Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
berusaha ikhlas


__ADS_3

Faraz datang ke rumah Arkan untuk meminta bantuan saudaranya itu untuk membantunya.


tapi saat sampai dia malah kaget melihat orang tuanya yang ada di sana, "loh ayah dan Amma disini?"


"iya Faraz, kamu tak mengajar, kenapa jam segini sudah main ke sini?" tanya Amma Wulan pada putra pertamanya itu.


"ah... itu Anna, aku sedang libur, aku ke sini ingin meminta bantuan Arkan untuk membantu ku untuk menjelaskan kondisi Niken, karena wanita itu sudah ingin bebas sekarang," jawab Faraz.


"kenapa? bukankah dia masih bisa sembuh?" tanya tuan Alan.


"saya tak mengerti om, karena sepertinya dia sudah lelah berjuang," kata Faraz.


"ya aku mengerti perkataan mu itu, sudahlah nanti di bahas, tapi untuk sekarang tolong jangan ganggu dia dulu karena istrinya sedang mengalami hari yang sulit," kata ayah Raka mengingatkan Faraz.


"baiklah ayah, aku juga tak akan memaksanya," jawab Faraz.


Arkan sedang menemani Tasya yang sedang mencoba beristirahat, "sayang ayo keluar, aku tak enak dengan ayah dan Amma,"


"tidak apa sayang, mereka pasti mengerti kok, sudah tidurlah sebentar, aku juga rindu ingin tidur bersama mu seperti ini..." bisik Arkan.


Tasya pun mengangguk, "iya papi... aku mencintaimu..." bisik Tasya.


"aku juga mencintaimu mami..." kata Arkan yang mengusap punggung istrinya.


Tasya yang merasa begitu nyaman pun akhirnya terlelap tidur, sedang arkan mengecup kening istrinya itu.


tapi dia tak ingin meninggalkan Tasya, jadi dia memutuskan menemani istrinya itu.


Faraz memangku keponakannya Linga, sedang amma Wulan ingin mengambil susu untuk cucunya itu.


tak sengaja dia lewat di depan kamar Arkan dan Tasya, kebetulan pintu tak tertutup.


dia hanya tersenyum melihat keduanya, "pria pintar, sikap hangat mu itu bisa membuat istrimu menjadi lebih bahagia,"

__ADS_1


Amma Wulan membuka freezer dan menemukan begitu banyak botol berisi ASI.


dia pun mengambil satu botol dan menghangatkan ASI itu untuk di berikan pada cucu laki-lakinya itu.


baby Linga memang sangat kuat saat menyusu, itulah kenapa ASI dari tasya begitu lancar dan banyak.


Faraz pun juga ketiduran sambil menemani bayi Linga , sedang para orang tua sedang membicarakan tentang pernikahan tuan Alan dan mbak Utami.


"mau di buatkan sesuatu, aku sedang lapar?" tanya tuan Alan.


"biar aku saja, biar aku buatkan tahu isi ya, sepertinya di kulkas bahan-bahannya," kata mbak Utami.


"uh lama dong, padahal aku sudah lapar..." kata tuan Alan.


"sudah duduk diam saja, aku pasti buatkan sesuatu untuk mu, jadi jangan mengomel terus oke," kata mbak Utami.


akhirnya mbak Utami di bantu Amma Wulan untuk membuat sesuatu untuk di makan sebagai cemilan.


Aryan sedang berada di sekolah, dia beberapa kali melirik meja dari Niken yang sudah kosong.


bahkan setiap pagi, semua guru dan murid mendoakan wanita itu, sedang Aryan menghela nafas panjang, padahal dia baru saja berteman lagi dengan wanita itu, tapi sekarang semuanya telah berubah.


"jika kamu bisa kembali kami menunggu mu di sini, dan jika kamu tak bisa kembali,maka tenanglah di surga ya Niken," kata Aryan yang menghapus air matanya.


di ruangan Niken, gadis itu seperti merasakan tetesan air mata di wajahnya.


tiba-tiba arwahnya memadat, dan dia pun bangun dan ingin kembali masuk ke dalam tubuhnya.


tapi Azam menahan wanita itu saat Niken hampir menyentuh tubuhnya. "katanya kamu mau menyebrang?"


"tapi aku seperti dapat panggilan dari seseorang, jadi aku ingin mencoba untuk masuk kembali ke tubuhku," jawab Niken yang melepaskan pegangan dari Azam.


Azam ingin menjadi egois, dia tak ingin Niken kembali jadi dia terus menahan Niken.

__ADS_1


tapi saat Niken berhasil menyentuh tubuhnya, tiba-tiba arwahnya seperti bersedot masuk kedalam tubuh itu.


Niken pun sadar dan langsung membuka matanya, seorang suster datang untuk melihat kondisi Niken pun terkejut.


"dokter pasien sudah sadar," teriaknya kaget.


para dokter pun bergegas ke ruang ICU dan tak menyangka jika pasien yang sudah di pastikan tak akan bisa bangun.


bisa membuka mata, "siapa namamu?" tanya seorang dokter.


"Niken..."


dokter pun menghampiri keluarga Niken, Aiden dan juragan Aris yang kebetulan menjaga di rumah sakit karena ayu sedang meminta doa pada beberapa panti asuhan.


"orang tua dari pasien Niken Yuswandari Munandar," panggil suster.


"iya suster, saya ayahnya," kata juragan Aris.


"putri anda mendapatkan mukjizat tuan, dia sadar dari koma, dan jika kondisinya terus membaik dalam beberapa hari, mungkin dia bisa di pindahkan ke ruang rawat inap biasa," kata dokter yang membawa kabar bahagia itu.


"Alhamdulillah ya Allah.... Maha Besar Atas Segala Keagungan Allah," kata Aris yang langsung sujud syukur mendengar kabar itu.


dia tak mengira jika putrinya itu akan sadar, bahkan dia di izinkan untuk masuk dan melihat Niken.


tubuhnya gemetar melihat sosok Niken yang tersenyum kearahnya, dia pun mengecup kening Niken, "assalamualaikum nak..."


"waalaikum salam ayah..." jawab Niken.


"ya Allah sayang, ayah dan bunda sangat senang bisa melihat mu lagi bangun, tolong jangan tidur lagi ya," mohon Aris dengan air mata yang taj hentinya menetes


"iya ayah..." jawab Niken.


Ayu dan Alden yang dapat kabar pun langsung bergegas ke rumah sakit, dan merasa hidupnya kembali bercahaya.

__ADS_1


terlebih dia bisa memeluk kembali putrinya itu, dan Niken merasa senang bisa kembali bersama keluarganya.


__ADS_2