Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
masih kilas balik


__ADS_3

Arkan pun merasa sedih, dia baru ingat jika Anastasya juga membantunya, bahkan dari keterangan semua keluarganya.


akhirnya Arkan memohon pada Wulan dan Raka untuk ikut ke Singapura, selain untuk menghadiri wisuda.


dia ingin membicarakan hal yang penting pada keluarga Anastasya, terlebih dia sudah melihat jika Niken juga sudah bahagia.


Arkan langsung mengajak mereka semua ke Singapura bersama, sesampainya di negara itu tapi mereka memilih untuk ke apartemen milik Arkan dulu untuk beristirahat.


sedang Arkan mencari sosok Anastasya di kampus, karena dia tak tau apapun tentang gadis itu, tapi gadis itu sudah tak datang beberapa hari.


akhirnya beruntung Arkan bisa bertemu dengan teman dekat Anastasya.


"Vivian, kamu tau dimana Anastasya?" tanya Arkan menahan gadis itu.


"kenapa kamu mencarinya, dia sangat sedih bahkan sudah dua hari ini mengurung dirinya sendiri di rumah," ketus gadis itu.


"tolong bisakah aku bertemu dengannya, aku yakin hanya dengan bantuan mu aku bisa menemuinya," kata Arkan memohon.


"tidak semudah itu, terutama Daddy dari Anastasya sangat melindungi gadis itu," kata Vivian.


"kalau begitu tolong berikan aku alamatnya saja, biar aku mencarinya," mohon Arkan.


Vivian pun memberikan informasi alamat dari rumah gadis itu, dan tanpa menundanya dia langsung menuju ke alamat itu.


Arkan sampai tapi dia sudah di tahan oleh begitu banyak pengawal dari Allan Alexandre Gilbert.


"tolong, biarkan aku menemui Anastasya sebentar saja, karena aku ingin bicara padanya," kata Arkan.


"tolong pergi, nona dan tuan besar tak ingin berbicara dengan Anda, jadi tolong pergi," kata Arkan.


"tidak akan, sebelum Anastasya mau menerima ku, aku tak akan pergi dari sini, karena aku kesini bersama keluarga ku demi dirinya," kata Arkan menantang semua pengawal itu.


Arkan menunggu di depan pintu gerbang rumah mewah itu, bahkan dia tak peduli dengan panas yang begitu menyengat itu.


perlahan-lahan langit mulai mendung hitam, rintik hujan pun turun, Arkan tetap berdiri di depan rumah itu.


Anastasya yang baru bangun tidur pun heran saat keluar dari kamar, "ada apa sih bik?"


"itu non, ada orang aneh yang ingin bertemu tuan dan nona, tapi dia tetap berdiri di tengah hujan lebat, padahal dari pagi sudah berdiri kepanasan," jawab para pelayan itu.


mendengar itu Anastasya langsung menuju ke ruang pemantauan, dan mendorong para pengawas ruangan itu.


"kenapa kalian biarkan dia kehujanan, dia itu masih sakit!" marah Anastasya.

__ADS_1


dia pun berlari keluar rumah, Allan melihat dari lantai dua rumahnya, "cegah Anastasya," perintahnya.


tapi wanita itu tetap berlari, dua pengawal pengawal menghadangnya, tapi Anastasya menghadapinya hingga tumbang.


tak lama ada lima pengawal yang juga datang, Anastasya tak berhenti di sana.


melihat Anastasya yang di tahan dengan kasar, Arkan marah dan langsung menerobos masuk.


amarahnya memuncak, para pengawal tumbang dengan mudah, bahkan dia bisa membunuh hanya dengan satu tangan.


dia mematahkan leher pria itu seperti mematahkan lidi, "lepaskan dia!!" teriaknya membuat semua pengawal mundur.


Anastasya berlari memeluk Arkan, tapi sayangnya saat Anastasya memeluk pria itu.


Arkan malah pingsan karena kondisinya yang drop, Anastasya memeluk Arkan erat.


"kenapa kalian diam, cepat bantu!!!" teriak Allan melihat putrinya yang masih memeluk tubuh pria di tengah hujan.


akhirnya Arkan di bawa ke dalam rumah, dan Allan memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan pria muda itu.


sedang Anastasya sedang marah pada daddy-nya, pasalnya gara-gara daddy-nya itu Arkan malah pingsan.


Arkan membuka mata, dan melihat Anastasya di sampingnya sambil menangis.


