
akhirnya jam pulang sekolah, Adit sudah di jemput oleh mbak utami, tapi sebelum pulang mereka berhenti di salah satu toko kelontong.
"ada apa Tante?"
"tadi Zoey titip sesuatu begitupun dengan mbak tasya, jika kamu mau beli sesuatu di perbolehkan kok," jawab mbak utami.
"aku mau beli jajan untuk di kamar, tapi yang tak membuat kotor, karena aku tak suka itu," jawab Adit.
"kalau begitu kamu pilih sendiri ya, karena mbak tak tau selera mu," jawab wanita itu
"selera ku itu sederhana tak usah neko-neko," jawab Adit.
Adit pun mengambil cukup banyak cemilan, karena dia ingin belajar bahasa Inggris dari YouTube karena Arkan sedang tak ada di rumah.
tapi saat Adit akan naik motor, tiba-tiba dia melihat kilasan-kilasan tentang potongan kejadian.
dia dan mbak Utami sedang mengendarai sepeda motor, dan sebuah mobil menabrak dirinya dan juga mbak Utami dan banyak orang lain.
Adit bisa melihat tubuh mbak Utami yang bersimbah darah di jalan raya tak hanya itu banyak korban yang mati juga tergletak begitu saja.
Adit yang melihat itu pun langsung mundur, "ada apa Adit, kita harus pulang," ajak mbak Utami.
"tidak, jangan baik motor, kita akan terluka, dan Tante akan mati, jadi jangan!!!" teriak Adit.
"aduh kamu mimpi ya, mbak pasti akan hati-hati kok, jadi kita berangkat ya," bujuk mbak Utami.
"tidak mau,bahkan ibu itu dan anaknya akan tewas dengan tubuh terlindas dan otaknya berceceran," kata Adit menunjuk wanita dan seorang anak yang akan pergi dengan sepeda motornya.
"mbak jika anaknya gila, bawa berobat deh, dasar bocah gila," hina wanita itu.
"kamu akan mati wanita bermulut busuk!!" teriak Adit.
mendengar itu mbak Utami panik dan langsung membekap mulut Adit, "mbak itu mulut anaknya di jaga ya!!" kata wanita itu tak suka.
"maaf mbak," jawab mbak Utami yang memeluk Adit agar bocah itu berhenti.
tapi Adit terus menangis tanpa henti, tapi tak lama memang benar, tiba-tiba ada sebuah mobil mini bus melaju tanpa bisa kendali.
bahkan mobil itu sudah menabrak dia penjual bakso dan tak lama terdengar teriakan-teriakan dari warga.
benar saja mobil itu memakan banyak korban tewas dan luka-luka, bahkan mobil itu baru berhenti setelah menabrak pohon beringin hingga membuatnya ringsek sangat parah.
mbak Utami kaget melihat wanita yang baru saja pergi bersama putranya itu juga jadi korban.
__ADS_1
bahkan kondisinya sama persis dengan apa yang di katakan oleh Adit, mereka berdua mati terlindas.
keadaan di daerah itu sangat Keos, bahkan banyak warga yang mengabadikan momen dengan video.
dan masih ada yang menolong para korban yang masih bernafas, sedang mbak Utami masih memeluk Adit.
"terima kasih, berkat mu kita selamat nak," kata mbak Utami
tapi tak di sangka ternyata ada sebuah truk yang mengalami rem blong menuju ke arah tempat mbak Utami dan Adit berdiri.
"Tante!!!" teriak Adit mendorong mbak Utami menjauh.
tubuh wanita itu terdorong hingga menabrak tembok, sedang tubuh Adit di tabrak oleh truk itu.
toko itu bahkan hancur karena kertasnya tabrakan yang terjadi, "Adit!!!" teriak mbak Utami yang menjerit histeris.
dia pun langsung ingin masuk dan mencari bocah itu, tapi para warga menghalanginya.
tak lama toko itu ambruk, bahkan motor juga sudah berserakan, mbak Utami menangis kejer.
"Adit!!! tolong putraku!!! dia di sana!!!" teriak mbak Utami.
