
sesampainya di rumah, mereka pun memutuskan untuk sarapan dan kemudian lanjut beristirahat, terlebih Tasya dan Lily yang nampak begitu lelah.
sedang Faraz masih mengantarkan Niken pulang dan nanti pria itu akan balik ke rumah Arkan lagi karena urusan mereka belum selesai.
Tasya sudah tertidur dengan cukup nyenyak, begitupun Lily, sedang Arkan tak bisa memejamkan mata sama sekali.
tak lama terdengar suara motor dari Faraz dan sebuah mobil, ternyata itu adalah mobil dari teman polisi mereka.
dia adalah Nino yang sekarang sudah menjadi anggota polisi bagian kriminal.
"assalamualaikum bro, maaf nih pas kemarin tasyakuran tak bisa hadir," sapanya dengan suara begitu bersemangat.
"gak papa, aku juga pindahnya memang dadakan, dan ayo silahkan duduk, Faraz temani dulu biar aku buatkan minum," kata Arkan.
tak lama dia keluar dengan kopi dan beberapa cemilan, "lah istrimu mana, masak suami gantengnya ini yang repot," tanya Nino
"dia sedang tidur, semalaman kami terjebak di perumahan elit Mahasena, gila kami muter-muter gak jelas, jadi dia kelelahan terlebih sedang hamil anak kedua juga," jawab Arkan.
"owalah, sebenarnya aku kesini mau tanya juga masalah perumahan itu, terlebih disana ada klinik bidan yang sedang jadi incaran, kalian mau bantu karena sepertinya akan mudah dengan bantuan kalian," kata Nino.
"tau saja jika kami mau minta hal yang sama, terlebih ada tiga arwah yang meminta pertolongan pada kami, dan kamu takut jika tidak menolong mereka, istri dari arkan bisa bahaya," jawab Faraz.
"baiklah kalau begitu, aku ambilkan dulu semua berkas-berkasnya," jawab Nino yang mengambil sesuatu di mobil.
pria itu kembali dengan semua berkas yang di bawanya, berkas-berkas itu seperti berkas lama.
"itu berkas dari klinik itu?" tanya Faraz.
"iya, dan ternyata klinik seperti ini pernah di temukan dan itu berkat bantuan dari orang tua kalian, itulah kenapa aku kemari dan ingin meminta pertolongan dari kalian," jawab Nino.
"baiklah, biarkan aku lihat dulu," jawab Arkan yang terlihat serius membaca setiap bukti dan semua foto.
"apa kamu merasa aneh Arkan?" tanya Faraz ubah nilai ingat sesuatu.
"ya tiga hantu gadis itu tak mengikuti kita, padahal biasanya jika arwah penasaran pati mereka akan terus menempel pada kita sampai kita menolongnya," jawab Arkan.
"ya aku benar, sepertinya kasus ini tak semudah yang terlihat terlebih ini melibatkan dunia lain," kata Faraz menaruh berkas itu.
__ADS_1
sedang di rumah, Nike sedang melamun, dia lupa semua pesan dari Faraz.
terlebih dia merasa jika hidupnya saat ini tak berguna, terlebih pria yang di cintai juga sudah berumah tangga.
"kenapa kamu sedih, kamu juga punya pria yang menunggu mu," bisik suara yang tak jelas dari mana.
"kamu siapa?" teriak Niken kaget.
"kamu membuatnya tak berdaya, dia menunggu mu dalam kesendirian Niken," kata suara itu lagi.
"Tidak pergilah dari sini!!" usir Niken.
"ha-ha-ha..." malah tawa itu mengenai di dalam kamar Niken dengan begitu keras.
tiba-tiba tubuh Niken pun tumbang, wanita itu tergletak tak berdaya di lantai kamarnya.
Niken berada di sebuah hutan yang dia sendiri tak tau di mana itu, dia melihat ada dua anak laki-laki yang sedang tertawa dan berlarian.
melihat itu, Niken pun penasaran, "anak-anak tunggu!" panggil Niken yang berlari mengejar kedua anak itu.
tapi langkahnya terhenti saat mendengar ada suara yang terus memanggil namanya dengan lirih, "siapa..." bingungnya.
