Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
mayat Nayla


__ADS_3

Aryan pun mengajak ketiganya ke sekolah untuk melihat berkas-berkas saat pria itu melamar menjadi guru.


ternyata dia memakai alamat luar kecamatan, tapi mereka tetap akan mencarinya.


Lily di titipkan di rumah Rania, dan Aditya kini ikut bersama tiga pria itu untuk mencari tau yang sesungguhnya.


"kalian harus tau, kesembilan pria itu adalah preman paling kejam dan juga penjahat wanita, bagaimana tidak, mereka tak segan langsung menggilir korbannya hingga puas dan membuangnya begitu saja," kata Aditya yang mengenali kesembilan orang itu.


"kalau begitu, kenapa tidak anda bereskan, bukankah mas Aditya pembela kebenaran?" tanya Faraz


"kamu meledek ku hah, kalian tentu tau apa janjiku pada Rania saat dia melahirkan putra kami, aku tak akan melakukan hal gila lagi, dan akan jadi suami yang baik dan ayah yang baik," kata Aditya.


"gak asik kamu mas," kata Arkan.


"cih... bagaimana dengan mu, bukankah kamu seharusnya punya hal yang sama dengan ku bukan," jawab Aditya sedikit kesal.


sedang Arkan tertawa saja, mereka berempat sampai di bukit yang di maksud, tadi Arkan terpaksa di suntik vitamin agar kuat.


setelah itu, mereka pun bersiap untuk masuk dan menuju ke tempat gubuk kesepuluh orang itu berada.


tak lupa, Arkan dan Faraz juga sudah menghubungi Nino, mereka tak ada bukti biar kesembilan pria itu yang mengakuinya saja.


Aditya dan Arkan berjalan paling depan dan langsung menendang pintu hingga rusak dan mengejutkan ketujuh pria yang ada di dalam gubuk itu.


tanpa bicara apa-apa keempatnya langsung menghajar mereka semua hingga babak belur.


Nino dan anak buahnya datang dengan santai, toh mereka pasti sudah di bereskan oleh empat orang itu.


benar saja, saat Nino sampai, sebuah tas besar melayang ke arahnya.


"semua bukti di sana, mereka akan mengaku, di samping gubuk ini ada bukti jenazah dari orang tua Nayla.


kalian bereskan, mobil berada di antara pepohonan bukit, kalian hanya perlu naik lebih dalam sedikit agar bisa menemukan mobil yang terdapat darah dari ayah Nayla, dan jika kurang masih banyak korban lain kamu hanya perlu menanyai mereka." terang Arkan.


"baiklah, aku mengerti dan terima kasih," jawab Nino tersenyum.


"jangan lupa uang berobat aku tunggu," kata Faraz.


"seperti biasa," jawab Nino yang memang meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah yang di luar nalar manusia.


mereka berempat kini berangkat menuju ke rumah Anas yang berada di desa beda kecamatan itu.

__ADS_1


Nino dan tim forensik menggali tanah di samping gubuk ternyata benar, ada dua jasad yang mulai membusuk.


mereka pun membawanya ke rumah sakit, dan anak buah Nino juga berhasil mengambil mobil yang di gunakan oleh para pelaku untuk beraksi.


setelah semua bukti terkumpul, Nino membawa semuanya untuk di teliti lebih lanjut.


mobil mereka menuju ke rumah itu, ternyata sudah banyak orang yang berada di sana.


ternyata ada dua mayat yang di temukan sudah sudah bengkak dan mengeluarkan bau busuk, dari baju yang di pakai oleh salah satu mayat.


itu adalah Nayla yang menggorok lehernya sedang di sampingnya ada mayat dari Anas yang mati dengan tertusuk besi hingga menembus tubuhnya.


polisi pun membawa mereka dan di rumah itu di beri garis polisi, seorang polisi menyapa Arkan dan Faraz.


"assalamualaikum mas Arkan dan mas Faraz," sapa pria itu.


"selamat siang, bisakah aku melihat suasana tempat kejadian, setidaknya aku bisa membantu kalian," jawab Faraz.


