Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
bertemu mertua


__ADS_3

Arkan tertawa pasalnya dia harus mengendong putrinya, sedang Anastasya berenang untuk mengembalikan kekuatannya.


dan Lily terus melihat maminya dengan wajah yang semringah karena kagum itu.


"wow ... mami berenang dengan hebat, Lily mau bisa seperti mami."


"bisa dong, tapi Lily harus mulai belajar ya," kata Arkan tertawa.


Anastasya pun berhenti dan memeluk tubuh Arkan, "karena Lily punya papi yang hebat, jadi Lily pasti bisa," kata Anastasya.


"siap mami," jawab Lily.


Arkan pun mencium pipi putrinya dan kemudian mencium bibir istrinya sekilas, "aduh... papi lebih parah dari ayah kecil,"


keduanya pun tertawa, pasalnya putri mereka memang terlalu sering melihat Aryan dan Nayla yang begitu mesra.


tapi sekarang dia melihat orang tuanya sendiri yang begitu mesra, ketiganya sudah siap naik ke atas pesawat.


mereka akan menuju ke kota kelahiran dari suaminya itu, karena Anastasya sudah tak sabar untuk bisa bertemu dengan mertuanya lagi.


"Lily takut sayang?" tanya Anastasya.


"tidak mami, karena ini kedua kali aku naik pesawat, tapi papi yang takut sampai sebut nama mami," kata Lily.


"benarkah itu?" tanya Anastasya tak percaya itu.


"aku hanya teringat masa buruk saja," jawab Arkan.


"baiklah sayang," jawab Anastasya.


pesawat mereka pun mulai lepas landas, Arkan, Anastasya bersamaan mencium tangan Lily bersamaan.


mereka bertiga tak sabar untuk mengaku berkumpul dengan keluarga mereka lagi.


di rumah Raka, sekarang ada tamu tak terduga lagi, itu adalah ayu yang datang sambil menangis tersedu-sedu.


"tenanglah mbak, kami juga tak bisa melakukan apapun, terlebih Faraz juga masih berusaha," kata Wulan menenangkan wanita itu.


"ya Allah mbak, sudah tiga hari ini aku terus melihat keranda di depan rumah ku, dan semalam aku bisa melihat siapa yang ada di keranda itu," tangis ayu.


Faraz yang masuk kedalam dunia ghaib, sudah berada di kerajaan dari Ki item.


"loh tuan Faraz datang, ada apa tuan datang ke kerajaan ku?" tanya Ki item melihat pria itu.

__ADS_1


"huh- sulit sekali menembus dunia mu, aku datang guna ingin menyelamatkan wanita bernama Niken Aris Munandar," kata Faraz.


"setahu diriku, tak pernah aku melihat wanita itu di kerajaan ku, tapi aku akui di sini ada aura manusia yang sangat pekat," jawab Ki item.


"terus sekarang aku harus bagaimana, pasalnya aku baru tau jika suami wanita itu adalah salah satu dari bangsamu," kata Faraz.


"benarkah? berarti dia ada di sini? kalian semua menyebar dan geledah setiap rumah yang memiliki istri atau wanita manusia di rumahnya, terutama keluarga Broto karena mereka mencurigakan," perintah Ki item.


"baik raja," jawab semua pasukan dari Ki item.


Ki Adhiyaksa datang bersama Sesnag, Faraz pun menyapa keduanya.


"wanita itu terus merepotkan, itulah kami merasa bahagia saat prabu menikah dengan wanita lain," jawab Sesnag.


"baiklah aku mengerti, tapi sepertinya kalian tak peduli padaku?" tanya Faraz yang cemburu.


" ya bukan begitu tuan Faraz, anda juga pasti akan menemukan orang tepat, tapi semoga tak seburuk istri tuan Arkan," kata Ki Adhiyaksa.


"apa maksud mu dengan tak seburuk istri Arkan?" tanya Faraz bingung.


"karena istri tuan Arkan itu keluarga yang terbiasa membunuh orang, tapi itu juga sempurna untuk tuan Arkan, karena jiwa psikopatnya juga sangat tinggi," kata Sesnag.


"ha-ha-ha ternyata kalian bisa bergosip juga ya, tapi menurut ku Anastasya itu keren karena bisa mengimbangi suaminya, dan bisa menjadi menantu sempurna untuk Amma," jawab Faraz tertawa.


mereka semua pun menunggu, semua pasukan dari Ki item sedang memeriksa semua rumah.


