Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
Anand dan Adit


__ADS_3

Lily mengambil jeruk dari tas Anand, dan langsung membagikannya pada teman-temannya .


tak hanya itu dia juga membagikan kue yang tadi di bawakan oleh Tasya .


tak lama terdengar bel masuk kelas , Lily langsung menarik tangan dari Adit.


"kalian berdua sangat jahat,kenapa malah meninggalkan ku disini," marah Anand.


"kamu sendiri yang disana bukan salahku dong" jawab Lily


akhirnya Anand berlari mengejar Lily dan Adit, ketiganya pun masuk dan ternyata guru mereka mengadakan ulangan dadakan.


disaat semua terdengar suara keluhan, tidak dengan Lily, Adit dan Anand.


mereka pun melalui ulangan selama satu jam itu dengan mudah, bahkan terkesan sangat mudah.


setelah selesai ketiganya mengumpulkan jawaban dan di suruh keluar.


Lily mengambil jeruk dan Adit dengan senang hati mengupas kan kulit jeruk itu.


"hei dia bukannya lumpuh hingga semuanya harus di layani seperti ini," jawab anand yang kesal.


"kamu kenapa sih, kenapa ketus begitu, dasar aneh deh," kesal Lily melihat sepupunya itu.


"iya tak masalah, aku tak keberatan dengan hal sekecil ini kok, kamu mau di bantu juga?" tawar Adit.


"tidak usah, aku masih bisa mengupasnya sendiri," jawab Anand.


Adit pun tertawa dan mulai makan, punya Lily sudah habis, dan Adit tak segan membagi miliknya.


"berhenti memanjakan dia, karena dia bisa manja nantinya," kata Anand tak suka.


"iya maaf Anand, ini terakhir ya,karena kasihan Lily jika masih ingin makan jeruk," jawab Adit.


sedang di rumah Tasya sedang membersihkan tubuhnya karena begitu gerah karena kegiatannya.


Arkan sudah di penggilingan di samping rumah sambil mengawasi semua usaha miliknya.


Arkan juga mendapatkan pesan untuk datang ke rumah orang tuanya, karena Arkan sudah lama tak mengunjunginya.


Tasya sudah sibuk membuatkan beberapa kue yang dia dapat dari Facebook.


Tasya pun mulai membuatnya, tapi tak butuh waktu lama karamel yang dua buat gosong.


akhirnya dia pun membuatnya lagi secara perlahan dan akhirnya berhasil.


Tasya bukan ingin bermalas-malasan dan tak ingin belajar masak.

__ADS_1


tapi dia masih kesulitan mengikuti resep Nusantara, karena dia terbiasa memasak makanan western.


tak butuh waktu lama kue sarang semut pun jadi, bahkan keu itu terlihat begitu cantik.


Tasya menyimpan kue untuk putri kecilnya nanti. dan dua bersiap-siap untuk menjemput Lily di sekolah.


karena letak sekolah cukup jauh dari rumah, itulah kenapa Lily selalu di antar jemput setiap hari.


Tasya pamit pada Suaminya untuk menjemput putrinya, Tasya menuju ke sekolah ternyata anak satu sudah bubar.


Tasya mencari sosok putrinya dan juga anand, terlihat tiga anak itu sedang bermain.


"Lily," panggil Tasya.


"mami ..." jawab Lily yang langsung berlari menghampiri ibunya itu.


Tasya memeluk Lily erat, dan kedua bocah laki-laki itu pun menghampiri Tasya.


"ayo mami antar pulang sekalian, tapi kita makan bakso dulu yuk," ajak Tasya.


"iya mami..." jawab ketiganya.


mereka pun masuk kedalam mobil dan Tasya langsung menuju ke tempat penjual bakso langganan Tasya yang menurutnya sangat enak.


mereka berempat pun duduk di bawah pohon sambil menunggu bakso yang mereka pesan.


pertama mereka mengantarkan anand, Lily sempat menyapa kakek neneknya dan berjanji nanti sore akan datang lagi.


kini mereka menuju ke rumah Adit, Tasya menyempatkan diri untuk turun untuk melihat kondisi dari kakek nenek Adit.


