseorang, karena dia telah menyakiti ku?" tanya Adit.
"mami juga tak tau sayang, karena dulu mami juga persis seperti mu penuh dendam dan amarah, tapi semua berubah saat mami bertemu papi, karena papi pernah bilang lebih baik memaafkannya dari pada membawa dendam itu di hati, dan nanti bisa jadi penyakit hati," terang Tasya
"mami yakin?" tanya sdit tak yakin.
"ha-ha-ha kamu tau saja, padahal papi mu juga tak mempergunakan itu," kata Tasya yang juga merasa geli jika ingat semua itu.
karena Arkan memang seorang pria yang penuh dengan nasehat, tapi sayang jarang di gunakan sendiri.
"mas Adit mau susu coklat gak?"
"Lily jahat nih, orang aku sukanya susu vanilla, itu kan susu kesukaan mu," kata Adit.
"wah itu beneran mas Adit, Tante tolong susunya," panggil Lily.
"apa? kamu hanya melihat dan yakin mana yang asli hanya dari Adit yang di tawari susu," bingung Mbah Utami.
"karena bagi mas Adit semua makanan bisa dia makan, kecuali susu coklat, itulah kenapa aku sangat mengenalnya," kata Lily memeluk Adit.
"adik mas Adit memang pintar," kata Adit senang.
Lily dan Adit pun minum susu dan kemudian di minta istirahat, dan Tasya mencari tau siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan beruntun itu.
bahkan Nino datang untuk meminta keterangan dari mbak Utami, "jadi Nino siapa yang mengemudikan mobil naas itu, dan juga truk yang mengalami rem blong juga?" tanya Tasya.
"mobil itu mengalami gagal mengerem karena botol air mineral mengganjal pedal rem, jadi mobil itu menabrak semua orang, sedang untuk truk itu, pengemudi bilang dia tak bisa mengendalikan truk yang dia setir hingga menabrak toko itu," jawab Nino.
"innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, terus bagaimana dengan pengemudi mobil itu?" tanya mbak Utami khawatir.
"dia kritis, dan dia adalah Niken," jawab Nino yang makin mengejutkan semua.
"Niken? bagaimana dia bisa ceroboh, sepertinya bukan tipe wanita itu?"
__ADS_1
"aku juga tak tau, tapi sekarang putra mu viral karena di sebut anak tuhan atau bocah super karena bisa selamat dari kecelakaan mengerikan itu," kata Nino.
"karena dia memang bukan putra biasa," saut Arkan yang sudah pulang bersama tuan Alan.
"papi dan Daddy sudah pulang," kata Tasya senang memeluk suaminya.
tak lupa dia juga menyapa tuan Alan juga, "kenapa kamu heran saat yang kau bicarakan itu putraku," kata arkan yang duduk di depan Nino.
"ya tapi itu mengejutkan saja, bagaimana bisa bocah sekecil itu bisa selamat,"
"sudah-sudah itu berarti Adit itu masih memiliki umur yang panjang, sekarang masih butuh apa lagi Nino," tanya tuan Alan.
"sudah selesai tuan, itu saja pertanyaan ku, aku bersyukur karena semuanya sudah selesai, dan supir truk di tetapkan sebagai tersangka, kalau begitu saya permisi," pamit Nino.
mereka pun pergi, Arkan dan tuan alat bergegas masuk untuk melihat Adit.
tapi saat mereka sampai ternyata Lily dan bocah itu sedang tidur saling bergandengan tangan.
"lihatlah mereka yang saling menjaga, tapi bagaimana bisa ada kecelakaan separah itu," gumam tuan Alan tak percaya.
"Adit memiliki mulut yang sedikit bahaya, apapun yang dia ucapkan saat marah akan jadi kenyataan, dan untuk truk itu, aku butuh menyentuhnya agar bisa tau sebenarnya apa yang terjadi," terang Arkan.
"kalau begitu ayo, Daddy juga tak ingin pria itu lepas begitu Saja setelah mencelakai keluargaku," gumamnya.
mereka pun menuju ke tempat kejadian, karena semua bangkai kendaraan masih di sana.
"kamu siapa? jika ingin bantuan, kamu harus berubah jadi mode cantik dulu," perintah Faraz.
arwah itu berubah, tapi itu malah membuat Faraz kaget melihat wajah arwah itu.
