
"sialan, kenapa harus di meja batu ini lagi," gumam Arkan melihat mengerikan itu.
itu adalah meja batu yang merenggut keluarga Emily, tapi sekarang dia ada di dini lagi.
"ya tuhan... Ki Antaboga, Ki Adhiyaksa, Ki Item, tolong datang," panggil Arkan.
Aris makin kaget, pasalnya toga makhluk raksasa itu datang dengan wujud yang begitu mengerikan.
"mereka itu apa?" kata Aris takut.
"jangan takut, mereka adalah khodam pendamping keluarga ku," kata Arkan.
"kamu kenapa nampak bingung, kamu akan tau lagi nanti, sudah jangan Padang tampang bodoh mu," kata Ki Antaboga pada arkan.
"baiklah, tapi kapan dia akan datang dan melahirkan, Krena waktuku tak banyak," kata Arkan.
"memang kenapa orang istrimu ada di sekitar mu, tak akan mungkin dia pergi," ledek Ki Adhiyaksa.
"benarkah, tapi kami malah membuatku ingin kembali, semoga acara gila ini segera selesai," kata arkan.
Aris pun mengeleng, dia melihat bagaimana Arkan mencintai istrinya, dan seandainya tapi itu tak boleh ada harapan.
tak lama meja batu itu mulai di kelilingi semua mahluk hitam tinggi besar, bahkan bulu mahluk itu seperti sapu ijuk dengan mata merah dan gigi taring.
Aris terkejut, bahkan nyalinya sudah menciut terlebih dahulu, terlebih penampilan makhluk itu terlalu seram.
Niken di bawa dari rumah mertuanya, dia melihat jika dia akan di bawa ke sebuah rumah sakit.
Arkan dan Aris masih bersembunyi di balik semak-semak, sedang semua khodamnya bersembunyi dengan ilmu mereka.
Arkan melihat Niken di gendong oleh salah satu dari makhluk hitam itu dan menidurkannya di meja batu.
tak terduga ada asap hitam di antara makhluk itu, semua genderuwo duduk mengelilingi meja batu setelah asap itu datang.
perlahan asap itu memadatkan sosoknya, dan yang mengejutkan Arkan adalah sosok yang di lihatnya.
"brengsek... kenapa pria ini lagi, dan sekarang dia memperbudak makhluk-makhluk ini," kata Arkan tak habis pikir.
"itu gimana bunuh ya, bisa-bisa aku mati konyol beneran," kesal Arkan pada para khodamnya.
"bunuh semua anak Niken yang berwujud manusia," kata Ki Antaboga.
"tunggu dulu, semua maksudnya apa?" bingung arkan yang tak mengerti.
"karena wanita itu hamil lima anak, dua berwujud genderuwo, dan tiga berwujud manusia tapi mereka mewarisi kutukan ibunya, dan kutukan Niken pun akan hilang sekarang," kata Ki Antaboga menjelaskan.
Arkan pun mengerti dan mulai bersiap, Arkan mengeluarkan panah api milik adiknya.
dia pun bersiap-siap untuk membunuh anak Niken yang lahir.
Niken pun merasa perutnya mulas, dan kemudian dia mengejan, dan lahirlah dua anak berbentuk bayi seperti manusia biasa.
__ADS_1
dukun itu terlihat begitu bahagia, terlebih tubuh kedua bayi itu lahir dengan sempurna, bahkan kutukan itu juga.
tapi rasa senang itu cuma bertahan sebentar, tak lama anak panah melesat dan membunuh kedua bayi itu hingga terbakar hangus.
"siapa yang berani menganggu semua ritual ini!!" teriak dukun Suryo.
"maaf, seharusnya aku tak melakukan itu," kata Arkan yang keluar dari persembunyiannya.
Aris ikut keluar, "ternyata kamu mengantarkan nyawa mu sendiri kemari," kata dukun Suryo.
"kita lihat saja, siapa yang akan mati dan binasa," kata Arkan menantang pria itu.
"om mulai baca doa yang sudah ku suruh hafalkan," kata Arkan.
"baik aku mengerti," jawab Aris.
Aris mulai melafalkan doa, Niken kembali berteriak kini Niken kembali melahirkan anak yang berbentuk manusia.
Arkan kembali mengincar dengan anak panahnya, tapi Ki Suryo langsung menghadangnya.
tapi pria itu lupa jika senjata arkan bukan hanya panah, tapi sebuah tombak melesat dengan cepat dan langsung membakar hangus bayi itu lagi.
"bajingan!!! kamu membuatku tidak memiliki tubuh!!!" teriak dukun Suryo.
"maaf kakek, kamu seharusnya sudah mati, dan temuilah eyang dan juga cucu mu yang cantik," kata Arkan.
nyai Nawang dan Arsana datang, "waktumu habis Suryo, sekarang kamu harus mati," jawab wanita itu yang langsung membereskan Suryo
kini Arkan berjalan menghampiri meja batu itu, dan menyadarkan Niken dari kondisinya.
