Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
pilihan Arkan


__ADS_3

"Daddy tidak bisa melakukan itu, karena sekarang dia tanggung jawabku, jika Daddy melakukan itu aku bisa melaporkan anda," kata Arkan dingin.


"kalau begitu tunjukkan tanggung jawab mu sebagai suami, kenapa kamu mau ikut campur dengan urusan wanita itu, padahal kamu tau benar, istri mana yang bisa melihat mantan suaminya berhubungan lagi dengan mantannya, bahkan sampai rela mati untuknya," jawab tuan Alan menepuk bahu arkan.


pria itu bahkan mengambil Lily dari gendongan Faraz, "sekarang kalian semua pulanglah, aku akan menjaga putriku, kalian harus istirahat bukan, karena kalian akan melakukan hal besar," kata tuan Alan.


Raka mengajak Wulan pergi, begitu pun Faraz yang mengajak Arkan pulang.


awalnya Arkan menolak, tapi jika dia tetap di rumah sakit pun dia tak akan di terima oleh Alan disana


tuan Alan kaget saat masuk kedalam kamar, ternyata Anastasya sudah bangun dan pasti mendengar Semuanya.


"sekarang Daddy mengikuti keinginan mu?" tanya pria tampan itu.


"aku akan tetap disini sampai dia benar-benar membuang ku sendiri, terlebih dalam agama yang aku anut, aku harus mendengarkan perkataan suamiku," jawab Anastasya.


"baiklah Daddy hormati keputusan mu, tapi kenapa harus sampai masuk rumah sakit," kata tuan Alan.


"maaf Daddy, aku memang yang terlalu banyak pikiran, dan bisakah membuatku keluar dari sini, aku tak suka aromanya," mohon Anastasya yang memangku Lily.


"siap princess Daddy," jawab tuan Alan.


Arkan sampai di rumah bersama keluarganya, dia melihat ayu yang datang bersama Aris.


bahkan wanita itu begitu senang dan penuh harap agar bisa menemukan putrinya.


"sekarang pilihan ada di tangan ku," kata Raka yang langsung menyapa kedua orang itu.


Raka menghampiri ayu dan Aris, "bagaimana kabar kalian berdua? lama tak bertemu ya juragan Aris," kata pria menyapanya dengan sopan.


"Alhamdulillah baik, maaf atas kesombongan ku," kata Aris.

__ADS_1


"itu sudah biasa, semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan-kesalahan kecil, jadi tak perlu malu, sudah ayo masuk dulu," ajak Raka.


mereka semua pun masuk kedalam rumah, Arkan langsung memutuskan untuk sholat dan mengadukan semua pada yang Maha Pencipta.


karena di sanalah tempat paling tepat untuk meminta jawaban dari pilihan yang sulit.


Arkan sedang mengaji hingga tertidur tanpa sadar, dia pun bertemu dengan Akira, dia tersenyum kearah cucunya itu.


"ikuti kata hatimu, dan ingat kalian punya kemampuan jadi gunakan dengan baik," kata Akira mengusap kepala Arkan.


Arkan pun terbangun ternyata sudah sore, dan tak ada yang membangunkan dirinya.


"astaghfirullah... aku ketiduran, ya Allah Anastasya," panik Arkan.


dia pun buru-buru mencari ponselnya dan segera menghubungi istrinya tapi telponnya tak di jawab.


bahkan ponsel wanita itu sekarang tidak aktif, akhirnya dia terpaksa menghubungi Daddy mertuanya.


"Daddy dimana? kenapa ponsel Anastasya tidak aktif," tanya Arkan panik.


"dia sedang bermain dengan Lily, kami di rumah sakit, dan untuk ponsel sepertinya dia tak membawa ponsel ke rumah sakit," kata tuan Alan.


"ya Allah, aku sudah Panik duluan, baiklah Daddy, aku titip istriku dan tolong jaga dia, dan tolong bilang aku minta maaf, karena aku harus melakukan ini, karena aku memiliki kekuatan untuk membantunya," pamit Arkan.


"baiklah, aku akan menunggu mu, tapi jika kamu tak kembali, aku akan mengutuk mu masuk neraka," kata Anastasya


"baiklah, sesuai permintaan istriku," jawab Arkan.


dia pun makin yakin setelah mendengar kata Lily, bahkan tanpa di ketahui Arkan.


istrinya itu keluar dari rumah sakit dan akan menyaksikan semua apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu.

__ADS_1


terlebih dia tak ingin suaminya kenapa-kenapa,karena mereka baru saja bersatu.


Arkan berangkat ke pondok pesantren beserta semua keluarga besarnya.


terlihat semua santri sudah menduduki formasi yang di berikan Arkan.


ustadz Arifin dan ustadz Yunus juga sudah berada di tengah formasi. kini giliran Arkan, Aryan dan Faraz bergabung.


Aris sudah memakai baju putih dan di minta untuk tidur terlentang di tengah lapangan.


Arkan mengikat sebuah tali di tangan Aris, "kamu yakin akan melakukan ini, aku bisa pergi bersama mu," tahan Faraz saat Arkan akan mengikat tangannya.


"tenang saja, aku akan baik-baik saja, kamu harus tetap disini untuk menjaga raga ku dan om Aris," kata Arkan.


"baiklah, aku mengerti," jawab Faraz.


mereka pun mulai membaca surat yang sudah di berikan oleh ustadz Yunus.


saat itu Arkan dan Aris pun tertarik masuk ke dunia ghaib, mereka sampai di sebuah hutan yang sangat gelap.


Aris terus berjalan bersama Aris, tak lama ada seekor harimau hitam yang mengeram kearahnya.


"om kita harus lari, mengikutinya," kata Arkan yang langsung lari tanpa memperdulikan Aris.


tapi pria itu merasa heran karena staminanya seperti kembali muda seperti dulu.


mereka sampai di sebuah kawasan yang begitu mewah, seperti perkotaan yang begitu mewah dan maju, tapi yang membuat Aris merinding takut adalah para penghuninya yang memiliki berbagai macam bentuk.


seorang pemuda tampan menghampiri keduanya, "baru datang, ayo kita sudah di tunggu,", kata pemuda itu.


mereka langsung menuju ke sebuah hutan lagi, tapi kali ini hutan itu sangat rapat bahkan auranya begitu hitam pekat.

__ADS_1


mereka pun sampai di sebuah meja batu besar yang sudah ada di sana.


__ADS_2