Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
tiga arwah gadis


__ADS_3

malam itu ketiganya sengaja kembali ke perumahan itu dan Nino meminta semua tim miliknya untuk stand by agar saat genting mereka bisa datang membantu.


malam ini mereka mengunakan mobil milik Faraz, karena mobil milik Arkan masuk bengkel.


mobil mereka memutari perumahan itu, dan benar saja tiba-tiba sebuah orok melompat dan membuat kaca mobil penuh darah.


"Allahuakbar!!" kaget ketiganya.


tapi janin yang berbentuk seperti ulat itu perlahan-lahan turun, Arkan menyiramkan air ke mobil Faraz.


"sialan, untung mobil canggih," gumam Faraz ngedumel.


bebar saja, saat kaca mobil bersih terlihat tiga sosok makhluk itu, dan mereka tepat berdiri di depan sebuah rumah mewah.


karena penasaran mereka pun memutuskan untuk memarkir mobil mereka di sana.


"kalian mau apa?" bingung Nino yang memang tak bisa melihat hal-hal ghaib.


"sudah ikut saja, kamu akan tau," jawab Arkan.


mereka pun melihat ketiga hantu wanita itu menunjuk pada sebuah rumah yang terlihat begitu bagus.


"kenapa rumah itu," gumam Faraz yang heran.


Arkan pun mulai berjalan perlahan ke arah rumah itu, dia sampai di depan rumah dan menyentuh pagar rumah.


sekelebat ingatan muncul di benaknya, ada dua orang wanita yang datang membawa kotak penyimpanan ke rumah itu.


dan itu adalah perawat yang dia lihat di klinik, mereka menuju ke area samping rumah, mereka membuka ruang bawah tanah dan membuang sesuatu.


Faraz menarik Arkan menjauh karena sosok menyeramkan sedang menatap marah kearah mereka.


"kenapa kamu begitu sembrono, kamu hampir terbunuh," kata Faraz marah.


"tempat itu, tempat pembuangan bukti semua janin yang di aborsi," kata Arkan.


"mana mungkin, jika itu benar pasti tercium bau amis atau busuk yang menyengat," bantah Nino.


"karena aroma itu sudah di blokir dengan mahluk yang menjadi perewangan dari pemilik klinik itu.


bahkan mahkluk itu sangat besar, dan kami baru pertama melihat mahluk sepertinya." jawab Faraz.

__ADS_1


"tapi bagaimana pun kita harus membantu tiga arwah itu," jawab Arkan.


salah satu dari arwah itu menyentuh Arkan, dia pun seakan kembali tersedot ke dunia lain.


dia melihat gadis berbentuk nama Laila itu sedang menangis di atas ranjang berwarna hijau itu.


"pak dokter apa ini aman, aku takut," kata gadis itu.


"tidak apa-apa, prosesnya mudah terlebih kamu sudah minum obatnya kan, jadi kita mulai," kata dokter itu yang sudah meminta perawat memberi obat bius.


dokter itu memasukkan alat ke dalam rahim gadis muda itu dan mengugurkan bayi yang sudah mulai berbentuk itu.


seorang perawat datang mengambil janin itu dan memasukkannya kedalam kantong plastik hitam dan menyatukan dengan janin yang lain.


tapi tak terduga, gadis itu malah mengalami pendarahan hebat setelah membunuh bayinya dan akhirnya mati.


"brengsek, panggil Devan kenari," marah dokter itu.


"ada apa Rio, kenapa pekerjaan mu begitu lama," kata pria itu.


"gadis ini mati goblok, kita harus apakan, karena janin yang di gugurkan sudah berbentuk hampir sempurna," marah Rio pada sahabatnya itu.


gadis itu di masukkan kedalam kantong sampah dan keduanya membuang mayat itu begitu saja.


Rio melihat makhluk yang menjaga tempat itu, "makanan untuk mu ada bonus," kata pria itu sebelum pergi.


mereka pun kembali ke klinik tapi kalo ini Devan menarik gadis lain ke ruangan tempat praktik Rio.


"dia juga?"


"lakukanlah, dan jika kamu mau kamu boleh memakai dirinya terlebih dahulu, dia masih virgin di bagian belakangnya," bisik Devan.


"dasar pria bejat," kata Rio yang tersenyum dan meminta semua perawatnya untuk pergi


gadis berseragam SMA itu sudah ketakutan, terlebih ruangan itu penuh percikan darah.


tapi Rio langsung menamparnya dengan keras hingga kesakitan, dan langsung menjejalkan obat pada wanita itu.


dengan mudah Rio membuat gadis itu tak berdaya, dia pun terlebih dahulu mempermainkan gadis muda itu.


bahkan mereka berdua merekam semua adegan syur itu, setelah puas Rio baru sadar jika gadis itu pendarahan dan akhirnya mati.

__ADS_1


akhirnya dia pun membuang mayat gadis itu ke tempat yang sama, dan Rio bekerja di balik layar.


karena jika ada pesanan atau permintaan untuk melakukan tindakan melanggar hukum itu baru dia yang mengerjakan, tapi untuk bagian memeriksa pasien hamil seperti biasa, ada anak buahnya yang menyamarkan semuanya agar terlihat normal.


Arkan pun marah saat kembali ke tubuhnya, bahkan dia gemetaran karena menahan amarahnya.


"orang-orang biadab, mereka membunuh dengan begitu mudah dan seakan tak ada rasa bersalah sama sekali," kata arkan.


"kamu sudah melihat wajah pelakunya?" tanya Faraz


"sudah, dia adalah dokter yang pernah di pecat dari sebuah rumah sakit karena melakukan tindakan ilegal seperti ini," kata arkan.


"dokter Rio Mahendra, pria itu pernah masuk penjara karena kasus aborsi sepuluh tahun lalu," jawab Nino.


"ya, dia orangnya dan selama ini dia tak tersentuh hukum karena ada seseorang yang melindunginya," jawab Arkan


"tidak bisa, bagaimana pun kita harus membongkar segalanya," jawab Faraz.


"kalau begitu terlebih dahulu panggil anak buah mu pak polisi dan biarkan kami menghadapi mahluk tak kasat mata itu," kata arkan


"baiklah," jawab Nino.


Faraz dan Arkan langsung berjalan sambil mengeluarkan kedua senjata ghaib milik mereka.


sosok besar itu berwajah seperti barong tapi berbeda, tubuhnya seperti manusia dengan kuku tajam.


saat keduanya masuk kedalam kawasan rumah mewah itu, sosok itu langsung menyerang kedua pria itu.


Arkan melawan terlebih dahulu, sabetan dan tusukan sadari tombaknya seakan tak berpengaruh sedikitpun pada makhluk itu.


Faraz membantu dengan melemparkan golok kembar sakti terbang miliknya.


dan senjata itu juga tak bisa melukai makhluk itu, "sepertinya dia terlalu kuat karena semua jasad bayi yang di jadikan pusat kekuatannya," kata Arkan.


mereka terus menyerang mahluk itu, Tasya mulai membaca dzikir dan mulai menarik busur panahnya.


"ya Allah tolong bantu kami membongkar dan memusnahkan semua keburukan, dan memberikan keadilan bagi semua korban," mohon Tasya yang langsung melesatkan panahnya ke angkasa.


sebuah cahaya putih menusuk tepat di tengah kepala makhluk itu dan kemudian membuatnya hancur.


tapi tak terduga tubuh makhluk itu perlahan berkumpul lagi perlahan, "sepertinya dia tak bisa di lawan, kita harus mencari pusat atau inti makhluk ini dan memusnahkannya," kata Faraz

__ADS_1


__ADS_2