Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
bertemu Azam.


__ADS_3

Azam tak terima melihat Niken yang begitu merindukan Arkan, bahkan wanita itu sekarang begitu dingin padanya.


setelah pulang ke rumah mertuanya, Niken terus menghindarinya, dan kadang dalam mimpinya pun Niken terus memanggil Arkan.


sebab itu hari ini Azam berani menghampiri keluarga Raka untuk mengatakan Semuanya.


Azam sampai di rumah besar itu, dan melihat ada banyak anak kecil yang sedang bermain di pelataran rumah.


seorang gadis di antara mereka berdiri dan langsung mundur saat melihat sosok Azam.


"papi!!" teriaknya dengan suara keras.


dia adalah Lily, Azam bingung melihat Lily karena tak mungkin gadis biasa seperti itu tau siapa dirinya.


mendengar teriakan putrinya, Arkan keluar sambil membawa buku, Lily langsung memeluk kaki arkan.


"papi ... Lily takut," mohon gadis itu.


"mau apa kamu datang kesini?" tanya Arkan yang melindungi putrinya.


"kenapa kamu tak bisa melepaskan Niken, kenapa kamu membuatnya harus melupakan aku, padahal selama ini aku yang menjaganya," hardik Azam.


"kamu sudah tak waras, aku bahkan tak pernah menemuinya, kenapa kamu mengatakan itu," kata Arkan tak ingin kalah.


"tau usah banyak bicara, apa Maimun sebenarnya, kenapa kamu tak bisa melepaskan istriku," marah Azam.


"wah itu bukan salah Arkan, kamu saja yang menutupi ingatan wanita itu hingga membuatnya mau menikahi mu, dan aku yang sudah membuang ajian mu, kenapa?" tanya Faraz.


"kalian semua akan mati," kata Azam mengancam.


semua anak-anak di tarik masuk, begitupun Lily, Aryan yang baru datang pun bisa melihat sosok Azam yang sebenarnya.


"wah tak ku kira menantu juragan Aris ini bukan manusia, sekarang aku tau kenapa mereka makin kaya, ternyata suami putrinya mahluk astral," ledek Aryan dengan tengil


"tutup mulutmu, aku akan buktikan pada kalian bertiga, kalian semua akan mati di tangan ku," ancam Azam.


"buktikan," jawab Arkan.


Azam menyerang ketiganya, dengan santai Aryan, Arkan dan Faraz menghadapinya.

__ADS_1


tanpa terduga Azam terkena siram air cucian beras dari Arkan, "UPS... maaf sengaja," jawab Arkan.


"hentikan, kenapa kalian melukai suamiku!" teriak Niken yang kebetulan datang bersama dengan orang tuanya.


"wah lihat istrinya sudah datang, kamu ingin membela suami mu yang Mahluk Ghaib-" sebuah tamparan menghentikan ucapan Arkan.


"cukup aku merasa bodoh telah percaya dan mencintaimu, kamu pengecut," kata Niken dengan keras.


"siapa yang menyuruhmu mencintaiku, aku bahkan tak pernah menyukai mu, dan asal kau tau kau itu terlalu lemah untuk jadi istriku," kata Arkan yang mencengkram dagu Niken.


"lepaskan pria busuk," marah Azam membela Niken.


Arkan Mun mendorong Niken hingga tersungkur, "kalian berdua pasangan mengelikan, kenapa mengangguku setelah selama ini, dan tak ada yang meminta mu untuk mencintaiku," sarkas Arkan benar-benar marah.


tanpa terduga, Lily datang dengan warna mata yang berubah keemasan.


"aku harus mengambil milikku,karena kamu sudah ternoda," gumam bocah itu.


Azam ingin menghentikan Lily, tapi Arkan mendorongnya hingga terpental menjauh.


sedang Aris di tahan oleh Faraz, sebenarnya ini adalah tujuan utama mereka memancing Niken datang.


Niken merasakan tubuhnya terkoyak oleh sesuatu, sebuah cahaya merah keluar dari sana.


sebuah keris di bawa oleh Lily, ya kekuatan Arkan dan keris yang di bawa Arkan sudah masuk kedalam tubuh putri kecilnya.


karena itu dia hampir kehilangan nyawa Lily dan ibu gadis itu saat melahirkan.