"tidak, kani tak boleh melakukan itu!!" teriak Azam.
tapi Arkan sudah berhasil menghilangkan semua ajian yang mempengaruhi Niken selama ini.
"Arkan!!" teriak Niken saat melihat pria yang berdiri di sampingnya.
"kau kurang ajar," kata Azzam yang ingin melukai Arkan.
Ki item menahan pria itu dan keluarganya, "kalian sudah melanggar semua peraturan kerajaan ku, tetap diam atau aku akan membuat kalian menyesal," ancam Ki item.
Niken pun kaget dan ketakutan, pasalnya dia melihat begitu banyak mahluk tinggi besar dengan bulu di sekujur tubuh.
"Arkan tolong bawa aku pergi,aku takut di dini, mereka semua makhluk menakutkan," mohon Niken ketakutan.
Aris langsung memeluk tubuh dari anaknya yang sudah lama hilang, bahkan tak hanya itu Niken tiba-tiba berteriak keras.
"sakit!!!" teriak Niken
wanita itu kembali melahirkan lagi, dua sosok bayi genderuwo, itu adalah anak Azam dan Niken
"berikan putra-putraku," mohon Azam.
__ADS_1
Ki item mengangguk, "baiklah rawat bayimu, dan kami akan membawa Niken pulang," kata Arkan.
"tidak bisa, mereka masih butuh ibu mereka," kata Azam menantang Arkan.
"baiklah, kalau begitu aku menantang mu, aku ingin lihat sampai sejauh mana bisa kamu bisa melawan ku," jawab Arkan mulai menunjukkan kekuatannya.
Azzam mundur, ternyata orang yang dia sepelekan, ternyata pria itu begitu berilmu tinggi.
Niken masih tak percaya dia melahirkan anak genderuwo, bahkan. dia ketakutan setengah mati.
"tapi bolehkah aku meminta dia menyusui anak-anaknya dulu sebelum kalian bawa pergi," minta Bu Broto dengan sopan.
"tidak boleh, melahirkan anak itu saja sudah salah, sekarang kamu akan pergi, dan ki item ini semua ku serahkan pada mu sebagai raja di sini," kata Arkan.
"baik aku mengerti," jawab ki item.
Faraz dan Aryan bangun, mereka mengambil kain putih dan mulai menutupi seluruh tubuh Arkan dan Aris.
Anastasya mengambil pistol dari saku salah satu pengawal daddy-nya.
dia berlari mendekat kearah Faraz, "mami!!" teriak Lily melihat Anastasya pergi.
Faraz kaget melihat adik iparnya mengacungkan senjata Padanya, "bang Faraz!!" teriak Aryan kaget.
tapi Anastasya menabrak tubuh Faraz dan langsung melepaskan tembakan.
seseorang berdiri di sana sambil tertawa melihat itu, "sayangnya pistol itu tak membunuhku!" kata sosok itu tertawa.
Faraz dan Aryan kaget melihat sosok itu kembali, "Nia..." panggil Aryan dan Faraz bersamaan.
"tapi kamu tak sadar jika pistol ini aku sudah bacakan ayat kursi," kata Anastasya yang tak bodoh.
sosok itu merasakan sakit, dan tubuhnya perlahan berasap dan kemudian dia berlari menghilang di tengah malam.
ustadz Yunus membaca doa, dan kain putih itu tersingkap, dan nampak lah, sosok Niken yang tidur di antara Arkan dan Aris.
melihat itu, Anastasya mengacungkan senjata yang di bawanya pada wanita itu, "singkirkan dia, atau aku akan membunuhnya,"
"tenang nona, dia hanya pingsan setelah melahirkan," kata ustadz Yunus yang mengambil senjata dari tangan Anastasya.
dia pun memberikan senjata itu, dan langsung memotong tali yang mengikat Arkan dan Aris.
"bilang padanya, aku akan berangkat ke bandara besok siang, dan tak usah mengantarkan kami, karena dia sudah memilih," kata Anastasya yang meneteskan air matanya.
"tunggu apa maksudmu Anastasya, bukankah kamu bilang akan tetap di sini," kata tuan Alan kaget.
"maaf Daddy, aku tidak bisa tinggal dengan pria yang bahkan tak mencintaiku, aku tau jika pernikahan ku adalah paksaan dan balas Budi, terima kasih ayah dan Amma... sudah menerima ku, mbak Nayla," kata Anastasya yang langsung mengajak tuan Alan dan Lily pergi
Wulan langsung berjalan masuk kedalam formasi dan langsung melepaskan genggaman tangan dari Niken dan Arkan.
"Arkan jika kamu tak segera kembali, Amma tak akan memaafkan dirimu selamanya!!" teriak Wulan mengejutkan semua orang.
__ADS_1
Aryan dan Faraz baru sadar jika keduanya berpegangan tangan, dan ternyata hal itu yang membuat Anastasya sedih dan memutuskan untuk pergi.