Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
dendam Anjani


__ADS_3

mereka sampai di sebuah rumah yang di tunjukkan hantu gadis itu.


tak terduga mereka melihat empat pemuda yang sedang di hadang oleh Ki Arya.


"pergi Ki, kamu tak bisa menghalangi kami, kami harus membereskan semua masalah kami," kata Egi itu.


"kamu ingin bagaimana Egi, setelah membuat Sarah Anjani mati tertabrak truk, sekarang kalian berempat ingin membunuh orang tuanya, ayolah kalian tak ingin bernasib sama dengan teman kalian bukan, mati dengan mengenaskan," kata Arkan yang membawa besi yang ada tengkorak kepala dari hantu gadis itu.


Faraz mengambil tengkorak itu dan segera membawanya masuk kedalam rumah, sedang Arkan berdiri menghalangi keempat pemuda itu.


"minggir, kami ingin mengakhiri segalanya, aku hampir gila karena di hantui gadis itu," kata salah satu pemuda.


mendengar itu, Arkan langsung menampar pemuda itu hingga tersungkur.


Ki Arya kaget melihat hal itu, pasalnya Arkan benar-benar tak berubah, pria itu tetap memiliki kekuatan yang sangat besar.


ketiganya pun terdiam melihat teman mereka, "kalian bertiga juga mau, kebetulan aku lama tak membunuh orang, Ki Arya sebenarnya apa yang kamu katakan, hingga mereka ingin membunuh keluarga dari Anjani?"


"aku bilang mereka harus minta maaf dan mengakui segalanya tapi entah setan dari mana yang membuat mereka merasuki hingga ingin membunuh keluarga ini," marah Ki Arya.


"aku dan saudaraku sudah menemukan potongan tubuh dari Anjani, sekarang tugas kalian hanya minta maaf dan mengakui semuanya, tapi jika itu sulit, aku bisa membuat kalian bernasib sama dengan teman kalian tanpa aku menyentuh kalian semua," jawab arkan.


"tidak, kami tak ingin itu terjadi, kami akan minta maaf," jawab Egi.


"kalau begitu ayo kita masuk dan membantu penyatuan itu," ajak Arkan yang tersenyum menyeringai saat berbalik badan.


mereka pun masuk kedalam rumah, tanpa mereka sadari mereka telah masuk jebakan.


saat keempat orang itu masuk, tiba-tiba pintu rumah tertutup dengan keras.


brak...


keempatnya terkejut, dan saat mereka tengah lengah Arkan dan Ki Arya sudah tak ada di tempat.


"mereka kemana?" bingung Egi.


"aku tak tau, ini salah mu seharusnya kita tak mengikuti saran mu!" teriak dari Wisnu yang sudah ketakutan.


"sial kita di jebak!!" teriak Kenzo yang sudah mencengkram baju Egi.


"kau pikir aku juga mengerti," teriaknya.


tapi salah satu dari mereka yang paling ketakutan, karena dia menyimpan rahasia besarnya.


sebuah suara langkah kaki terdengar dari lantai dua rumah itu, suara itu berjalan mendekat kearah mereka berempat.

__ADS_1


"siapa itu?" kata Egi menoleh ke arah langkah kaki itu.


ternyata sosok Anjani yang berjalan sambil membawa kepalanya yang tertancap besi.


bahkan darah masih mengucur dari luka itu, "apa kalian juga melihatnya..." kata Wahyu yang terduduk lemas.


tiba-tiba mata Anjani terbuka menatap keempatnya dengan tajam, mata merah dengan marah dan menuntut dendam.


"kalian semua mati..."


"tidak!!" teriak keempatnya yang berlarian menyelematkan diri.


tapi pintu rumah itu tak bisa di buka dari dalam, akhirnya mereka pun berlari ke arah belakang rumah dan terpencar.


mereka semua ketakutan, bahkan kaki Kenzo seperti menendang sesuatu.


akhirnya pria itu terjatuh karena ada sesuatu yang menangkap kakinya, "ayo main..." kata kepala Anjani yang melihat pemuda itu.


"argh...." teriaknya yang berusaha lepas dari cengkraman Anjani.


tapi saat kaki Kenzo di lepaskan, pemuda itu malah lari dan lehernya tertancap pada sebuah pecahan meja yang tajam.


pria itu pun meregang nyawa bahkan darah segar mengalir deras dari leher Kenzo.


dia mencoba mencari pintu atau jendela yang bisa terbuka, tapi tak bisa, semuanya terkunci rapat.


"Wahyu...." panggil gadis itu yang memasang kepalanya kembali.


"tidak, aku tidak membunuh mu, kami mati sendiri sialan," kata pemuda itu yang kini berusaha untuk kabur.


