Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
penasaran


__ADS_3

Ki Arya melihat keduanya, "ada apa? jika ingin bertanya silahkan," kata Faraz yang menyimpan buku miliknya.


"aku dengar, kalian baru saja membantu seorang wanita untuk kelas Dari suami ghaibnya? apa benar?" tanya pria itu.


"kamu pasti penasaran bukan, iya tapi tidak sepenuhnya lepas, terlebih mahluk itu tak bisa mendekat karena sedang tersegel saja," jawab Faraz.


"pasti arkan yang melakukannya?" tebak Ki Arya.


"tentu saja tidak, itu adalah Anastasya istri dari aekan, tapi sayangnya mereka akan pindah sepertinya," kata Faraz yang mengejutkan Ki Arya.


"kenapa? bukankah mereka menetap disini?" tanya pria itu.


"hei jangan menebar omongan aneh, aku hanya pindah rumah bukan pindah negara, sudah ayo pulang," ajak arkan yang datang dengan mobilnya.


"sialan, ku kira kalian benar-benar akan pergi," kesal Ki arya.


"tidak, kami hanya pindah rumah ke desa mu, karena istriku ingin Jami hidup mandiri," jawab Arkan.


"berarti kalian akan tinggal di rumah yang ada di samping penggilingan padi itu," tanya Ki Arya.


"benar sekali, mungkin besok kami menyuruh orang untuk membersihkannya, kalau boleh tolong bantu mengusir para penghuninya ya," kata arkan


"baiklah, karena kita teman aku akan membantumu," jawab Ki Arya.


sedang Faraz juga akan pindah ke rumah yang di sediakan oleh Aris, terlebih pria itu masih khawatir pada putrinya, terlebih dia tak ingin menyulitkan kedua orang tuanya.


Faraz akan tinggal di rumah yang berdekatan dengan rumah Aris, sekalian menjaga Niken.


pasalnya wanita itu terus terlihat seperti orang yang kehilangan atau bahkan sering seperti orang linglung.


setelah mengantarkan Ki Arya, Arkan dan Faraz pun sampai di rumah.


keduanya selalu mencuci kak dan tangan sebelum masuk rumah, dan setelah itu mereka memutuskan untuk bergabung baju sebelum tidur.


keesokan paginya, Arkan dan Tasya sudah pergi terlebih dahulu bersama putri kecil mereka.


ya pagi itu mereka ingin membersihkan rumah yang akan mereka tinggali.


meski bergaya Jawa klasik, tapi rumah itu begitu nyaman dan adem, Lily juga bisa bermain dengan kera peliharaannya.


untuk masalah hantu atau apapun yang ada sudah tidak ada, dan rumah juga di lindungi oleh Ki Sesnag.

__ADS_1


sedang Faraz pagi ini sudah menuju ke ruko yang di berikan oleh Aris yang tepat di depan rumah keluarga itu.


di bagian bawah Faraz menjadikan ruang itu sebagai garasi dan lantai atas sebagai kamar tidur karna dia masih sendiri.


Niken datang membawa makanan dan minuman untuk Faraz, "selamat siang pak dosen, ini makanan Aan minuman dari bunda,"


"terima kasih ya, oh tunggu dulu Niken, boleh aku melihat telapak tangan mu?" kata Faraz yang memang cukup lama tak memeriksa wanita itu.


Niken mengulurkan tangannya, dia tak keberatan karena Aris bilang jika Faraz akan tinggal di sana demi membantu mereka.


"apa ada kejadian buruk akhir-akhir ini?" tanya Faraz yang melihat bekas memar di tangan wanita itu.


"semalam aku mengalami kejadian aneh, seperti ada yang mengawasi ku, dari mulai di kamar mandi hingga saat aku akan tidur, tapi saat aku membaca doa, tiba-tiba perasaan itu sudah hilang begitu saja," jawab Niken.


"sholat mu terus di tingkatkan, dan ingat selalu biasakan membaca tasbih saat kamu tak memiliki kegiatan, jamu tak boleh bengong," kata Faraz


"ya bagaimana tidak boleh bengong kalau tak ada kegiatan?" tanya Niken.


