
harimau putih itu kini berjaga di rumah keluarga Aris, dan juga burung elang juga ada lantai dua tepat di kamar Niken.
mahluk yang ingin menganggu Niken pun jadi tak bisa mendekati wanita itu, bahkan hanya bisa melihatnya dari jauh.
malam pun datang, Niken sedang membaca buku di teras sambil bermain ayunan, sebuah bola api datang dengan begitu cepat.
saat hampir di teras rumah mewah itu, dia penjaga itu membuat bola itu terpental menjauh.
bola api itu membentur sebuah pohon besar, dan membuat pohon itu tiba-tiba terbakar hebat.
orang yang tinggal disana ketakutan, terlebih pohon di rumah mereka, tapi beruntung kini semua sudah kembali aman.
Niken pun masuk kedalam rumah dan menyaksikan semuanya dari rumah saja.
terlebih dia di pesan tak boleh keluar setelah sholat Maghrib, jadi Ayu benar-benar menjaga putrinya.
pohon itu terbakar habis, dan harimau putih itu langsung mengejar sosok mahluk hitam itu.
saat sudah jauh, harimau itu kembali ke rumah Aris untuk menjaga wanita itu.
sedang di rumah Arkan, malam itu semua orang sedang duduk bersama di depan rumah.
saat seorang tamu mengejutkan mereka, terlebih pria itu jarang sekali menginjakkan kakinya lagi ke rumah itu.
Ki Arya datang membawa sesuatu untuk keluarga itu, tapi Lily langsung mengambil kera putih miliknya dan bersembunyi di balik tubuh Tasya.
"tenang sayang, itu teman papi," kata Arkan yang langsung berdiri bersama Faraz.
"ada apa ki arya yang begitu terkenal ini datang ke tempat kami," tanya Arkan tanpa basa-basi.
"aku hanya ingin mengantarkan beberapa hasil panen dari pasien ku, tenang ini murni kok tak ada yang di beri ajian atau bahkan guna-guna," jawab pria itu
"kamu yakin Arya, padahal kamu ini adalah dukun paling sakti di desa ini loh, ya kali datang tanpa butuh bantuan dari kami," kata Aryan yang tau maksud dari pria itu.
"ha-ha-ha, sepertinya kamu benar-benar tak bisa memaafkan aku ya, aku datang untuk meminta bantuan Faraz dan Arkan," jawab pria itu.
"wah... ada apa ini kenapa dukun hebat ini butuh bantuan kami? bukankah kamu selalu bisa melakukan semua pengobatan sendiri," ledek Faraz.
"kamu meledekku, ini bukan masalah mengobati orang, tapi sebuah teror yang di alami oleh Lina pemuda, dan salah satu dari mereka sudah mati," jawab Ki Arya.
"emm... arwah yang di bahas datang," kata Arkan melihat sosok arwah berkepala buntung itu.
__ADS_1
gadis berseragam SMA itu nampak menenteng kepala yang ternyata hanya kepala penggantinya.
"kamu yakin hanya itu, bukankah kamu yang melakukan sebuah ritual, dan kamu membuatnya marah," kata arkan.
"heh ... aku tak mengerti, karena setahuku aku tak melakukan itu, terlebih ritual apa yang kamu maksud," tanya Ki Arya.
Faraz meminta semua orang masuk, agar tak terjadi apa yang tak di inginkan.
tiba-tiba leher kinarya tercekik dengan sangat kencang, ketiga pria itu hanya menonton tanpa ingin menolong.
pria itu hampir mati tercekik, tapi Faraz hanya tersenyum, "coba ingat-ingat saja dulu," katanya dengan senyum seringai.
Arkan sudah menunjukkan sosok lain dirinya, "jangan berulah Arkan, semua orang di rumah," tahan Aryan.
