Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
kesibukan seorang ibu


__ADS_3

Anastasya melihat ke kamar putri kecilnya yang sedang tertidur lelap, dia pun mencium kening putrinya itu.


"mami sudah pulang," kata Lily yang terbangun dari tidurnya.


"iya cantiknya mami, ada apa sayang, Lily mau minum susu nak?" tawar Anastasya.


"Lily mau tidur bareng mami dan papi," jawab gadis itu langsung memeluk tubuh Anastasya.


"baiklah," jawab Anastasya mengendong putrinya itu masuk kedalam kamarnya dan Arkan.


"kenapa, kok Lily di bawa kesini?" tanya Arkan membantu istrinya itu.


"dia ingin tidur bersama kita, jadi aku mengajaknya, mungkin dia merasa takut," kata Anastasya.


"baiklah, kita tidur bertiga malam ini," jawab Arkan.


mereka pun mulai tidur dengan Anastasya yang tidur di tengah, Lily dan Arkan memeluk wanita itu.


Anastasya pun bangun saat mendengar suara qiroah di masjid dan ternyata masih jam setengah empat pagi.


dia pun bangun dan bersiap membuat sarapan, terlebih dia ingin memasak makanan kesukaan dari Lily dan Arkan.


dia sedang bingung sendiri di dapur, "ini kenapa bentuknya sama semua," gumam Anastasya.


"ada apa nak?" tanya Wulan yang bangun dan juga bersiap untuk memasak.


"ah Amma, aku ingin membuat telur bumbu lapis, kesukaan mas Arkan dan Lily, tapi aku bingung mana itu lengkuas, karena foto di google tak sama dengan rempah yang ada di sini," kata Anastasya.


"sekarang ma bantu, kamu ingat rasanya, agar bisa ingat oke," kata Wulan menjelaskan.


Anastasya pun menginggat semuanya, dan mulai memasak untuk keluarganya.


dia juga membuat capcay sayur, setelah selesai dia pun bersiap untuk sholat di Mushola.


ternyata Arkan dan Lily sudah bangun dan berangkat terlebih dahulu.


setelah sholat subuh berjamaah di musholla mereka pun mendengarkan ceramah singkat.


baru setelah itu pulang, Faraz mengendong Lily yang kebetulan pas ceramah tadi berpindah ke tempat sang ayah besar.


Raka memilih sarapan terlebih dahulu karena harus ke luar kota untuk membeli gambar yang baru di panen.


"tumben masakannya kok rasanya lebih manis, pasti bukan Amma yang masak," tebak Raka.


"menantu mu ayah," kata Wulan tersenyum.


"benarkah, kemana dia?" tanya Raka.

__ADS_1


"iya ayah, ada apa mencariku, apa masakannya tidak enak," tanya Anastasya terlihat takut.


"kenari nak, duduklah, masakannya enak kok, ini hadiah untuk mu, terima kasih untuk masakan mu hari ini," kata raka memberikan uang pada Anastasya.


"di terima Anastasya, itu hadiah dari mertua mu, jadi kamu bisa membeli apapun," kata Wulan.


"terima kasih ayah dan Amma," kata Anastasya yang begitu senang.


dia tak mengira jika keluarganya itu begitu baik, sedang Faraz juga memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu.


karena dia akan membantu Raka karena sedang libur mengajar, terlebih penggilingan padi yang selama ini di kelola oleh Rizal sudah di kembalikan pada Raka.


karena pria itu sudah mengelola semua sawah miliknya, begitupun dengan Adri.


yang sekarang fokus mengembangkan usaha makanan ringan bersama Nurul dan Rania.


jadi Raka akan di bantu oleh Faraz atau Arkan saat mereka senggang, pasalnya kasihan jika harus Raka sendiri yang menjalankan semuanya sendiri.


"ayah jangan bawa uang cash, kita bawa uang secukupnya saja, dan jika kurang kita bisa mengambilnya di ATM, atau bisa lewat transfer," kata Faraz.


"terserah kamu, oh ya Tasya tolong panggil suamimu ya nak," kata Raka pada menantunya itu


"eh kok panggil Tasya, kenapa ayah?" bingung Faraz.