"maaf raja, kami tak menemukan wanita yang anda maksud di mana pun,mungkin dia tak ada disini," jawab para prajurit ki item.


"baiklah aku mengerti," jawab Ki item.


"baiklah aku mengerti, aku akan pulang terlebih dahulu, tapi tolong terus awasi ya, karena aku yakin sebenarnya ada yang aneh disini," jawab Faraz.


"baik tuan," jawab Ki Item.


Faraz pun kembali ke tubuhnya dan langsung terasa begitu lemah, terlebih apa yang barusan dia lakukan sangat menguras tenaganya.


"kamu tak apa-apa Faraz?" tanya Raka yang melihat putranya itu hampir pingsan.


"iya ayah, tapi Ki item tidak bisa menemukan Niken, karena mereka sudah mengeledah segalanya tapi tak ada, sepertinya mahluk itu sengaja menyembunyikan Niken," jawab Faraz.


"tapi itu akan sangat buruk saat dia melahirkan bayi itu, karena Niken bisa mati saat melahirkan," kata Faraz.


"ya Allah... putriku," tangis Ayu.

__ADS_1


Aryan datang membawa sesuatu, "kamu bawa apa itu Aryan?" tanya Faraz.


"sesuatu yang kita butuhkan, aku akan datang kesana dan berusaha untuk mencarinya sendiri," jawab Aryan.


"tapi kamu tidak sekuat itu, kamu bisa saja tersesat dan malah tak bisa kembali, ingat kamu punya istri dan anak," jawab Faraz.


"tapi kesempatan kita hanya tinggal beberapa hari, karena dia akan segera melahirkan, jadi aku butuh bantuan anda Tante," jawab Aryan.


"tapi itu tak akan membantu, karena bukan Tante sumber dari kutukan itu, jadi tak ada gunanya karena kamu butuh sumber kutukan dari Niken," kata Arkan yang datang bersama Lily dan Anastasya.


"Arkan!!" kaget mereka semua.


"kalian sudah pulang?" kata semua orang.


Wulan langsung memeluk dan menciumi menantunya, terlebih dia selalu berdoa demi keselamatan Anastasya.


"assalamualaikum Amma..." kata Anastasya.


"waalaikum salam, ya Allah anak ku, akhirnya kamu sudah sehat, ya Allah, terima kasih ya Allah..." tangis Wulan pecah.


"Alhamdulillah Amma..." jawab Anastasya tersenyum.


"Amma... sebelum kalian melakukan itu, minta pak Aris untuk melakukan sholat taubat dan mau mencari putrinya," pesan arkan.


"baiklah nak, aku akan membujuknya," jawab Ayu.


wanita itu pulang di antarkan oleh Faraz, dia tak menyangka jika istri dari Arkan makin cantik terlihat.


dia sempat menyapa sebentar, Anastasya melihat ke arah suaminya.


tapi dia merasa bahagia, karena pria itu mau membantunya, dan tak menyangka dia akan merepotkan seperti ini.


"tenang sayang, aku hanya membantunya," kata Arkan yang tak memikirkan perasaan Anastasya.


wanita itu kini hanya diam meneteskan air mata, bahkan dia hanya bisa mengenggam tangan Putrinya.


"kamu pilih membantunya tanpa memikirkan kami, kamu bodoh atau apa? aku tak mau jadi janda karena kamu mati konyol, berhenti melukai dirimu, kamu bukan pemuda yang dulu, jika kamu mau mati aku akan kembali ke Singapura, setidaknya kami tak harus melihat mu terluka karena gadis itu," kata Anastasya yang mengejutkan semua orang.


"tunggu menantu, tolong jangan gegabah," kata Raka.


"tapi kami baru berkumpul ayah, bagaimana kalau aku harus kehilangan lagi, demi apapun melihat putriku tumbuh tanpa aku di sisinya, itu sangat menyakitkan," kata Anastasya yang terduduk sambil menangis.


Wulan memeluk tubuh menantunya, sedang Arkan tau jika ini akan melukai istrinya, Aryan pun tak bisa melihat perpisahan ini.

__ADS_1


"kenapa tak biarkan dia berjalan sesuai takdir, jika dia di takdir kan untuk selamat, pasti ada orang yang bisa menyelamatkan, tidak harus kamu," kata Aryan.


"aku setuju, setelah segalanya dan hinaan dari pria itu,maaf aku tak bisa melihat kakak iparku berkorban lagi," kata Nayla yang datang dan mendengar semuanya.


__ADS_2