Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
maafkan aku mami...


__ADS_3

Adit mendekati kedua orang tuanya, dia pun kemudian menyentuh perut Arkan dan tidur di samping pria itu.


"tolong jangan buat papi sakit, biar aku yang sakit saja ..." kata Adit begitu lirih.


"tidak Adit..." kata Arkan yang sudah dengan suara lemah.


Nino datang dan mengambil Adit yang sudah pingsan, tapi saat mengendong bocah itu, ternyata ada bercak darah.


ketiganya pun di bawa ke rumah sakit, Arkan harus lagi dan lagi masuk ruang operasi untuk menutup lukanya.


tapi yang aneh luka pria itu tak terlalu parah, begitupun dengan Tasya.


sedang Adit yang tadi sempat teluka kini bocah itu sedang duduk dengan baju yang penuh darah.


"ayo om bantu ganti baju dulu ya," ajak Nino.


"Adit bisa sendiri, dimana toiletnya?" tanya bocah itu.


"Briptu Aji, tolong antar dia ke toilet dan tolong jangan tinggalkan bocah ini sendiri," kata Nino.


"baik komandan," jawab anak buah Nino.


Adit berjalan sambil menenteng tas dari salah satu toko baju, setelah sampai toilet Adit pun masuk dengan tenang.


kong sudah menunggu di dalam dan membantunya untuk bisa melihat ke arah kaca.


"kong, kenapa aku bisa merusak busur milik mami, itu busur sakti bukan?" tanya Adit bingung.


"Mai sesakti apapun busur itu, itu hanya benda yang bisa tidak, terlebih keinginan mu saat ingin menyelamatkan keduanya bisa membuatmu makin sakti, seperti halnya saat Lily dan Utami, kamu bisa kembali bangkit meski kamu bisa terluka parah," terang kong.


"owh begitu, kalau begitu aku akan terus melindungi mereka," kata Adit.


polisi yang di minta untuk menemani adit pun merasa aneh mendengar Adit berbincang dengan seseorang.


dia pun memutuskan untuk masuk, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Adit melayang, padahal yang sebenarnya Adit menginjak kaki kong.


Adit pun langsung melompat turun, "ada spa om?"


"tidak, jika sudah selesai ayo kembali, takutnya orang tuamu susah siuman," kata Briptu Aji.


Adit pun mengangguk, dia berjalan santai saja, tapi tidak dengan polisi di samping Adit yang nampak gelisah.


dia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat, bocah itu melayang.

__ADS_1


keduanya sampai di ruang rawat dari Tasya, ternyata Arkan juga berada di ruangan itu.


Adit mendekati ke arah Tasya dan tersenyum, melihat Adit baik-baik saja, Tasya pun merasa senang.


"bagaimana kamu bisa berada di tempat itu bak, padahal tadi mami sudah memberikan kalian semua obat tidur," kata Tasya


"mami lupa jika putri mami sering minum susu milikku, dan saat Adit tau mami dan papi mau bertarung melawan setan, Adit bersembunyi di bagasi mobil yang tidak terkunci, kemudian saat sampai Adit turun setelah papi mami mulai melakukan pemanggilan arwah itu," jelas Adit.


"sepertinya dia punya bakat menyelinap ya, dan tak ku sangka Lily bisa seperti itu," kata Arkan yang mendengar semuanya.


"papi... apa lukanya sakit?" tanya Adit.


"tidak, terima kasih sudah menjadi penyelamat kami ya nak," lirih Arkan.


di rumah tadi sempat panik karena Adit yang menghilang dari kamar utama.


tapi saat Nino menghubungi jika Adit baik-baik saja dan bersama dengannya, kedua orang itu pun merasa tenang.


sedang di rumah Adi, Anna nampak begitu sedih setelah tau segalanya, ya Adit yang ternyata tak ingat apapun.


sekarang dia rasanya tak berguna sedikitpun, tubuhnya sudah kotor belum lagi kebencian dari keluarganya yang makin membuatnya frustasi.


"Anna makan dulu..."


dia pun pasrah jadi bahan pelampiasan kemarahan Anna, terlebih setelah semua yang dia lakukan.


Adi sebenarnya susah tau siapa yang membuatnya seperti ini, dia hanya tak percaya jika ilmu hitam masih ada.


"Faraz apa benar pria ini yang di lihat arkan,dia adalah anak buah ku di kodim, mungkin dia sudah merencanakan semuanya," kata Adi menunjukkan sebuah foto.


