
Tasya sudah selesai membuat kue dan juga menghiasnya, untuk di bagikan besok saat acara pernikahan.
Arkan sudah memasak untuk tumpeng, dan setelah sholat subuh Arkan mengundang beberapa orang tetangga untuk melakukan kenduri.
setelah itu, Tasya di bantu oleh beberapa tetangga yang datang untuk menyiapkan buah tangan.
pukul sembilan pagi mereka pun segera berangkat ke KUA di antar Faraz.
ayah Raka dan juga Aryan,sedang Arkan terlihat sedikit muram, "hei kenapa wajah mu?" tanya Faraz.
"aku kelelahan, habis begadang semalaman, ya tuhan bahkan Tasya belum tidur sedikitpun, karena harus menyiapkan Kenduri tadi pagi setelah subuh," jawab Arkan.
Aryan pun mendekati saudara itu, "Arkan, aku ingin mengatakan sesuatu, aku ingin minta maaf, aku kemarin tak sadar, aku tau sikap ku keterlaluan," kata Aryan.
"aku tau, tapi aku tak bisa merasakan siapa yang di balik perlakuan mu kemarin, tapi apa istriku sudah memaafkan mu?" tanya Arkan.
"tentu saja, tadi aku sempat menemuinya dan dia sangat menyambut baik tentang permintaan maaf dariku," jawab Aryan.
"baiklah aku memaafkan mu juga," jawab Arkan
tuan Alan sudah masuk Islam beberapa waktu yang lalu, dan sekarang pria itu nampak begitu tegang.
"bagaimana tuan sudah siap, mau menggunakan bahasa spa, Indonesia, Arab atau bahasa Inggris?" tanya penghulu
"bahasa Indonesia saja," jawab pria itu.
Arkan dan Faraz menunggu di luar, Aryan dan pak RT menjadi saksi untuk pernikahan mereka.
tak butuh waktu lama, tuan Alan mengucapkan ijab qobul dengan lancar dengan satu tarikan nafas, ternyata Arkan memberikan contekan pada papa mertuanya itu.
setelah itu mereka sedang foto-foto, tapi tak terduga, saat mereka sedang foto-foto seorang pria tersenyum kearah mereka.
dia ingin mulai menyerang keluarga itu, "aku akan membuat kalian semua berakhir," gumamnya.
tapi tak terduga, Adit yang dari tadi tidur di mobil sudah bangun, bahkan bocah itu turun dari mobil dengan menggosok matanya.
Kong melompat ke arah pundak bocah itu, dia membisikkan sesuatu pada Adit, "pria itu ingin mencelakai papi mu," kata Kong.
"siapa pun yang mau mencelakai keluarga ku, tak peduli itu meski dia salah satu keluarga, aku sumpahkan dia akan mati mengenaskan dengan sangat buruk," kata Adit menatap marah.
__ADS_1
pria itu mulai mengeluarkan boneka santet, Adit tersenyum dan berlari ke arah papinya dan Arkan langsung mengendong putranya itu.
sebuah truk menabrak pria itu dan melindasnya hingga hancur, tak hanya itu bahkan ki Arya yang sekarang dapat permintaan untuk mencelakai Faraz.
kini harus meregang nyawa karena ilmunya sendiri, ilmu santet itu kembali menyerang tubuhnya dan membuatnya kejang-kejang tanpa henti.
mereka pun berfoto bersama, tak hanya itu Adit pun tersenyum memeluk Arkan.
"putra papi sudah bangun dan sadar nak?" kata Arkan yang sudah dari tadi memang tak masuk karena menjaga putranya.
para warga pun kaget melihat sosok orang yang terlindas truk, Arkan dan Faraz tak tertarik, toh mereka tak ingin berurusan dengan arwah saat ada hari bahagia.
setelah pernikahan itu sah, mereka pun pulang untuk melanjutkan acara selanjutnya.
Lily pun langsung memeluk keduanya saat sudah turun, "wah ada apa Lily?"