"kamu butuh kerjaan, kamu bisa membantuku untuk mengecek semua hasil tugas teman-teman mu," kata Faraz enteng.


"apa? ya Tuhan anda benar-benar dosen paling menyebalkan," kata Niken.


"tapi aku adalah dosen paling muda dan tampan bukan," kata Faraz.


mereka pun berbincang, Faraz senang melihat perubahan Niken yang perlahan.


gadis itu mulai terlihat sehat, tapi memang aura yang di miliki wanita itu masih tercampur dengan aura Azam.


itu yang di takutkan oleh Faraz jika wanita itu masih menjadi incaran makhluk astral lainnya.


Arkan sudah selesai membersihkan rumahnya, suasana rumah memang di buatkan tetap seperti konsep jaman dahulu.


bahkan dia sengaja membeli ranjang kayu dengan hiasan kelambu untuk kamar utama dan kamar putrinya.


teras juga sangat luas, jadi mereka menaruh semua kursi untuk tamu di depan, dan di dalam rumah hanya ada ruang keluarga.


jadi dia tak akan khawatir saat putrinya itu berlarian saat bermain, Tasya membawa minuman untuk para pekerja yang sudah membantu mereka beres-beres.


"Monggo sekeceaken..." kata Tasya.


"terima kasih Bu juragan," jawab para pekerja.

__ADS_1


Lily sudah senang berlarian karena tak takut menabrak barang, sedang Arkan mengambil uang untuk membayar mereka semua.


"pak sesuai perjanjian ya, dan besok jangan lupa penggilingan harus buka loh," kata Arkan


"siap pak bos, tapi pak bos yakin tinggal di rumah ini, padahal rumah ini terkenal angker loh," kata pak Sugeng.


"gak ada yang angker pak, kayak tidak kenal kami saja, lagi pula kami juga harus mandiri kan," kata arkan.


"pak bos benar, terlebih Juragan sepuh juga masih ada dua gadis kecil yang butuh kasih sayang," jawab pria itu.


sebenarnya itu bukan alasan sebenarnya, tapi karena Arkan yang sadar jika Nayla yang merasa iri terhadap istrinya itu.


terlebih Nayla kira semua yang Anastasya beli atau pun Lily itu di belikan oleh Wulan atau Raka.


padahal itu adalah pemberian dari Daddy Alan, Nayla seakan lupa siapa ayah dari istrinya.


bahkan uang bulanan khsus untuk jajan Lily saja bisa di gunakan untuk membeli mobil SUV baru.


itulah kenapa dia dan Tasya memutuskan pisah rumah, meski awalnya Raka menolak keputusan itu.


tapi karena bujukan dari Wulan akhirnya pria itu mengizinkan, bahkan Faraz juga melakukan hal yang sama.


tapi dengan alasan berbeda, dia tak nyaman dan ingin belajar mandiri untuk menata masa depan.


Ki Arya datang bertamu sambil membawa buah-buahan kesukaan Lily.


"halo gadis cantik, aduh makin pintar saja," kata pria itu mengacak rambut Lily.


"Reina kasih pakde," jawab Lily polos.


mendengar panggilan Lily, aeksn ingin tertawa, sedang yang di panggil pakde pun hanya bisa pasrah.


"tumben datang, kalau mau ngambil putriku jadi mantu, no way ya," kata Arkan


"ngambil mantu piye maksud e, nikah saja belum kok," kesal Ki Arya pada temannya itu.


"ha-ha-ha... maaf lupa," jawab Arkan tertawa.


Tasya datang membawa minuman dan cemilan, saat dia ingin ke belakang, Arkan menahannya dan meminta dia untuk duduk bersama.


"mas, pekerjaan ku masih banyak," jawab wanita itu

__ADS_1


"tidak apa-apa duduk saja dulu, kamu harus mengenalnya, Ki Arya pria paling sakti di dunia perdukunan," kata Arkan mengenalkan temannya itu.


__ADS_2