
benar saja, saat Arkan masuk bersama putranya dia bisa melihat kondisi dari dukun Arya.
semua orang pun menatap Arkan dan Faraz yang baru datang, "assalamualaikum..." salam keduanya.
"dasar pria menyebalkan, kenapa harus suamiku yang mati, kenapa tidak kamu saja, kenapa!!!" teriak Wanita itu yang ingin menyerang Arkan.
Adit pun sempat terkena pukul, melihat putranya terluka, Arkan pun mendorong tubuh wanita itu hingga tersungkur.
"juragan, jangan kasar pada wanita!!" bentak semua orang.
"kalian hanya aku menyakitinya, dia bahkan memukul putra ku, apa aku harus diam!!!" teriak Arkan membungkam mulut semua orang.
"tenang Arkan, pak Supono, bagaimana ini bisa terjadi, setahuku Ki Arya adalah dukun cukup sakti yang setara kami, kenapa dia bisa terkena santet seperti ini? jawab jangan hanya diam," tanya Faraz.
pria itu pun nampak ketakutan, "dia bertanya padamu, jangan jadi bodoh mendadak," kata Arkan.
"dia dapat klien seorang pria yang ingin menyantet seorang pria yang akan jadi suami dari putri ustadz Arifin, namanya Sarfaraz," jawab pak Supono.
"apa dia ingin menyantet ku..." kaget Faraz mendengar itu.
"apa? berarti Sarfaraz yang di maksud itu den Faraz, sepertinya Ki Arya tak tau dan langsung mengerahkan semua kekuatannya untuk mengirimkan santet terkuat, karena mahar yang di berikan cukup banyak dan setelah masalah ini, Ki Arya berencana ingin bertobat," terang pak Supono.
"oh begitu, tapi kenapa kamu tak mengalami apapun, dan kenapa malah santet itu kembali ke pengirimnya?" bingung arkan.
"papi... apa dia mati karena Adit.." lirih bocah itu.
Arkan pun menoleh dan tau jika putranya itu membuat perisai dengan sumpahnya.
"bukan sayang, dia mati karena kesalahannya sendiri, Adit tenang ya," kata Arkan yang kemudian mengendong putranya itu.
"sekarang siapa yang ingin menyerang kami, aku tunggu dan sekarang kalian semua tau kenapa pria ini bisa mati, ini seperti hukum alam, dia berniat buruk dan tuhan mengembalikan keburukan itu padanya, dan kalian masih menyalahkan kami yang bahkan korban di sini, kalian sungguh hebat, tapi maaf aku tak bisa membantu orang yang ingin mencelakai keluarga ku," kata Arkan.
"ayo kita pulang Arkan, sepertinya kedatangan kita kesini pun tak di anggap, padahal kalian sudah dengar pengakuan dari pak Supono, jadi kalian pikirkan sendiri, karena ini bukan salah kami," kata Faraz yang kemudian pergi.
semua warga pun merasa bersalah telah menyalahkan kedua orang yang selama ini baik pada mereka.
"maaf pak RT, saya memang tak mengerti tentang ilmu ghaib, tapi mas Faraz dan juragan arakan itu orang baik, bahkan mereka juga sering membantu kita semua, tapi kita lupa jika Ki Arya ini sering membuat kehebohan dengan ilmunya, jadi saya memilih pulang karena aku tak mau membantu dukun santet seperti dia," kata beberapa orang.
mereka semua pun pergi, istri dari Ki Arya pun kaget melihat semua orang yang pergi dari rumahnya dan tak ada yang ingin membantu.
"tidak... tolong jangan seperti ini ... suami saya membutuhkan bantuan kalian," mohon wanita itu
"tapi sepertinya anda keterlaluan, karena sudah bersikap kasar pada orang yang bahkan mereka tak salah sedikitpun, suamimu yang mati karena ilmunya sendiri," kata warga desa.
__ADS_1
wanita itu pun langsung menangis histeris, pasalnya kini dia merasa malu karena telah salah sangka.
pak Supono tak mengira jika Ki Arya bisa bernasib seperti ini, bahkan tak ada warga yang mau membantu pemakaman pria itu setelah tau apa yang dia ingin lakukan.
tapi saat di perjalanan, Faraz menghentikan motornya, dia pun menghela nafas.
"kembali bang, kita tak patut meninggalkan orang yang membutuhkan bantuan seperti ini, jika orang tua kita tau pasti mereka kecewa," kata arkan.
"ya kamu benar, bagaimana pun dia tetap teman kita, dan setidaknya kita harus tau siapa pria itu," kata Faraz.
mereka berdua berbalik arah dan kembali ke rumah Ki Arya, dan benar saja semua warga pulang.
