Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
arwah lagi


__ADS_3

Arkan dan Faraz duduk di teras rumahnya, ternyata keluarga juragan Aris tadi sudah pulang saat mereka ke tempat ustadz Arifin.


kong dan Azam sudah menempati pohon di belakang rumah. bahkan tak hanya mereka ada beberapa makhluk lain juga di sana.


Arkan tak mengusir mereka itung-itung sebagai penjaga rumah, terlebih mereka juga tak berani menganggu dia dan keluarganya.


"jadi bagaimana, besok jadi Aryan mendaftarkan perceraiannya?" tanya Faraz yang masih tak percaya dengan semuanya.


"iya, aku juga sampai sekarang masih tak percaya jika Aryan mengalami ini semua," gumam Arkan.


"mau bagaimana lagi, percaya gak percaya semua sudah terjadi," jawab Faraz yang tak habis pikir juga.


"terus urusan mu bagaimana? apa sudah memikirkan permintaan om Adri?" tanya Arkan.


"gak ah, aku ingin mencari wanita ku sendiri, aku tak ingin di atur-atur seperti ini, mau kapan pun aku menikah, tak perlu di Carikan seperti pria tak laku saja," jawab Faraz.


"ya bukan begitu juga sih bang, kenapa kami takut, karena di antara kami, kamu saja yang belum menikah, tapi tak masalah juga sih, sudah nikmati dulu saja, dari pada nanti seperti Aryan," kata Arkan.


"lah itu tau," jawab Faraz.


Keduanya pun memutuskan untuk membakar jagung, tak di duga ada sesosok arwah berwarna merah darah datang sambil menyeringai seram menunjukkan semua lukanya.


dengan santai Faraz dan arkan melihatnya, "gak usah menakuti kami, kami tak takut kamu mau di bakar sekalian?" tawar Faraz pada arwah itu.


arwah itu menggeleng pelan, "tolong...." kata arwah itu.


Arkan kaget melompat bangun begitupun Faraz, "anjrit, muncrat darahnya,"


"ya Allah, coba mode cantik gitu, jangan mode serem gitu, bopel-bopel gak karuan bentuknya gitu," kesal Faraz.


Ki Sesnag menariknya pergi dan kemudian menghilang, tak lama mereka kembali dan pria itu sudah dalam kondisi yang baik.


"lah gitu kan enak, masak muka dagingnya hilang separuh hingga kelihatan tulang, terus daging tubuh juga hilang, belum lagi darah kemana-mana, kamu habis di makan hewan apa di jadikan korban kanibal," kata arkan yang niatnya ingin bercanda.


"iya, aku korban kanibal," jawab arwah itu.


"uhuk .. uhuk ... uhuk ..." Arkan tersedak mendengarnya, terlebih jagung yang dia makan juga rasanya sangat pedes gara-gara Faraz.


"hah, sejak kapan ada kanibal, ini juga kenapa jagungku pedes banget," kata arkan mengambil minuman dingin di sampingnya.


baru juga minum Arkan langsung menyemburkan minuman itu ke wajah arwah itu dan Ki Sesnag.


"apes banget," kata Ki Sesnag dapat air surga dari Arkan.


"anjir pertalite," kata arkan berlari masuk.


"woi mau debus kamu!" kata Faraz tertawa melihat tingkah konyol Arkan.


pria itu memang orang yang paling ceroboh, terlebih saat kelaparan, setelah gosok gigi dan mengambil minum.

__ADS_1


Arkan datang membawa beberapa cemilan yang tersedia di kulkas, "wah kamu resek ya, masak kamu makan sosis saat aku makan jagung,"


"biarin, habis kamu nyebelin banget sumpah," kesal arkan.


"halo maaf permisi, ini ada orang butuh bantuan terus kalian sibuk dengan makanan gitu, kita bahas kanibal loh, kanibal," kata Ki Sesnag.


"kamu mau aku makan juga," kesal arkan.


"gak jangan, tubuh ku gak enak, rasanya pait dan alot, terlebih usiaku udah seribu tahun, jadi mending makan itu saja," kata ki Sesnag mundur.


sedang arwah itu masih berdiri di samping api unggun yang di nyalakan oleh Faraz dan Arkan.


setelah kenyang mereka berdua pun duduk sambil menghangatkan diri, "jadi cerita lah,"


*******


Wahyu seorang pegawai di sebuah restoran cepat saji di kota, dia bekerja sudah setahun ini.


restoran tempatnya bekerja itu sangat ramai, bahkan restoran seperti tak pernah sepi.


tapi suatu hari Wahyu sedang membersihkan lantai restoran saat pemilik dari tempat itu memanggilnya.


