Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
melawan Sasa


__ADS_3

Niken dan Niken nampak begitu bahagia dan akrab, bahkan mereka terlihat seperti orang yang sudah bersahabat dari lama.


bahkan keduanya bercanda bersama, tapi tiba-tiba Tasya merasakan sesuatu.


kera putih peliharaan dari Lily pun berubah menjadi sosok raksasa ghaib.


"sepertinya ada yang tak beres,", gumam Tasya.


di luar rumah, sudah datang seekor burung gagak yang hinggap di sebuah dahan pohon mangga di depan rumah.


"ayolah ini masih sore, tapi mereka sudah eksis saja," kata Faraz.


"kamu saja deh, bikin lelah saja," kata Arkan yang sedang tak ingin melawan mahluk halus.


"ah juga lelah, biarkan saja toh dia tak akan bisa masuk,dan lebih baik aku dan Niken menginap di sini, setidaknya nanti Tasya ada teman saat kita melakukan sesuatu," kata Faraz.


"baiklah terserah dirimu saja," jawab Arkan.


keduanya pun masuk dan melihat siluman kera putih itu sudah berubah wujud, Arkan memberi kode agar siluman itu tenang.


perlahan dia kembali ke bentuk awalnya, dan Suni yang di tugaskan untuk menjaga di luar.


akhirnya mereka semua memutuskan untuk menonton tv bersamaan sambil menemani Lily.


Sasa sedang mengawasi rumah keluarga arkan, dia ingin memancing hawa hitam di tubuh pria itu tapi sangat sulit.


terlebih dia sudah cukup lama tak makan jantung manusia, dan dia sudah butuh asupan jantung dari manusia yang penuh dengan kebencian.


"kalian berdua mandi dulu ya, Lily juga mandi di kamar mandi mami yuk," ajak Tasya.


"siap mami," jawab gadis kecil itu.


Niken dan Faraz mandi di kamar Lily bergiliran, terlebih mereka akan menginap di rumah itu.

__ADS_1


setelah mandi mereka pun melaksanakan sholat berjamaah bersama-sama.


Niken dan Tasya juga masak bersama untuk makan malam, mereka pun merasa tenang meski tidak dengan dua pria itu.


"sudah makan dulu, memang dia begitu mempengaruhi kalian?" tanya Tasya merasa heran.


"tidak juga, tapi hawanya membuat rumah ini jadi tak nyaman, terlebih kami takut dia mengincar Lily, karena dia itu adalah manusia pemakan jantung untuk memulihkan Tubuhnya," jawab Faraz.


Tasya pun berdiri dan keluar dari rumah dan mendengar suara burung gagak cukup nyaring.


sepertinya aneh karena mendengar suara burung gagak yang berbunyi saat hati mulai senja.


Tasya ingin mengeluarkan busur miliknya tapi sesuatu seperti melarangnya.


dan tiba-tiba dahan pohon itu patah dan burung gagak itu mati dengan tubuh yang terpotong.


"siapa yang melakukannya?"gumam Tasya.


dia baru kali ini melihat hewan ghaib, bahkan ukuran dari harimau itu lebih tinggi darinya.


"terima kasih sudah melindungi kami," lirih Tasya.


dia pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah karena hari mulai petang dan tak baik terus berada di luar rumah.


malam pun datang, Faraz dan Arkan makin merasakan ada yang aneh dengan kawasan rumah ini.


bahkan Ki Sesnag juga mulai mengelilingi rumah dengan tubuhnya.


"Tasya, aku titip Lily dan Niken ya, maaf aku merepotkan mu, tapi kami harus keluar dan mencari tau, tentang perasaan hawa tak enak ini," kata Faraz pada adik iparnya itu.


"baiklah aku mengerti," jawab Tasya.


mereka pun berangkat meninggalkan rumah, tiba-tiba seekor burung seperti menunjukkan arah.

__ADS_1


Keduanya pun bergegas pergi meninggalkan tiga wanita itu di rumah begitu saja.


mereka menuju ke suatu tempat yang tak asing bagi mereka berdua.


"mau apa kamu mengajak kami ke tempat ini, aku sudah tau jika semua itu ulah mu, jadi kamu mau apa?" tanya Faraz.


"aku tak ada urusan dengan mu, karena incaran ku sekarang adalah Arkan, karena kamu tak berguna bagiku," kata Sasa tertawa.


"ha-ha-ha, sepertinya aku sudah gila pernah suka pada mu, dasar wanita menjijikkan, bahkan aku bodoh pernah mengorbankan diriku demi dirimu yang tak berguna itu," kata Faraz


"aduh sudahlah, jika tak saling menyukai kenapa tidak saling membereskan saja, kalian kebanyakan omong," kata Arkan yang tak suka mendengar perkataan keduanya.


tak terduga Sasa malah langsung menyerang Faraz dan berusaha untuk mengambil jantung pria itu.


tapi tak terduga Arkan malah langsung menyerang wanita itu tanpa ampun dan berhasil melukai Sasa.


wanita itu pun muntah darah dengan cukup banyak, tapi itu tak menyurutkan amarah Sasa.


kini dia menyerang Arkan tapi dia lupa jika Faraz belum terluka jadi kini Faraz yang membuat Sasa terluka.


wanita itu benar-benar bukan tandingan kedua pria itu, tapi dengan pintar dia kabur dan mencari opsi lain.


melihat Sasa yang terluka menghilang keduanya pun malah panik.


bukan apa, mereka meninggalkan para wanita lemah itu di rumah dan sekarang mereka bergegas pulang untuk melihat ketiga wanita itu.


di rumah Tasya sedang mengaji bersama Niken, tapi tiba-tiba terdengar suara benda jatuh cukup keras.


bahkan ada sebuah percikan kembang api terlihat, Suni dan Kong langsung berubah wujud untuk melindungi rumah.


padahal Ki Sesnag juga sudah melindungi rumah itu,tapi Sasa tak gentar sedikit pun.


dia seakan menantang mahluk itu untuk bertarung dengannya, terlebih dia sudah menyesatkan dua pria itu agar kesulitan keluar dari lingkaran sihirnya.

__ADS_1


__ADS_2