"tentu saja boleh, tapi tidak boleh menyentuh dan memindahkan barang yang ada di sana," kata polisi itu.


mereka berempat pun mulai kedalam rumah itu, mereka melihat beberapa tim forensik yang masih melakukan identifikasi pada mayat.


dia pun di tarik ke sebuah gubuk yang sama, ternyata Nayla mendapatkan pelecehan berulang kali di gubuk itu.


membuat wanita itu sangat frustasi, dan akhirnya dia melahirkan sendiri di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari rumah keluarga Raka.


bahkan suara teriakan Niken yang tertahan begitu terdengar menyayat hati, wanita yang selalu di maja Aryan berakhir tragis.


Arkan pun terbatuk-batuk pasalnya sekarang arwah dari Anas mencekiknya.


Faraz langsung menarik arwah itu, tapi tak ada yang bisa melihat arwah itu, hingga seperti melemparkan angin.


"kita keluar!!" teriak Faraz menarik saudara-saudaranya.


Ki Sesnag datang dan menterang arwah penuh dendam itu, tatapan mata arwah itu melihat Arkan, tapi yang sebenarnya arwah itu salah sasaran.


para tim forensik kaget saat sebuah lemari tiba-tiba pecah tanpa ada yang menyentuhnya.


Arkan mengeluarkan golok sakti miliknya, dan langsung melesatkan golok itu untuk menyerang arwah itu.


Faraz menyiapkan rantai untuk membuat arwah itu tenang, dan akhirnya arwah Anas yang penuh aura merah kehitaman itu pun berhasil terikat.

__ADS_1


"kamu terlalu banyak dendam, tak mungkin bisa pergi dan menyebrang," kata Faraz.


"tak peduli!!! aku ingin membunuhnya!!!" teriak arwah Anas.


Arkan langsung membacakan ayat kursi dan membakar arwah itu perlahan.


arwah pria itu pun berteriak-teriak kesakitan, dia makin menatap benci kearah Arkan.


tapi makin besar kebencian itu, maka makin besar rasa sakit yang dia rasakan saat Arkan terus membaca ayat suci Al-Qur'an.


"kamu mau bilang dan mengakui segalanya, atau aku perlu membuat mu lebih tersiksa?" tawar Arkan.


"aku membencimu, karena kamu telah memecat ayah ku, padahal dia guru yang jujur, dan alasan mu karena dia melakukan pelecehan," marah pria itu.


"itu karena ayah mu yang mencabuli tiga murid wanita, dan semua itu di lakukan hanya demi nilai, dan sekolah tak pernah mentolerir hal seperti itu," jawab Aryan yang kini berkomunikasi karena arkan.


"tapi aku merasa senang bisa menyingkirkan semua keluarga terdekat mu, tapi perempuan itu membuatku kesal akhirnya aku menyuruh orang untuk membunuh orang tuanya, tapi dia malah membunuhku wanita sialan itu!!!" kata arwah itu.


tanpa terduga ada dua penjaga yang datang mereka berpakaian serba hitam, bahkan Arkan dan Faraz tak bisa melihat wajah mereka.


"kami menjemputnya," kata mereka yang menarik arwah itu pergi


tapi aura yang begitu kuat terasa menekan, Arkan dan Faraz pun memilih mengalah.


akhirnya arwah Anas di tarik paksa, dan menghilang, tapi anehnya mereka tak bisa mendapatkan arwah dari Nayla yang juga mati dengan tak wajar.


mereka pun pulang, tapi sebelum pergi, Faraz memberikan semua hal yang dia ketahui dari arwah Anas.


kini mereka menuju ke rumah, Nino juga sudah memastikan jasad ketiganya.


tapi ternyata di sekitar gubuk itu banyak makam dari korban dari preman-preman itu.


bahkan ada sekitar lima puluh orang dari kerangka yang di temukan di sebuah lubang yang tak jauh dari sana.


Aditya mengantarkan Arkan dan Faraz untuk istirahat setelah mengunakan kekuatan mereka secara berlebih-lebihan.


sedang dia dan Aryan akan menuju ke rumah sakit dan melakukan pengambilan mayat dan memakamkan ketiganya secara normal.


anand belum tau tentang apa yang di alami oleh kakek neneknya dan juga bundanya.


Aryan juga bingung bagaimana harus menjelaskan pada putranya itu, dia takut anand akan syok mengetahui segalanya.

__ADS_1


__ADS_2