"Wahyu kemarilah, aku ingin kamu membantu ku untuk mengambil barang," panggil wanita cantik itu


"baik mbak," jawab Wahyu yang pasrah.


keduanya menuju ke area bawah tabah ternyata itu tempat khusus pengambil daging untuk membuat patty.


Wahyu pun jatuh tersungkur dan kemudian tubuhnya jatuh ke tanah, dia sempat melihat wanita itu menyeringai sebelum menutup mata selamanya.


"jangan bilang kamu bekerja di wendi's burger ya," kata Faraz menebaknya.


"bagaimana anda tau?" tanya arwah Wahyu.


"karena kami tak pernah mau meski kamu beri gratis, terlebih aroma dari makanan mereka terlalu amis bagi kami, tapi entah kalau bagi orang lain," jawab Arkan.


"kamu benar, aku pernah di ajak anak BEM makan di sana, lebih baik aku pulang dari pada menginjak tempat itu, tapi yang aku heran kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Faraz heran.


"aku juga tidak tau, aku kemarin muncul di samping sungai di sana, dan aku setiap malam keliling untuk meminta pertolongan hingga kera di belakang rumah ini bilang untuk menemui kalian," jawab arwah itu.


"sialan si Kong, aku tak janji bisa membantu mu, tapi sebenarnya apa yang kamu inginkan, seharusnya kamu sudah menyebrang bukan," tanya Faraz.


ya mereka memang bisa membantu arwah, tapi tidak dengan merusak usaha seseorang dengan tanpa bukti kongkrit.


"aku hanya ingin bertemu dengan ibu ku dan memberikan semua uangku padanya, dia sedang butuh uang itu untuk melakukan operasi adikku, dan juga tolong tagihkan hutang yang di miliki teman ku, karena itu juga adalah uang yang akan di gunakan untuk membenarkan rumah, dia janji bulan ini mau membayarnya, terlebih dia sudah menjadi bos besar," kata arwah Wahyu.


"baiklah, tapi jujur saja kamu membuat kami jadi penagih hutang, tapi aku suka karena aku bisa membuatnya membayar hutang dengan mudah," kata Arkan.


"mau dengan cara apa? karena dia sulit aku tagih," kata arwah itu.

__ADS_1


"dengan sedikit ketakutan dan teror," jawab Arkan.


"wow.... mas Arkan beraksi, maka tak ada yang bisa lepas darinya," kata Faraz tak habis pikir.


sedang arkan menyeringai, akhirnya malam itu keduanya tidur di ruang tv.


Tasya terbangun dan melihat keduanya, "papi... mas Faraz bangun sudah subuh,"


"iya ..." jawab keduanya.


Tasya pun mengeleng pelan, dia pun mulai menyiapkan ayam yang sudah di marinasi bumbu kuning.


tak lupa dia juga belajar membuat kremesan untuk ayam goreng sesuai permintaan Lily


Tasya tak ingin mengecewakan putrinya jadi dia terus melakukan apa yang di inginkan gadis kecil itu.


tak butuh waktu lama Lily banyak dan membangunkan kedua pria itu yang kemudian mandi dan sholat di rumah.


sedang Lily langsung naik ke atas kursi dan mengambil ayam yang baru matang itu.


"sayang sudah gosok gigi?"


"sudah mami..." jawab gadis kecil itu.


"bagus kalau begitu, ini mami sudah menyiapkan nasi dingin, Lily bisa makan sendiri kan, mami masih harus buat sayur dan kopi," kata Tasya dengan lembut.


"siap mami," jawab Lily.


tuan Alan juga baru keluar dari kamar dan kaget melihat cucunya itu sudah sarapan duluan.


"wah... gadis cantik opa kenapa tak menunggu opa datang,"


"opa bangunnya lama, Lily duluan habis lapar," jawab bocah itu.


Tasya memberikan teh hitam kesukaan sang Daddy, tak lama giliran kedua pria itu juga berkumpul.


"selamat pagi," sapa Arkan dan Faraz.


"tumben kalian terlihat begitu lelah," tanya tuan Alan.


"kami tidur kemalaman dan lagi ada beberapa pekerjaan tambahan kemarin malam," jawab Faraz.


"owh begitu, ya sudah kalau begitu biar Daddy olahraga sendiri saja," kata tuan Alan.


"Lily ikut, Lily libur sekolah," jawab gadis itu.


"boleh," jawab tuan Alan


"Daddy bawa uang lebih ya, takut ada keperluan mendadak," kata Tasya mengingatkan sambil tersenyum.

__ADS_1


"owh... oke," jawab pria itu tak curiga.


__ADS_2