"kenapa kamu menangis, aku ingin minta maaf, dan aku sudah membawa orang tuaku untuk meminang mu untuk jadi istriku," kata Arkan dengan lemah.


"tidak aku jujur, meski aku belum bisa mencintai mu, tapi bisakah kamu membantuku untuk menumbuhkan cinta itu Anastasya," kata Arkan masih lemah.


mendengar permintaan Arkan, Anastasya langsung mengangguk dengan cepat.


"terima kasih Anastasya," kata Arkan yang memeluk gadis itu.


"ya Allah Arkan, belum mahram," kata Raka kaget melihat putranya.


"maaf ayah, aku terlalu senang," jawab Arkan tersenyum.


sedang Anastasya tak percaya dan langsung menekuk Wulan, bahkan dia mencium akibat yang ada di gendongan Wulan.


"Amma mau membantuku untuk jadi istri yang sempurna untuk putra anda kan?" mohon Anastasya.


"tentu nak, dan terima kasih sudah membuat putra kami kembali pada kami lagi," kata Wulan.


Anastasya mengangguk, pernikahan kembali di laksanakan tapi kali ini di Singapura.

__ADS_1


dan pesta mewah di lakukan oleh Allan, terlebih Anastasya adalah putri tunggalnya satu-satunya.


mereka semua seakan melupakan sesuatu yang penting, keluarga Arkan pulang setelah melakukan semua hal yang di butuhkan.


sesampainya di rumah, Faraz kaget melihat sosok dari nyai Nawang, ternyata Aryan juga melihatnya.


"eyang uti," panggil keduanya.


"kenapa kalian membiarkan Arkan menikahi wanita tanpa mengatakan apapun padaku, sekarang minta dia bawa istrinya pulang kesini," kata nyai Nawang yang nampak marah.


"tapi ada apa eyang, bukankah itu untuk kebahagiaan Arkan, kenapa eyang begitu marah," kata Faraz.


"kalian tidak tau, jika istri Arkan yang manusia biasa itu bisa dalam bahaya jika Arkan lepas kendali dan keris yang tak sempurna itu bisa membunuhnya," bentak Nyai Nawang.


mendengar itu, Aryan dan Faraz kaget, tapi mereka juga bingung bagaimana meminta pria itu untuk menundanya.


"ayah sepertinya Anastasya dalam bahaya, kita lupa jika di tubuh Arkan ada keris yang tak sempurna," kata Aryan.


"tenanglah,Ki Antaboga sudah mengamankan keris itu dan suatu saat akan di turunkan kepada anak Arkan, dan dia yang akan menyempurnakan keris itu," jawab Raka.


mendengar itu nyai Nawang pun merasa senang, dia tidak ingin menghalangi kebahagiaan dari pemuda itu.


Arkan mengajak Anastasya pulang ke desa setelah dua bulan menikah, itupun setelah dapat izin dari ayah mertuanya.


sesampainya di desa, mereka pun mengadakan pesta pernikahan untuk Arkan.


semua orang kaget pasalnya pernikahan itu terjadi tak lama setelah pernikahan dari aryan.


tapi semua tak khawatir karena keluarga itu adalah keluarga yang mengerti adat dan agama.


"Amma, aku boleh bertanya?" kata Anastasya yang duduk di samping Wulan setelah pesta usai.


"iya sayang, ada apa?" tanya Wulan lembut.


"Amma semalam aku bermimpi, seekor ular berkepala naga melingkar di perut ku, dan dia tak menyakitiku, bahkan mas Arkan bilang jika itu adalah Mbah buyut, aku tidak mengerti Amma?" tanya Anastasya.


"apa kalian sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya Wulan pada menantunya itu.


"iya Amma, setelah pernikahan, kami melakukannya cukup rutin," jawab Anastasya malu sambil berbisik.


"insyaallah kamu sebentar lagi hamil anak yang akan jadi hebat dan kebanggaan keluarga kita, dan ular naga itu adalah leluhur yang selama ini menjaga suamimu, dan sekarang akan menjaga calon bayi kalian, karena keluarga kita memiliki khodam dari mereka lahir," kata Wulan.


"apa aku hamil, tapi aku memang sudah telat tiga Minggu ini," kata Anastasya.

__ADS_1


Arkan terbatuk-batuk mendengar itu, pasalnya dia tak ingat karena terlalu sering meminta jatah.


"Hem... ketahuan, pasti nih anak gak tak sadar jika istrinya tak mens," kesal Raka menjitak kepala putranya itu.


__ADS_2