
tanpa terduga malam itu gerimis mulai turun membasahi bumi, dan suara petir mulai terdengar, karena mereka menonton film horor thriller.
jadilah suasana makin menyeramkan, tak terduga suara Guntur menyambar, reflek Niken langsung memeluk tubuh Faraz takut.
sedang Faraz pun merasa nyut-nyutan di dagunya karena terbentur kepala Niken.
"hati-hati, ini sakit Niken..."
"maaf aku kaget, tapi kepalaku juga sakit," jawab wanita itu.
mereka pun lanjut menonton, Aris baru pulang dan di sambut oleh ayu dengan membawakan handuk kecil.
pasalnya pria itu tadi pergi membawa motor bukan mobil.
"tumben anak-anak anteng," tanya Aris heran.
"mereka sedang belajar di kamar masing-masing, sudah mas mandi dulu, nanti masuk angin lagi," ajak ayu.
tak di sangka, ustadz Yunus sampai di rumah itu pas hujan turun cukup deras.
Niken dan Faraz masih asik menonton film tanpa sadar ada tamu yang ingin mengatakan hal besar.
ustadz Yunus mengetuk pintu rumah Juragan Aris, "assalamualaikum..." sapa pria itu
"waalaikum salam... ustadz Yunus, mari silahkan masuk, mau bertemu dengan siapa?" tanya ayu.
"mau bertemu dengan juragan Aris dan Niken jika bisa," seru pria itu.
"baiklah biar saya panggilkan ayahnya dulu," jawab Ayu yang langsung masuk kedalam kamar
setelah itu dia naik dan melihat putrinya Niken, tapi gadis itu tidak ada di kamarnya.
ayu pun mencari di kamar kedua putranya, "Aiden kamu lihat mbak?"
"tidak bunda, bukannya tadi sudah pulang dari rumah mas Faraz," kata pemuda itu.
"apa, pasti ini mereka lagi membahas skripsi, ya sudah biar bunda telpon mas Faraz-nya saja," kata Ayu.
dia pun mencoba menghubungi pria itu, dan ternyata langsung di angkat.
"iya assalamualaikum bunda," jawab Faraz.
"waalaikum salam nak Faraz, apa Niken di sana, kalau iya tolong minta dia pulang karena ada ustadz Yunus, sepertinya dia ingin mengobati Niken lagi," kata ayu.
"iya bunda," jawab Faraz.
pria itu langsung mematikan tv dan mengambil kaos miliknya, "loh kenapa di matikan?"
"ada ustadz Yunus menunggu mu, sepertinya dia ingin mengobati mu lagi," kata Faraz dengan tenang.
__ADS_1
"tolong aku tak mau dia mengobati diriku lagi, aku takut," kata Niken.
"takut? kenapa? bukankah hanya ruqyah biasa?" tanya Faraz heran
"aku tidak tau, tapi aku tak suka karena tatapannya seperti dia ingin menerkam ku hidup-hidup," jawab Niken.
mendengar itu Faraz menarik Niken, "jangan takut, ada aku di sini, dia tak akan bisa melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu,"
mereka pun menuju ke rumah juragan Aris mengunakan satu payung.
terlebih karena dekat juga jadi tak akan basah-basah banget meski payungnya tak besar.
"assalamualaikum..."dalam Niken yang masuk rumah.
"waalaikum salam, ini anaknya, Niken kamu dari mana? ustadz Yunus menunggu mu," kata Aris dengan senyum cerah.
sedang ustadz Yunus juga langsung terlihat ceria melihat sosok Niken, tapi senyumnya langsung hilang di ganti ketakutan melihat sosok di belakang Niken.
"kami sedang mengerjakan bimbingan skripsi," jawab Faraz dingin.
aura Faraz begitu kuat hingga bisa membuat ustadz Yunus ketakutan, bahkan pria itu merasa hidupnya terancam sekarang.
"sialan, kenapa lagi pria ini," batin ustadz Yunus melihat tatapan menakutkan dari Faraz.
"iya ada apa mencariku, bukannya pengobatan sudah selesai ya, itu yang anda katakan terakhir kali bukan, dan saya bilang tak ingin melihat anda lagi," kata Niken ketakutan.
pasalnya hati kecilnya seperti menolak kehadiran pria itu, bahkan seperti dia merasa begitu terancam.
tiba-tiba rumah juragan Aris bergetar hebat, ternyata sosok Lily sudah di culik oleh mahluk lain.