"ssttss... aku ingin membuat mereka semua tau apa rasanya mati terpental kepala dan tak di kuburkan dengan sempurna," jawab pria itu
"berhenti Arkan, tolong ingatlah putrimu, dan lawan ilmu hitam itu," bisik Faraz.
akhirnya Arkan terduduk dan mendorong keluar ilmu hitam itu, dan ternyata sesosok ular hitam yang keluar.
ular itu melata dan langsung di bawa oleh Ki Sesnag dan membawanya pergi.
sedang untuk Ki Arya, kini pria itu sepertinya sedang melakukan perjalanan spiritual.
Faraz menyentuh pundak pria itu, "sekarang kamu ingat," katanya.
pria itu sedang di kejar oleh seorang arwah yang ingin menjadikan kepalanya sebagai pengganti.
"iya iya aku salah, seharusnya aku tak melakukan ritual itu, dan tolong aku Faraz, aku tak ingin mati konyol," kata pria itu panik.
Faraz pun menarik arwah pria itu kembali ke tubuhnya, dan di leher pria itu membekas sebuah guratan yang mengeluarkan darah.
"sekarang bagaimana kita mencari kepala gadis itu," tanya Ki Arya.
"itu urusan ku, tugas mu sekarang buat keempat pria itu mengakui semua kesalahan mereka, agar arwah gadis itu tenang," kata Faraz.
"baiklah aku mengerti," jawabku Arya.
Arkan pun bangun sambil membawa sebuah keris, "kaki mau ngapain lagi heh," kata Aryan kaget.
"mau membunuhnya, mau apa lagi, membantu saudara kita tentunya," jawab Arkan.
__ADS_1
"tapi sepertinya aku tak bisa ikut, karena kalian tau kondisiku," kata Aryan.
"tak masalah, kamu di tunggu di rumah dan aku titip semua orang ya," kata Faraz yang mengambil keris di tangan arkan.
Ki Arya pulang dan akan membuat keempat pemuda itu mengaku.
sedang Arkan dan Faraz kini mengikuti semua yang di tunjukkan oleh hantu wanita muda itu.
mereka pertama-tama mendatangi tempat kejadian kecelakaan itu, malam itu terasa begitu sepi.
jalanan di depan sekolah itu SMA negeri itu, bahkan sekolah itu nampak seperti sekolah yang terbengkalai.
"kamu yakin dia mati di sini?" tanya Arkan.
"iya, dia berlari dari sana, dan truk itu dari Utara menuju ke selatan dan langsung menghantam tubuh gadis muda itu," jawab Faraz.
"kalau begitu seharusnya kepalanya tak terjatuh jauh, tapi kenapa polisi tak menemukannya?" gumam Arkan yang menyentuh jalanan itu.
dia kembali melihat masa lalu yang dia inginkan, ternyata di sebrang itu bukan ruko saat itu.
tapi sebuah tempat yang sedang dalam tahap pembangunan, tiba-tiba buku yang di pegang Faraz terbuka sendiri.
"tolong aku... mereka ingin mencelakai orang tuaku,", tulisan di buku itu
melihat itu Faraz kaget, sedang Arkan langsung berlari ke arah sebuah selokan.
dia membuka tutup gorong-gorong itu, dan menarik sebuah paku besi, ternyata ada yang sengaja melakukan itu.
dia menarik besi itu dan ternyata tengkorak kepala itu tertancap besi pas di tengah kepalanya.
"dia ternyata timbal yang sudah di incar," kata arkan.
"tapi kita harus membantu orang tuanya, sekarang mereka dalam bahaya," panik Faraz yang menunjukkan tulisan di buku harian miliknya.
"kalau begitu ayo," jawab Arkan yang langsung pergi membawa tengkorak kepala itu.
sedang pemilik ruko yang mengetahui itu panik, pasalnya pasak utamanya membangun bangunan sudah di ambil oleh pria rak di kenal.
dia mengejar mobil yang di gunakan oleh keduanya, tapi sesosok ular besar menghalangi pria itu.
bahkan membuat pria itu jatuh dari motor, hingga terluka parah, "tak kan ku biarkan kamu melukai mereka," kata mahluk itu.
__ADS_1