Tasya pun menyapa semua orang sekitar, dan dia langsung menuju ke rumah itu.


ternyata keduanya sedang duduk di dapur, "assalamualaikum..." salam Tasya


"waalaikum salam, loh ibu juragan, Monggo silahkan duduk," kata embah uti.


"sudah embah duduk saja, saya kesini hanya ingin mengantarkan Adit, oh ya le, ini ada ponsel jika ada apa-apa kamu harus menghubungi mami ya nak," kata Tasya.


"baiklah aku mengerti mami," jawab Adit.


Tasya dan Lily akhirnya pamit pulang, dan mereka berdua tertawa dengan sangat bahagia.


beberapa pria tak mengira bisa melihat seorang wanita yang begitu cantik.


bahkan meski tertutup hijab lebar dan gamis tapi tak menutupi kecantikan dari wanita itu.


sedang di rumah, Arkan sedang berdiri di depan mertuanya yang datang dan lupa tidak di jemput.

__ADS_1


beruntung tuan Alan bisa menemukan alamatnya karwna bertanya di bantu supir taksi dari bandara.


"kamu tau jika Daddy belum sepenuhnya bisa bahasa Indonesia," kata tuan Alan


"maaf ya Daddy, tapi sebentar lagi Tasya dan Lily juga pulang, Daddy masuk ya, mas ini ongkosnya terima kasih sudah mengantarkan orang tua saya," kata arkan memberikan uang pada supir taksi itu.


"iya mas terima kasih," jawab pria itu.


sedang di kampus Niken sedang bimbingan dengan Faraz untuk skripsinya.


"kamu ini sebenarnya kenapa, aku sudah bilang untuk menggantikan bab ini, kenapa kamu tidak menggantinya," kata Faraz yang langsung mencoret bab itu


"maaf pak dosen, tapi aku sedang sangat repot akhir-akhir ini karena harus sering melakukan rukyah dengan ustadz Yunus," jawab Niken


"aku tidak mau tau, baca buku ini dan segera perbaiki, aku kasih waktu seminggu, dan jika masih belum selesai, aku akan membuatmu dapat nilai yang tak akan membuat mu lulus ingat itu," ancam Faraz.


"maafkan aku, tapi kenapa aku masih harus di rukyah karena kondisiku baik-baik saja," jawab Niken.


"kemarikan tangan mu, biar aku lihat dulu nadi mu," kata Faraz yang langsung menyentuh tangan Niken.


Faraz pun di tarik ke sebuah ingatan yang membuat pria itu marah. Niken sedang berada di hutan.


ternyata ustadz Yunus sudah membunuh dua anak dari Azam, itu makin memancing kemarahan dari makhluk itu.


dan sekarang yang terancam bukan hanya Niken, tapi juga Lily sebagai keturunan dari arkan dan Tasya.


karena yang bisa menghancurkan rantai itu hanya gadis itu, Faraz pun menarik tangannya.


"apa kamu ingat jika pernah hamil dan melahirkan?" tanya Faraz.


"tidak, aku Mana mungkin bisa seperti itu, aku kan wanita baik-baik," jawab Niken.


"sialan, kenapa harus membuat mu lupa, bagaimana pun kamu harus bisa ingat masa lalu," gumam Faraz yang marah.


"tapi aku tak mengerti apa maksudnya, lagi pula aku merasa sekarang lebih baik," jawab Niken.


"baiklah, kalau begitu aku sudah tak di butuhkan, jadi mau tidak mau, bisa tidak bisa selesaikan skripsi mu dan aku tak menerima apapun, dan sekarang pergi dari ruangan ku sekarang!!!" jawab Faraz mengusir wanita itu.


"baiklah aku mengerti, permisi pak Faraz," pamit Niken yang bingung dengan perubahan mood dari Faraz yang tiba-tiba marah.


Niken pun keluar dengan marah, dia langsung menuju ke tempat teman-temannya.


tapi saat dia mau masuk ke ruangan kelas di lantai tiga, dia tak sengaja mendengar suara-suara aneh dari lantai itu.


dan saat dia mencarinya ternyata di sebuah gudang ternyata Lena sedang bermain di atas tubuh dari dekan.


sekarang dia mengerti kenapa Lena bisa memiliki begitu banyak barang-barang mewah.

__ADS_1


__ADS_2