Niken tak sadarkan diri, sekarang dia sudah tak memiliki pusaka dari keluarga Arkan.


dan menyisakan kutukan yang bisa hilang atau tidak itu tergantung pada wanita itu.


"ini milikku dan sekarang sudah sempurna, aunty Arsana tolong simpan mereka bersama mu, dan salam pada eyang uti Nawang dari Lily," kata Lily yang berjalan masuk kedalam rumah.


tiba-tiba tubuh Lily limbung, Arkan buru-buru menangkap tubuh kecil anaknya yang nampak begitu lemah.


"sekarang bawa dia pergi,karena aku tak membutuhkan dia lagi, karena kami sudah mengambil keris yang dia bawa, dan selamat menikmati istrimu," kata Arkan dengan dingin.


Faraz melepaskan Aris, "maaf om, kami hanya di minta oleh nenek moyang kami mengambil hak kami yang di bawa putrimu, sekarang itu sudah di ambil jadi kamu tak punya hubungan apa-apa lagi dengannya," kata Faraz.

__ADS_1


"kalian semua keluarga biadab,setelah semua yang Niken lakukan untuk keluarga ini?" kata Aris marah.


Azam mengendong Niken, dia bisa merasakan jika kini istrinya adalah gadis biasa seperti wanita pada umumnya.


"apa maksud anda, Niken menyelematkan kami, dia juga di pinjamkan kekuatan oleh Emily yang harus rela buta selama dua tahun demi hal itu, bahkan Arkan berkali-kali hampir mati karenanya, jadi Putri anda itu beban bagi kami, jadi setelah ini jagalah sendiri, karena kami tak mau berurusan dengannya," kata Aryan yang membuat Aris bungkam.


Niken meneteskan air mata karena sebenarnya bisa mendengar segalanya.


dia tak mengira jika dia sudah di buang begitu saja oleh Arkan, bahkan dia juga sadar jika Arkan meregang nyawa karenanya.


Arkan menidurkan putrinya di ranjang, Arsana memegang dua jenis milik keluarga mereka.


"bang, sekarang putrimu hanya gadis biasa, tapi kemampuan untuk melihat mahluk halus tetap ada, jadi aku pamit," kata Arsana yang merasa sedih.


"tunggu Arsana, bisakah kamu minta nyai Nawang untuk menepati janjinya, karena kami sudah terlalu lama menunggu," kata akan dengan sedih.


"baik bang," Jawab Arsana.


Arkan pun terjatuh pingsan, karena dari tadi dia terlalu memaksakan dirinya sendiri untuk membimbing putrinya Lily.


Faraz membantu Arkan naik ke ranjang dan memanggil Raka untuk menyadarkan pria itu.


"sudah Semuanya sudah berakhir,kalian kini bisa hidup tenang, tanpa gangguan lagi," kata pria itu tersenyum menepuk bahu Faraz.


ya dunia makin modern,dan perlahan ilmu klenik di tinggalkan, Faraz juga mulai menata hidupnya untuk menjadi lebih baik lagi.


Niken pun di bawa ke rumah, dan wanita itu pun menekuk Azam dengan erat, "maafkan aku mas, seharusnya aku sadar jika hanya kamu yang tulus padaku,"


"iya sayang, mulai sekarang tolong terima aku sepenuhnya, jangan memikirkan pria lain dan membuatku sedih," kata Azam.


"iya mas," jawab Niken.


sedang Azam menyeringai di balik tubuh Niken, pasalnya sekarang dia sudah bisa menikmati tubuh istrinya itu.


terlebih benda pengganggu itu sudah di cabut oleh pemiliknya, bahkan Suni sebagai penjaga pun sudah di ambil alih juga.


jadi sekarang dia sudah bisa mengajaknya menemui keluarganya yang berada di alam lain.


karena mereka sudah tak sabar betemu dengan wanita yang berhasil membuat putra mereka tergila-gila.

__ADS_1


__ADS_2