"ha-ha-ha-ha, tapi kalian yang pengejar hingga ke jalan raya," kata Anjani yang mengambil besi dari kepalanya.


Wahyu ingin berlari, tapi besi itu di lempar Anjani ke arah Wahyu dan tepat menancap di kepala pemuda itu hingga tembus.


Wahyu pun mati seketika, tubuh pemuda itu pun jatuh ke lantai bawah, Egi kaget melihat tubuh Wahyu yang sudah bersimbah darah.


bahkan besi tajam di kepala temannya itu, "Anjani .. aku minta maaf, tapi tolong jangan bunuh aku," kata Egi ketakutan.


terlebih dia sudah terjebak dan melihat dua temannya mati. tiba-tiba Anjani berlari kearah Egi.


tapi dia malah mencekik leher dari satu teman Egi, "Yadi!!" panggil Egi yang melihat pria itu memegang sebuah keris.


"kamu yang membunuhku, kamu yang membuat kepala ku hilang, kamu yang membuat orang tuaku mati!!!" teriak Anjani melempar pria itu ke arah lemari dengan keras.


"sialan... keluargamu memang harus mati jadi aku mengirim mereka, ha-ha-ha," tawa pemuda itu yang bisa berdiri lagi meski sudah menabrak kemari hingga hancur.

__ADS_1


"pembunuh... pembunuh!!!" teriak Anjani dengan suara melengking hingga menghancurkan semua kaca di rumah itu.


Egi pun melindungi wajahnya dari serpihan kaca, dan melihat tubuh Yadi sudah terangkat di atas langit-langit.


tiba-tiba tubuh Yadi seperti di renggangkan dengan perlahan, Egi pun hanya bisa menangis menyaksikan semua itu.


akhirnya dari tubuh Yadi mulai terdengar suara tulang patah dan kemudian terhempas dengan suara keras ke tanah.


pria itu sudah tak bernyawa dengan darah yang mengenang dari tubuhnya.


kepala Anjani tiba-tiba patah dan menggelinding ke arah Egi, pria itu hanya menangis ketakutan, hingga tiba-tiba dia melihat sesuatu.


Anjani sudah tewas terlindas truk, Egi berusaha menghubungi kantor polisi.


saat Yadi mengambil kepala dari Anjani dan menyimpannya di sebuah kotak kayu di sebuah bangunan ruko yang masih dalam tahap pembangunan.


kemudian Yadi, Kenzo dan Wahyu yang di teror oleh arwah Anjani, membuat siasat untuk menyalahkan semua pada keluarga Anjani.


dan malam itu, keluarga Anjani di massa warga karena di rumah mereka di temukan alat-alat pemanggil arwah.


padahal itu adalah perbuatan dari teman mereka Deni yang mati terlebih dahulu, yang ternyata mereka semua berkomplot.


Egi terduduk ketakutan, "tapi kenapa mereka bisa datang kesini dan bilang ingin membunuh keluarga Anjani," lirih dari Egi yang kebingungan.


"semua hanyalah ilusi, kami yang membuatnya, dan membantu Anjani balas dendam, dan Ki Arya yang berperan sangat banyak," kata arkan yang menemui pemuda itu.


Egi masih tak mengerti, sosok Anjani pun berubah menjadi sosok sempurna, "aku dulu datang kamu yang memanggilku, dan asal kamu tau Egi, aku selalu menyukai mu, itulah kenapa aku terus di sekitarmu selama ini," kata Anjani.


Arkan pun mendoakan arwah Anjani yang kemudian sudah tenang, buku milik Faraz pun terbakar sendiri.


nama Anjani dan para pembunuh yang muncul saat hantu itu datang meminta pertolongan.


sebenarnya selama ini, semua yang terjadi karena ki Arya yang membuat ketiga pria itu ketakutan dengan arwah orang tua dari Anjani yang juga mati dengan tak adil.


jadilah dukun itu membuat ketiganya lupa jika kedua orang itu sudah mati, dan mengirim mereka ke rumah kosong itu untuk pembalasan dendam.


ketiganya meninggalkan rumah itu,begitupun Egi yang sekarang malah seperti orang gila karena kesalahan dan rasa bersalah yang dia alami.


"bagaimana buku itu? apa selesai?" tanya Arkan.


"tentu, nama dan semuanya sudah selesai," kata Faraz menunjukkan selembar kertas yang sudah bersih lagi menjadi putih.


"kalian berdua bahkan belum mendapatkan separuh dari buku itu," kata Ki Arya.


"berarti kami harus terus membantu setiap arwah bukan," kata arkan.

__ADS_1


__ADS_2