"dia sudah menunggu mu Mama," kata kedua bocah itu yang mengandeng tangan Niken.
keduanya membawa Niken ke atas tempat batu, ada sesosok mahluk berbulu hitam lebat panjang, bertaring dan berwajah seram, sedang memanggil nama Niken tanpa henti.
"itu siapa?" tanya Niken yang memang sudah di buat lupa segalanya.
"dia adalah suami mu ma, ayah kami," kata kedua bocah itu yang berubah menjadi wujud seram persis mahluk di atas batu itu.
tubuh Niken tak bisa bergerak seketika, tubuhnya seakan mati rasa, dan hanya bisa bersandar pada sebuah pohon.
kedua makhluk kecil itu langsung mendekat dan langsung menyusu pada ibu kandungnya itu.
Niken pun tak bisa berbuat banyak, "siapapun tolong... hentikan kedua mahluk ini..." tangis Niken merutuki Nasib buruknya.
seseorang datang dan langsung menarik kedua bocah itu dan melemparnya dengan keras kearah Bayu itu.
__ADS_1
"sialan!!!"
"kalian sudah bercerai dan kamu masih menyuruh anak-anak mu menganggu ibunya yang sudah melanjutkan hidupnya," kata pria itu memberikan sorban miliknya untuk menutupi bagian tubuh atas Niken.
bahkan wanita itu sudah pusat karena kedua mahluk kecil itu menghisap darah dari Niken.
"mereka tak salah, kalian saja yang memisahkan mereka dari ibunya," marah Azam yang melihat dua anaknya terluka.
"ternyata kami tetap keras kepala, kalau begitu aku tak segan lagi untuk membunuh mereka, dan benar-benar mengakhiri segalanya," kata pria itu mulai membaca salah satu ayat di dalam Al-Qur'an.
kedua mahluk kecil itu pun mulai Kesakitan, bajakan mereka terus berteriak tanpa henti.
Azam ingin berontak tapi tak bisa, rantai itu mengikatnya kuat, Tasya terbangun dari tidurnya.
dia pun mulai membaca ayat kursi dan juga surat Al-fatihah, belenggu makhluk itu makin kuat menahannya.
pria itu melemparkan tasbih miliknya dan langsung membunuh kedua makhluk kecil itu di depan ayahnya.
"tidak!!! cucu-cucu ku!!!" teriak pak Broto dan Bu Broto yang baru tau jika cucunya hilang.
"kenapa kamu membunuhnya, bukankah kalian janji akan membiarkan mereka asal kami melepaskan Niken!" teriak pak Broto tak terima.
"syarat kami bukan hanya itu, tapi kedua cucumu itu berani mengusik hidup Niken yang baru saja mulai membaik, dan itu berkat hasutan ayah mereka, jadi perjanjian kami sudah di langgar olehnya, dan aku tak segan lagi kini," kata pria itu yang kemudian memeluk dan mengendong Niken.
"dasar pria biadab!!" marah Bu Broto yang ingin menyerang ustadz Yunus.
tapi seekor harimau datang dan langsung menyerang makhluk itu hingga terluka.
bahkan hewan ghaib itu terus mengeram marah kearah semua yang ada di sana. terlebih tak segan melukai siapapun yang ingin menyerang ustadz Yunus.
ustadz Yunus membuka matanya dan tersenyum melihat putrinya yang masih tenang di ayunan bayi miliknya.
"insyaallah Hana bisa menjadi anak yang Sholeha ya," kata ustadz Yunus.
pria itu pun mendoakan putrinya dan kemudian membawanya untuk mulai mengajar.
Anna menawarkan diri untuk menjaga bayi mungil itu karena ustadz Yunus baru saja kehilangan istrinya.
__ADS_1
saat pria itu sedang menemani jamaah umroh, dan istrinya itu di rumah yang ada di sekitar pondok milik ustadz Arifin.
seseorang mengirimkan ilmu hitam yang sangat kuat, dan membuat istrinya itu melahirkan sebatas tak normal hingga akhirnya meninggal dunia.