"iya, dia sudah tak suka dengan ku, karena kamu selalu unggul di mata para pembina, jadi dia berusaha memfitnah mu, tapi sekarang senja sudah berakhir, jadi sekarang mulai lembaran hidup mu lagi tapi kali ini bersama Anna," kata Faraz.


"tapi dia sepertinya sangat membenciku...."


"mungkin tak sepenuhnya, sudah di coba dulu dong, masak mantan anggota TNI bisa lembek begini, usaha dong," kata Faraz menasehatinya.


Adi hanya bisa mengangguk saja, dia memang sedikit kurang paham mengenai wanita, terlebih dulu pernikahannya juga sudah kandas.


tapi menurut Faraz, AFI bisa dengan mudah di pengaruhi ilmu hitam karena kondisinya yang sedang sedih dan drop.


terlebih setelah pria itu kehilangan putra semata wayangnya karena sakit.


padahal bocah itu selama ini terlihat sehat, dan putra Adi meninggal dunia karena serangan jantung.

__ADS_1


terlebih obesitas yang menjadi pemicunya, di tambah kegiatan dari bocah itu yang tiba-tiba meninggal mendadak.


itu seakan menjadi pukulan terbesar untuk Adi dan keluarga. terlebih putra Adi adalah cucu pertama dari Mbahde Rizal.


"Anna maafkan aku, aku tau ini semua salahku, kamu bisa melakukan apapun pada ku," kata Adi.


"kamu ingin lepas tanggung jawab, aku tak memiliki siapapun, dan sekarang kamu minta aku untuk melupakan semuanya, kamu jahat!!" teriak Anna


"bukan begitu, jika kita menikah, aku takut kamu akan terluka karena menikahi pria gagal dan tak berguna seperti aku," kata Adi.


"kamu bukan tak berguna, hanya saja kamu itu terlalu baik mas," kata Anna.


sedang sekarang, Faraz sedang duduk berhadapan dengan umi Salamah dan beberapa pengurus pondok pesantren.


"ada apa nak Faraz mengumpulkan kami di sini?" tanya umi Salamah.


"umi... saya ingin mengembalikan kunci ini pada umi," kata Faraz menaruh kunci itu di meja.


"loh kenapa mas, anda ini penerus dari ustadz Arifin, tolong jangan seperti ini, karena ini wasiat beliau dari lama," mohon pak Abu.


"bukan saya menilai, saya hanya tak bisa tinggal di lingkungan yang seperti ini, setelah apa yang saya jelaskan, umi sepertinya belum bisa memaafkan Anna, jadi untuk apa saya yang tidak di dengarkan ini menjadi pemimpin di sini," kata Faraz.


"bukan begitu, tapi karena mereka, Abi..."


"tidak umi, mungkin itu memang sudah takdir abi, dulu Kalila pernah dengar Abi berdoa, dia ingin meninggal dunia tanpa menyusahkan keluarganya, hanya saja mungkin alasan kak Anna saja yang membuatnya jadi kenyataan, Kalila tau umi jika permintaan ini berat, tapi Kalila mohon umi... pasti Abi ingin melihat kita semua rukun dalam mengelola pondok pesantren ini," mohon Kalila yang membantu Faraz.


"kalian berdua..." kata umi Salamah.


Faraz pun kini juga duduk bersimpuh di depan wanita sepuh itu, dia dan Kalila masih memohon.


sebenarnya mereka tau jika umi salamah selalu menyayangi Anna lebih dari Kalila.


"baiklah, tapi bak Faraz dan Kalila harus jadi pengurus yang baik dan segera berikan cucu pada umi ya, untuk menjadi obat hati umi," kata umi Salamah.


"baik umi," jawab Kalila yang mengejutkan Faraz.


pasalnya dia belum pernah melihat wajah Kalila dari dulu, bukan apa Kalila dari kecil sudah di biasakan oleh ustadz Arifin menjaga auratnya.


dan hingga sah pun, Kalila masih belum menunjukkan wajahnya kepada Faraz.


"baik umi... besok biar saya hubungi mas Adi, dan pernikahan mereka bisa di langsungkan di pondok," kata Faraz.


"tunggu tapi pernikahan kalian berdua," tanya umi Salamah.

__ADS_1


"tenang umi, pernikahan kami sudah sah secara hukum, karena aku sudah mengesahkan semuanya di pengadilan umi, jadi semuanya beres," jawab Faraz tersenyum.


__ADS_2