"biar kami yang membantu," kata Arkan.
pak Supono pun tersenyum senang, setidaknya kedua orang ini mau memaafkan kesalahan Ki Arya.
Arkan mendapatkan penglihatan saat menyentuh tubuh pria itu, dan dia tak terkejut saat tau siapa yang membayar pria itu untuk melukai Faraz.
mereka pun memandikan dan mengafani Ki Arya hanya bertiga, karena para warga tak ada yang mau kembali.
"mau di inapkan? atau di langsung saja," tanya Faraz.
"di langsung saja mas," jawab mertua Ki Arya.
para warga yang melihat arkan dan Faraz pun langsung bergabung untuk mengantarnya ke pemakaman.
Adit terus berada di samping Arkan, pemakaman pun selesai dan mereka semua sudah kembali ke rumah masing-masing.
"kamu bisa melihatnya?" tanya Arkan pada Faraz.
"tentu, aku tak mengira pria itu datang lagi, setelah aku mengusirnya," kata Faraz.
"tapi kenapa dia ingin mencelakai mu, apa karena pernikahan mu dan Anna?"
"aku juga tak tau, tapi kita ikuti saja permainannya, dan sudahlah ayo kita pulang, pasti semua sudah khawatir karena kita pergi dari tadi," kata Faraz.
mereka sampai di rumah sudah hampir pagi, beruntung keesokan harinya Semuanya libur karena ada tinggal merah.
terlihat di ruang ayah Raka dan tuan Alan masih menunggu kedatangan mereka.
"kalain kenapa baru pulang, apa tidak kasihan dengan Adit?" tanya tuan Alan.
"kami datang ternyata Ki Arya sudah mati terkena santetnya sendiri, jadi kami membantunya untuk pemakaman." terang Faraz
__ADS_1
"baiklah, sebaiknya sekarang kalian bertiga tidur," perintah ayah Raka.
di desa yang terkena kutukan dari Arkan sedang terjadi kekacauan karena warga desa di sana benar-benar tak bisa sembuh.
perlahan satu persatu warga di sana pun meninggal dunia satu persatu, dan di desa itu juga seperti di kucilkan oleh warga desa di sekitarnya.
meski para orang yang melukai keluarga Adit sudah tiada, tapi kutukan itu seakan tak bisa putus.
Faraz pun tak bisa tidur, dia terus terbayang adegan yang tadi dia saksikan.
"kenapa... saat aku memintanya untuk menikah dulu, dia tak mau, tapi kenapa dia ingin membunuh ku dengan cara seperti ini, apa doa sudah tak ingat keluarga lagi," gumam Faraz tak habis pikir.
dia pun berusaha untuk tidur, sedang Arkan masih duduk di kursi ayunan di area belakang rumah.
dia nampak berpikir keras, bahkan para makhluk yang melihatnya pun ikut bingung karena jarang Arkan seperti ini.
kebetulan ayah Raka keluar dan melihat putranya itu, "ada apa Arkan?"
tanpa menjawab, Arkan langsung mengenggam tangan ayahnya, kini ayah Raka bisa melihat apa yang di lihat Faraz dan Arkan melalui ingatan ki Arya.
"tolong buat pria ini mati, bagaimana pun caranya, karena aku tak ingin dia menikah dengan wanita yang aku sukai," kata pria itu dengan suara yang tegas
"suara ini ..." ayah Raka pun mendekat dan seketika dia kaget melihat pria itu, ternyata itu adalah Adi,
"beritahu siapa namanya dan weton dari pria itu?" tanya Ki Arya.
"Sarfaraz, Jum'at legi, dan dia hanya bisa di santet dengan santet Sewu dino," jawab Adi.
"itu mudah, saya bisa melakukan apa permintaan anda, tapi maharnya tak murah," kata Ki Arya.
"satu milyar akan jadi milik anda jika bisa membunuhnya," kata Adi.
Arkan melepaskan genggaman tangannya, ayah Raka masih tak percaya.
"Faraz sudah bertanya padanya berkali-kali, dia bilang tak ingin menikahi Anna, tapi kenapa sekarang dia seperti ini," kata Arkan.
"apa perlu ayah tanya pria itu inginnya apa?" kata ayah Raka.
"tidak perlu ayah, biarkan Faraz menyelesaikan semuanya sendiri," jawab arkan.
"baiklah, tapi tolong tetap pantau kakak mu itu Arkan, bagaimana pun Faraz juga bisa lepas kendali, seperti halnya Adit, dia juga memiliki kekuatan untuk melukai dengan lisannya," kata Raka mengingatkan putranya itu.
"baik ayah, aku mengerti dsn akan selalu menjaganya," jawab arkan.
__ADS_1