"Niken..."
"halo mas Faraz, kenapa wajah mu syok begitu, ha-ha-ha-ha," tawa wanita itu.
"tidak... kamu tidak mati bukan?" tanya Faraz dengan raut kaget
"aku tidak tau, sekarang sepertinya tubuhku ada di rumah sakit," kata Niken.
mendengar itu, Faraz langsung bergegas menuju ke rumah sakit,karena dia butuh nrkihat sendiri keadaan dari Niken.
dia harus memutar karena ada kecelakaan antar truk yang menghalangi jalan, dan dia pun sampai setelah tiga puluh menit.
dia melihat ada sosok juragan Aris dan Ayu yang sedang menangis di depan ruang operasi.
"Tante .. om?" panggil Faraz.
mereka masih nampak syok, Faraz pun menghampiri dokter yang melakukan operasi pada Niken,
__ADS_1
"dokter bagaimana kondisi Niken?" tanya Faraz.
"anda kekasihnya, dia mengalami luka serius di kepala, dan juga tulang kaki dan tangannya patah, dan kami harus melakukan operasi besar untuk menyelamatkan paru-paru pasien yang tertusuk tulang rusuk," terang Faraz.
mendengar itu tubuhnya lemah hingga jatuh terduduk, itulah kenapa dia melihat sosok Niken berlumuran darah.
"tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan nyawa putriku dokter," mohon Aris.
"baiklah kalau begitu saya butuh donor darah dari pihak keluarga," kata dokter.
"aku punya darah yang cocok," kata Faraz.
akhirnya Juragan Aris dan juga Faraz mendonorkan darahnya untuk Niken.
sedang arwah Niken terus menemani sang bunda, Arkan dan Aryan yang mendapatkan kabar buruk itu pun bergegas ke rumah sakit.
mereka juga ingin mendonorkan darahnya untuk Niken, Arkan meminta tolong pada tuan Alan.
dia meminta mertuanya itu untuk mendoakan Niken agar bisa selamat.
setelah melakukan donor, Arkan mencoba menyentuh arwah Niken.
tiba-tiba sebuah bayangan terlintas, dia sedang tidak fokus dalam mengendarai mobil dan hampir menabrak Adit.
tiba-tiba dia di tarik ke sebuah mobil yang melaju kencang, lagi-lagi karena dia bermain ponsel hingga tak sadar sekitarnya.
akhirnya mobil itu menabrak begitu banyak orang, dan Niken sendiri sudah terluka sangat parah.
"apa kamu bisa melihat sesuatu? kenapa Niken bisa menabrak begitu banyak orang?" tanya Faraz.
"apa dia menerima kabar buruk? karena dari penglihatan ku dia terus melamun dan bermain ponsel seperti menunggu pesan dari seseorang, hingga membuatnya tak fokus," kata Arkan.
"dia syok karena mendengar berita pertunangan dan pernikahan Faraz dan Anna, dan yang paling membuatnya terluka saat bertemu dengan Anna, dia berbohong jika tak mencintai Faraz, padahal dia sangat mencintai Faraz, di hari dia ingin mengatakan perasaannya tapi malah mendengar berita itu," kata Ayu.
"sudah bunda, ini adalah pilihan nak Faraz, mungkin Niken hanya salah mengartikan sikapnya," kata juragan Aris.
"itu ayah benar, jangan di ambil hati, aku baik-baik saja dan aku tak menyukaimu kok mas Faraz," panik Niken.
Faraz hanya diam, "kalau begitu, Tante dan om, saya ajak dia pulang dulu ya, dan kamu tetap di sini, dan sebisa mungkin coba kembali ke tubuh mu," bisik Arkan pada arwah Niken.
arwah gadis itu pun mengangguk, dan Faraz berada di mobil yang di kemudikan oleh Arkan.
"apa pilihan ku salah?" tanya Faraz.
"tentu saja tidak, kamu mencintai Anna, dan Anna pun sama jadi tak ada yang salah," terang Arkan.
mereka pun sampai di rumah Arkan, ketiganya pun masuk, dan sudah di sambut semua orang.
__ADS_1
orang tua mereka juga datang untuk melihat kondisi dari Adit, Faraz juga tak mengira jika bocah seperti Adit bisa lolos dari maut.