Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
Kong kehilangan kekuatan


__ADS_3

Tasya menyiapkan makanan untuk ketiga kesayangannya, terlebih ketiganya baru saja mengalami hari yang sulit.


"papi... ajak anak-anak makan dulu yuk, Papi juga belum makan apapun," kata Tasya.


"iya mami, beruntung pertapaan kali ini selesai lebih cepat kalau tidak bisa bahaya," kata Arkan mencium tangan istrinya itu.


Tasya mengangguk, tuan Alan yang baru pulang dari rumah sakit karena menjengguk mang Yono.


"bagaimana kondisi mang Yono Daddy?" tanya Tasya yang khawatir.


"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan baik,dan polisi akan meminta keterangan dari mang Yono," jawab tuan Alan


"baiklah, Daddy juga makan dulu," kata Tasya.


mereka pun makan bersama, Nino menghubungi Faraz untuk datang ke kantor polisi.


pria itu sampai di kantor polisi, Nino menyambutnya dan langsung mengajaknya untuk melihat para begal yang ketakutan.


"tolong lihatlah, apa mereka berbohong atau bagaimana, karena Dati tadi mereka bicara omong kosong," kata Nino tak Hanis pikir.


"apa maksudmu, memang mereka mengatakan apa?" tanya Faraz yang melihat tak ada aura yang aneh dari ketiga orang itu.


"mereka bilang jika bocah laki-laki itu membunuh kedua teman mereka, bahkan di tebas hanya dengan satu kali sabetan," jawab Nino.


"bagaimana mungkin, memang siapa bocah itu?" tanya Faraz tertawa.


"Adit dan Lily, mereka bilang karena mereka ingin melecehkan Lily, itulah Adit mengambil celurit dan membunuh dua pria yang bisa berukuran Lina kali tubuhnya," kata Nino.


tapi tawa Faraz menghilang dari bibir pria itu, terlebih mendengar nama Adit dan Lily.


"seharusnya kamu bilang dari awal, kita ke rumah arkan dan hanya berdua, dan ingat tetap awasi mereka bertiga," kata Faraz yang nampak heboh.


keduanya menuju ke rumah keluarga arkan, ternyata Arkan sudah menunggu kedatangan keduanya, bahkan sudah di sediakan kopi.


"duduklah, aku tau kalian akan datang, jadi mau tanya yang mana?" kata Arkan dingin.


"apa yang di ceritakan Nino benar, bagaimana bisa?" tanya Faraz bingung.


"seharusnya kamu tak terburu-buru ke sini, karena ketiga pria yang kamu tangkap pasti sedang berusaha membunuh diri mereka sekarang," jawab Arkan tersenyum.


Nino tertawa, tapi sebuah telpon membungkamnya, "apa? mereka mencoba bunuh diri?"

__ADS_1


Faraz melihat saudaranya itu, itulah kekuatan kebencian Faraz, kamu belum pernah melihatnya.


kamu juga pernah melakukannya Faraz membunuh beberapa orang tanpa sadar.


"tapi bagaimana bisa, aku memang keturunan dari Mbah canggah kita yang akhirnya membuatku makin kuat. lily adalah putrimu itu hal biasa, tapi bagaimana dengan Adit yang tidak ada darah kita sedikitpun," tanya Faraz.


"kita tak tau apa yang sebenarnya terjadi bukan, tapi yang pasti sekarang siluman jera itu kehilangan setengah kekuatannya," kata Arkan menunjuk ke arah Kong yang sibuk makan pisang.


Faraz tak percaya, siluman jera putih yang selama ini menjaga rumah kehilangan setengah kekuatannya.


"aku tak mengerti sebenarnya dari tadi, kalian ini membicarakan apa? kekuatan? siluman? aku kesini ingin kejelasan bukan teka-teki," jawab Nino yang kesal sendiri.


"tapi bukankah harusnya polisi dapat berfikir, bagaimana bocah enam tahun bisa membunuh orang, pakai celurit yang mungkin lebih besar dari telapak tangannya," kata arkan berbalik pada Nino.


"mbok ya miker..." kata Faraz membuat Nino kesal.


Adit keluar dan menyapa kedua tamu dengan sopan, dan kemudian membawa Kong masuk kedalam rumah.