"tenang mbak, kami pasti menemukan jenazah putra mbak," jawab seorang bapak-bapak.
"tidak mungkin, dia tak boleh meninggalkan aku, Adit!!!" teriak mbak Utami histeris.
dia segera menghubungi Tasya yang sedang di rumah, dia tak tau apa yang harus di lakukan.
"iya assalamualaikum mbak,ada apa?" tanya Tasya yang masih belum tau apapun.
"Tasya... tolong Tasya... Adit di tabrak truk demi menyelamatkan aku, sekarang aku tak tau kondisinya..." tangis wanita itu.
Tasya yang mendapat kabar itu syok, kebetulan di rumah sedang ada Bu RT dan Bu RW yang berkunjung kaget melihat Tasya yang tiba-tiba meneteskan air mata.
"ada apa Bu?"
"Aditama!!!" teriak Tasya yang langsung pingsan.
kedua wanita itu pun panik melihat Tasya pingsan, terlebih mereka juga tak mengerti apapun.
saat suasana sedang sangat Keos, tanpa di duga sebuah mukjizat datang untuk semua orang.
tanpa di duga, bocah itu berjalan dengan biasa, bahkan tubuhnya yang penuh dengan debu pecahan dinding yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
dia bisa berjalan dengan biasa dan nampak tak teluka sedikitpun, "Tante.." panggil bocah itu.
mendengar panggilan dari Adit, mbak Utami berhenti berontak dan langsung berlari memeluk bocah itu.
"Tante jangan sedih, Adit baik-baik saja, lihat Adit bisa berdiri di sini di depan mbak," jawab bocah itu sambil tersenyum.
"kamu hampir membuat Tante syok dan mati berdiri," kata mbak Utami.
"tapi Adit baik-baik saja, sekarang ayo pulang," ajak bocah itu.
mereka berdua pun di antar oleh seorang pengemudi ojek online, dan tak lupa Adit mengambil belanjaan mereka yang juga penuh debu.
sesampainya di rumah terlihat cukup ramai, Adit pun masuk dan mendengar Tasya yang menangis sambil berontak.
"lepaskan aku ingin menemui putraku, dia terluka, Aditama," kata Tasya yang di tahan oleh para ibu.
sedang Lily yang tau juga menangis di pelukan seorang ibu, ruang itu pun terdengar memilukan.
Adit pun masuk dan langsung memeluk Tasya, "mami... Adit di sini..."
melihat putranya itu, Tasya pun memeluk Adit yang masih kotor. bahkan dia pun memeluknya erat.
"ya Allah nak... hidup mami seakan berhenti tadi saat dengar kamu tertabrak truk, tapi terima kasih ya Allah masih memberikan umur untuk putraku ini," kata Tasya.
Lily juga memeluk saudaranya itu, "mas Adit... Lily takut mas Adit pergi seperti itu karena marah sama Lily..." tangis gadis itu.
"tidak akan, karena Adit janji pada papi untuk menjaga mami dan juga kamu selama papi di Singapura," jawab Adit.
"sudah ya nak, sekarang kamu mandi dulu ya, kalian juga lihat jadi ikut kotor Semuanya," kata Bu RT.
"baik Bu, mbak Utami juga minum dulu ya, mungkin kamu syok tadi?" kata Bu RW yang melihat wajah pucat dari wanita itu.
setelah mandi, Adit pun di obati karena di tubuhnya ternyata banyak luka gores dan juga lebam.
bahkan Tasya memanggil dokter ke rumah, sedang mbak Utami terus bersama Adit.
Krena dia tak mau melihat bocah itu terluka, terlebih dia sudah menyelamatkan dirinya dengan begitu hebat tadi.
tapi dia tak menyangka bagiamana bis tubuh sekecil Adit bisa selamat dari truk yang bahkan bisa merobohkan sebuah toko yang cukup besar.
bahkan bocah itu hanya luka ringan, dan yang menjadi kebingungan adalah bagaimana bisa.
dia bisa tau kejadian yang akan terjadi, apa dia memiliki kekuatan seperti Arkan,semua pertanyaan itu berputar di kepala mbak Utami.
__ADS_1