"habis nama Anastasya kepanjangan, jadi lebih mudah memanggilnya Tasya, setuju? boleh kan Tasya?" tanya Raka.


"tentu ayah, itu akan lebih mudah, aku setuju," jawab Anastasya.


dia pun segera memanggil suaminya yang tenyata sedang tidur bersama Lily, "mas bangun yuk, ayah mencariku,"


"baiklah sayang," jawab Arkan yang bangun.


mereka pun bergabung, dan Arkan juga sarapan dan makan dengan lahap.


"maaf ayah, aku akan pergi ke penggilingan padi di Beji, jadi ayah tenang saja saat kulakan gabah," kata Arkan.


"ya terserah dirimu Arkan, tapi kenapa kamu makan begitu lahap, dan tak protes seperti biasa?" tanya Raka.


"karena masakan ini begitu pas, tumben Amma masaknya gak kepedesan," tanya Arkan


semua pun tertawa, "orang ini masakan Tasya kok," jawab Raka.


"apa? sayang benarkah?" tanya Arkan yang menoleh.


Tasya mengangguk dan mereka pun sarapan bersama, setelah selesai Raka dan Faraz berangkat terlebih dahulu.


baru Arkan yang pamit ke penggilingan padi, dan nanti siang Tasya dan Wulan akan pergi berbelanja untuk kebutuhan baju gamis.

__ADS_1


terlebih Tasya juga belum memiliki banyak baju gamis yang sesuai syariat.


"Lily ayo bangun nak, ayo sekolah," panggil Tasya membangunkan putrinya itu.


"mami..." kata Lily yang masih mengantuk.


Tasya langsung memandikan putrinya, dan menyiapkan putrinya itu untuk berangkat ke sekolah.


tak lupa Tasya juga sudah memanaskan mobil karena dia butuh kendaraan cukup besar untuk mengantar keempat bocah itu.


"Amma dan mbak Tasya mau kemana?" tanya Husna penasaran melihat sang Amma yang ikut mengantar ke sekolah.


"Amma mau ke pasar, karena mau belanja apa kalian mau titip sesuatu?" tanya Wulan.


"Aluna mau baju buat mengaji ya Amma," kata putri kecilnya.


"baiklah," jawab Wulan


mobil pun sampai di sekolah, Tasya turun dan membukakan pintu untuk semuanya.


dia juga membagikan uang saku pada keponakan dan adik iparnya. "Anand tolong jaga Lily ya,"


"siap mami ..." jawab Anand.


tapi Lily masih berdiri di depan Tasya, "ada apa sayang, cepat masuk nanti telat," kata Tasya berjongkok di depan putrinya.


"mami... bisakah membeli seragam untuk teman Lily, dia tak punya orang tua, baju dan tas juga sudah rusak," kata Lily.


"boleh dong sayang, mana anaknya?" tanya Tasya.


"itu dia mami, Adit!!" panggil Anand.


Tasya kaget ternyata dia anak laki-laki, dan sepantar dengan anand, "boleh mami?" tanya Anand.


"tentu, sekarang kalian masuk ya, biar mami yang urus semuanya," jawab Tasya.


terlihat Lily begitu dekat dengan bocah itu, bahkan bocah itu begitu menjaga Lily selain Anand.


kini Tasya tau kenapa Lily ingin temannya itu di bantu, dia pun masuk mobil dan berangkat bersama Wulan.


Wulan menjelaskan semua baju yang di perbolehkan, dan Tasya memilih model yang dia sukai.


setelah mendapatkan beberapa pasang, kini dia membeli seragam untuk bocah tadi.


dan tak lupa juga membeli beberapa baju untuk semuanya, jika tidak pasti akan terjadi kekacauan di rumah nanti.


terlebih Lily dan Anand yang iri jika tidak di belikan, setelah puas belanja mereka pun pulang.

__ADS_1


sedang di penggilingan padi di desa Beji, Arkan tertawa saat pertama kali membuka tempat itu setelah berhenti cukup lama.


pasalnya penggilingan itu di tutup setelah kejadian dia dan Faraz yang terluka parah, karena ada mahluk yang tiba-tiba datang mendiami tempat itu.


__ADS_2