"kamu yakin bocah sekecil itu bisa membunuh pria yang bahkan lebih besar dari tubuhmu itu," kata Arkan lagi.


"ya tidak," jawab Nino.


mereka pun seperti buntu, tapi akhirnya di putuskan kasus pembunuhan itu di tutup, terlebih ketiga pria yang di tahan juga sudah mengakui jika mereka begal.


"duduk bersila dengan papi ya," ajak Arkan yang di saksikan Faraz yang menyentuh pundak saudaranya itu.


mereka pun di tarik ke tempat mereka ingin lihat. mereka melihat mang Yono sudah terkapar tak berdaya.


"siapapun tolong aku, aku ingin menyelamatkan adikku!!" teriak Afit yang penuh dengan amarah.


kong yang masih dalam menjelma sebagai kera putih tertarik ke tubuh Adit.


kemudian sesuatu menyerap kekuatan siluman dari tubuh kera putih kecil itu yang langsung tergletak di tanah.


mata Adit menyala merah terang sambil menyeringai lebar, mereka pun melihat bagaimana Adit membunuh dua orang itu.


bahkan dia tak membiarkan siapapun menyentuh Lily, hingga Arkan datang tadi.


Faraz melepaskan tangannya, begitupun Arkan yang tak mengira jika Adit bisa menyerap kekuatan sebesar itu.


"Adit mau mengembalikan kekuatan Kong,kasihan dia tidak bisa berubah jadi siluman lagi," kata Arkan membujuk putranya itu.

__ADS_1


"iya papi..." jawab Adit.


akhirnya Adit menyentuh kepala kera kecil itu, "terima kasih sudah meminjamkan kekuatan mu, aku kembalikan,"


tapi ternyata kekuatan itu tak bisa kembali sepenuhnya dan tertinggal di tubuh Adit.


Arkan pun membantu melebur kekuatan itu, keluarga akan datang setelah mendengar kabar jika cucu mereka hampir jadi korban begal.


sedang Faraz pamit untuk mengikuti pengajian dan rukyah massal yang di adakan di pondok pesantren milik ustadz Arifin.


dia sudah siap mengunakan sarung putih dan baju Koko putih dan juga peci putih, tak lupa dia juga memakai dalaman celana karena kadang ada yang sedikit bandel saat rukyah.


tak lupa Faraz juga membawa sarung tangan miliknya, terlihat semua jama'ah sudah berkumpul.


saat berjalan Faraz fokus dengan ponselnya hingga tak sengaja menabrak seseorang.


"maafkan aku," kata Faraz yang melihat sosok anak dengan baju syar'i yang begitu lebar.


"tidak masalah mas, tapi lain kali tolong lihat jalan jangan fokus terus ke ponselmu," kata Anna.


"maafkan aku Anna, dan silahkan..."


Aryan juga sudah datang, kini mereka duduk bersama semua santri pilihan dari ustadz Arifin.


yang datang tidak hanya orang yang terlihat sehat, bahkan ada juga yang memakai kursi roda, semua ingin kesembuhan atas izin Allah.


acara di mulai dengan pembacaan tahlil dan Yasin yang di pimpin oleh Aryan, setelah itu ada sedikit ceramah dari ustadz Arifin.


setelah ceramah usai kini pembacaan wanaqib, dan kemudian di lanjutkan dengan rukyah masal yang di pimpin Faraz.


Arkan datang sedikit telat membantu dari area belakang bersama beberapa santri.


dia menjadi pilar bersama dengan Faraz, para santriwati membantu menyiapkan tempat bagi yang ingin muntah.


begitupun para santri, Arkan langsung merangsek maju saat merasakan ada yang kerasukan.


Aryan juga datang membantu saudaranya itu untuk mengeluarkan jin yang bersarang di tubuh seorang pria.


tapi ternyata setelah berhasil mengeluarkan jin itu, tubuh pria itu tiba-tiba mendadak kaku seperti orang yang di kafani.


"bawa minggir dahulu, kita bereskan di samping," kata Arkan pada Aryan.

__ADS_1


"baiklah aku mengerti," jawab Aryan.


__ADS_2