"apa dia bebas," kata Faraz yang membuat ustadz Yunus kaget.
dengan kasar Faraz langsung menarik ustadz Yunus dan membawanya pergi.
"nak Faraz ada apa?" tanya Aris yang bingung melihat semuanya.
"aku harus membawanya dan membuatnya membayar semua ulahnya, ayo pergi, jangan sampai aku berbuat kasar," kata Faraz.
di rumah Arkan Lily sudah hilang setelah sholat magrib, padahal tadi gadis itu terus bersama dengan tuan Alan.
Arkan sudah ngrogo Sukmo untuk mencari putrinya, mobil ustadz Yunus datang dan sebuah tamparan di berikan oleh Tasya.
"karena ulah mu putriku menghilang, cepat bantu temukan dia, atau aku akan membuat kamu merasakan hal yang sama!"teriak wanita itu.
ustadz Yunus tak mengira jika semua benar terjadi, mereka pun pergi untuk mencari Lily.
ternyata makhluk yang begitu mengerikan yang menculik gadis itu.
seekor Siluman berwujud setengah kuda yang membawa Lily dari rumah.
__ADS_1
ternyata siluman itu membuat seluruh penjaga di rumah itu tertidur dengan sebuah ramuan khusus yang di berikan oleh keluarga Broto.
tak butuh waktu lama, dia sudah sampai di tempat azam di rantai, pria itu terlihat sangat marah saat ini.
pasalnya dia masih terhubung dengan Niken, dan dia marah karena ustadz Yunus berani melamar kekasihnya itu setelah dia membunuh putranya dengan biadab.
"gadis kecil cepat lepaskan rantai yang mengikat ku, jika tidak mereka akan membunuh mu," kata Azam mengancam.
"tak ada jaminan loh jika kamu tak membunuhku," jawab Lily yang berani melawan makhluk-makhluk itu.
"tenang saja aku selalu menepati janjiku," kata Azam.
tiba-tiba Kong datang dan menginjak siluman kuda yang membawa Lily hingga mati.
Azam berontak, dia tak mau usahanya sia-sia, terlebih dia harus bebas sekarang.
Kong ingin mengambil Lily tapi dia di tahan oleh sulur akar yang melilit tubuhnya hingga sulit bergerak.
"tidak Lily..." kata Kong.
"jangan melukainya, dia sahabatku, lepaskan dia kamu makhluk jahat," teriak Lily.
"kalau mau dia selamat, lepaskan dulu rantai ini anak manis," kata Azam membujuk Lily.
Lily pun menurut, dia tak mau melihat Kong terluka, jadi dia mendekati batu besar yang menjadi tempat segel Azam.
Lily menyentuh rantai itu dan seketika rantai itu terlepas, Lily terpental cukup jauh.
kong langsung melepaskan diri dan memeluk Lily dan melindungi gadis itu dengan tubuhnya.
kong rela tubuhnya terbentur dinding dengan sangat kuat, asalkan Lily tak terluka.
"kong..." tangis Lily pecah melihat kera putih kesayangannya itu.
"jangan menangis Lily, aku baik-baik saja," gumam Kong
Arkan dan Faraz baru sampai, tapi mereka telat, Azam sudah lepas dan menyeringai ke arah keduanya.
"musuhku bukan kalian!!" teriak pria itu yang langsung pergi meninggalkan keduanya.
Arkan mengambil putrinya, dan Kong seketika berubah menjadi kecil, di rumah Ki Sesnag sudah sadar dan melindungi Tasya dan tuan Alan.
saat Faraz dan Arkan mencari Lily, ternyata ustadz Yunus berusaha untuk kabur.
tapi tuan Alan menendang pria itu hingga tersungkur, tanpa pandang bulu dia langsung menghajar pria itu.
"dasar pria pengecut, kamu mau kemana, kamu mau lari, jangan pernah berharap," kata pria itu yang sangat marah.
tiba-tiba ada sesosok makhluk hitam tinggi besar yang datang, makhluk itu penuh dendam fi matanya.
__ADS_1
Tasya menarik daddy-nya itu mundur, sedang ustadz Yunus terlihat begitu siap,meski wajahnya sudah bonyok.
"kau ingin mengambil wanitaku, jangan harap pria mesum, kamu yang lebih biadab dari ku, setidaknya aku menikahinya, kamu bahkan berani menyentuhnya saat dia tak sadar!!" teriak Azam marah.