"selamat ya opa dan Oma sudah menikah, sekarang kalian akan tinggal di sini seterusnya kan?" tanya gadis itu.
"tentu, sudah ayo bersiap untuk acara selanjutnya," kata Tasya yang membawa mbak Utami untuk berganti baju.
sedang arkan malah ketiduran karena lelah, Adit duduk sambil melihat para orang yang terlalu lalang di depan rumahnya.
setelah itu melemparkan garam krosok itu di depan gapura orang yang akan memasuki rumah.
dia hanya tak ingin ada orang yang punya niatan buruk datang ke rumah ini dan merusak segalanya.
sedang Lily melihat ada begitu banyak makhluk berwujud aneh uang melihat kearah rumahnya.
tapi makhluk-makhluk itu hilang saat Adit menebarkan garam krosok di sekitar rumah.
setelah sholat dhuhur, acara di lanjutkan dengan resepsi pernikahan tuan Alan.
mbak Utami terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna rose gold, sedang tuan Alan mengenakan setelan jas berwarna putih.
beruntung permohonannya untuk pernikahan juga kemarin siang di setujui meski sudah mepet, jadi siang ini beberapa petugas imigrasi di undang.
Arkan yang sempat tidur pun terlihat lebih segar, Adit dan Lily duduk sambil menjaga adik mereka bersama Anand.
"anand kamu selama ini kemana sih, kok gak pernah ke sekolah lagi?" tanya Lily
__ADS_1
"aku sekarang itu mondok di Darul Ulum, jadi kita beda sekolah," kata bocah itu.
"gak apa-apa Lily kita tetap bisa bertemu saat kita libur,benarkan Anand?" kata Adit.
"ya kak Adit hebat, jadi jangan sedih ya," kata anand tersenyum.
Meski terbilang sederhana, tapi pernikahan itu sangat hikmat, setelah acara resepsi yang di buat dadakan pun usai.
sekarang tak akan ada yang berani menganggu mereka atau bahkan mengunjingkan mereka lagi.
panggilan pun ikut berubah, sekarang Tasya dan Arkan akan memanggil keduanya sebagai ibu dan bapak sesuai permintaan mereka.
saat ini mereka sekeluarga sedang makan malam, ada tamu yang tak di undang yang datang.
dia adalah anak buah dari Ki Arya, "ada apa Supono?" tanya Arkan.
"tolong Ki Arya den, dia kena santet orang dan terus muntah datang dan kejang dari pagi den, kondisinya sangat memprihatikan, tolong dua den..." mohon pria itu.
Arkan pun menoleh kearah Faraz,"Adit boleh ikut ya papi?"
"baiklah nak, kamu bisa ikut dan Lily di rumah saja," kata Arkan.
"baik papi," jawab bocah itu.
mereka bertiga pun berangkat dengan mengunakan motor, sedang Kong melompat berpisah tempat dari satu tempat ke tempat lain.
sesampainya di rumah Ki Arya, mereka bisa merasakan aura kuat yang ada di sana, "aku rasa ini santet Sewu Dino,"
"kita masuk dulu untuk memastikan dulu dengan melihat kondisinya di dalam," jawab Arkan yang hanya ingin lebih pasti.
mereka bertiga pun masuk, melihat sosok Adit, Ki Arya ketakutan sambil terus-menerus menujuk ke arah Adit.
melihat itu Arkan dan Faraz bingung, "ada apa Ki Arya, bagaimana kamu bisa kena santet ini," tanya Arkan.
"maaf ..." katanya dengan suara gemetar tanpa sebab, bahkan kadang suara.
tapi tiba-tiba pria itu menghembuskan nafas terakhirnya di depan mereka bertiga.
melihat itu keluarganya pun sudah hujan air mata, karena ketiga anak dukun Arya ini masih sangat kecil tapi sudah harus jadi anak yatim.
__ADS_1
bahkan saat Mereka berdua ingin melayat beberapa kejadian janggal pun terjadi.