Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
penjaga hati


__ADS_3

Adit menggendong Lily di punggungnya, pasalnya anand tidak kuat terlebih Lily yang sedikit berisi.


tapi Adit sangat kuat, ketiganya sampai di kelas, kemudian Adit duduk bersama Lily.


Anand langsung pindah tempat dekat dengan Lily, "Ipul kamu pindah di kursi ku, biar cepat bisa membaca,"


"tapi-"


"pindah saja, nanti aku kasih uang jajan," kata Adit memberikan uang lima ribu pada bocah itu.


akhirnya bocah itu mau pindah dengan senang hati. tak lama guru pun mulai pelajaran.


Lily yang dekat dengan dua pria itu menjadi kecemburuan tersendiri di antara para teman-temannya.


akhirnya pelajaran pertama selesai, para siswa siswi pun beristirahat, tapi tidak dengan ketiganya.


mereka memilih makan bekal yang di buatkan oleh orang tua masing-masing.


Anand membawa bekal nasi goreng buatan sang ayah, "itu nasi gorengnya kenapa tidak berwarna coklat seperti buatan mami?" tanya Lily.


"karena ayah tak pernah menambahkan kecap, jadi warnanya pucat begini, tapi enak loh," kata Anand.


"benarkah, boleh aku mencicipinya?" tanya Lily.


"boleh tapi boleh aku minta mie milikmu dan NuGet nya?" tanya Anand.


"tentu saja, aku akan memberikan milik ku," kata Lily.


akhirnya keduanya bertukar bekal, sedang Adit makan bekal miliknya, Lily menikmati bekal buatan dari ayah kecilnya itu.


setelah itu, Adit menerima pesan dari Tasya mengatakan jika mereka akan di jemput oleh salah satu pegawai penggilingan.


ya Adit di berikan izin dengan membawa ponsel, tekrbih bocah itu bisa membagi waktunya.


kong ikut pegawai penggilingan beras yang akan menjemput kedua bocah itu, anand sudah di jemput Nurul bersama Aslan terlebih dahulu.


"mas Adit kita di jemput siapa, semua orang sudah pulang," gerutu Lily.


"kita di jemput oleh mang Yono, Lily sabar ya, paling bentar lagi dia sampai," kata Afit menenangkan adiknya itu.


ternyata benar tak lama pria itu datang dan membunyikan klakson sepeda motornya.


Adit melihat Kong dan memberikannya pada Lily, dia tau jika hewan itu kesayangan dari adiknya.


tapi kong kali ini tidak mau, dia memilih duduk di pundak Adit, "sudah neng Lily dan mas Adit, kita pulang," kata pak Yono.


"iya mang," jawab keduanya


selama perjalanan, Lily berada di depan Adit, dia begitu melindungi adiknya itu.

__ADS_1


tapi sayang saat di tengah perjalanan, di tuangan sawah yang cukup sepi, motor mereka di Pepet oleh tiga motor lain.


tak hanya itu para pengendara itu mengacungkan celurit ke mang Yono.


akhirnya motor pun berhenti, "kalian mau apa, tolong lepaskan kami," kata mang Yono.


"serahkan motor mu," kata para begal nekat di siang bolong itu.


"silahkan ambil," kata Nang Yono memberikan motor miliknya.


tapi salah satu begal melihat wajah cantik dan mata indah Lily, "gua kok horny melihat bocah wanita ini," gumamnya.


tak terduga pria itu ingin menarik Lily tapi Adit menendang ******** pria itu.


"goblok sakit!!!" teriak pria itu kesakitan.


Adit di tampar salah satu preman,mang Yono yang melihat Lily dalam bahaya pun melindungi gadis kecil itu.


"tolong.... mas Adit... tolong!!" teriak Lily ketakutan.


"tidak boleh, siapapun tolong bantu aku, aku ingin menyelamatkan adikku!!!" teriak Adit.


pak Yono di bacok dan terluka parah di bagian bahu kirinya. pria itu pun terkapar bersimbah darah.


tak terduga Adit berdiri sambil membaca celurit yang di jatuhkan pria yang di tendangnya itu.


"papi sudah selesai?" kaget Tasya.


"mana anak-anak?" tanya Arkan khawatir dan panik.


"mereka masih di jemput mang Yono, seharusnya sebentar lagi sampai rumah," jawab Tasya.


"hei bocah mau apa mainan celurit itu, kamu mau nolong adik mu ini, dasar bocah sok berani," kata salah satu begal yang menusuk mengusap kepala dari Adit


bocah kecil itu mengayunkan tangannya yang menggenggam celurit hingga membuat kepala begal itu putus.


darah segar mengucur deras ke tubuh bocah itu, dengan tatapan dingin Adit menyeringai.


"kalian berani menyentuh kesayangan ku, maka kalian mati..." kata Adit tersenyum mengerikan.


"hei Cok, lepaskan gadis kecil itu goblok," kata salah satu begal yang ketakutan.


"tidak akan, aku ingin menikmati gadis ini," kata pria itu yang melihat temannya.


tapi tak terduga Adit melompat dan membacok kepala begal berbadan besar itu dengan mudah.


akhirnya Adit memeluk Lily yang juga sudah bersimbah darah, kedua bocah itu kini berdiri sambil berpelukan.


tubuh mereka penuh darah dari dua begal yang tewas di tangan Adit, bocah berusia enam tahun yang menjelma jadi iblis.

__ADS_1


"tolong kami!!!" teriak para begal ketakutan melihat sosok dari Adit kecil.


"Lily tak boleh takut selama ada aku kamu aman," kata Adit.


para warga pun menolong dan kaget melihat dua bocah itu penuh darah,bahkan ada seorang ibu yang ingin menolong Lily yang ketakutan di acungi celurit oleh Adit.


"jangan menyentuh adikku!!!" teriaknya dengan suara keras.


Arkan yang merasa tak beres ingin menjemput mereka, tapi tak sengaja mobilnya menabrak para begal itu dengan keras dan membuat mereka berempat terkapar di aspal.


"brengsek kenapa kalian menyusahkan goblok!!" marah pria itu.


dari kejauhan dia melihat ada orang berkerumun, dia pun meninggalkan keempat pria itu, mati juga di urus nanti dia khawatir pada kedua anaknya.


dia pun berlari dan benar, dia melihat sosok kedua anaknya bersimbah darah, "Adit!!! Lily!!!" panggil Arkan.


seketika tubuh bocah itu limbung dan pingsan, Lily pun sama, Arkan tak mengira dua anaknya bisa berlumuran darah dan ada dua mayat.


"maaf ini ada apa?" tanya Arkan.


"sepertinya mereka di begal, kami ingin membantu dua anak ini tapi bocah ini mengacungkan celuritnya pada kami,ada satu bapak terluka, dan dua mayat begal yang sering meresahkan kampung ini," terang bapak-bapak di sana,


"saya ingat, ada empat orang yang tertabrak mobil saya, tolong lihat jika mereka begal juga, bawa ke kantor polisi," kata Arkan.


Arkan langsung mengendong kedua anaknya kembali ke mobil, Nino sudah di hubungi untuk mengurus semuanya.


sesampainya di rumah Tasya kaget melihat kedua anaknya, Arkan menidurkan mereka di sumur belakang rumah.


menutupi kedua tubuh putranya itu dengan daun kelor, setelah itu menyiramkan air sumur.


perlahan darah yang mengenang di sana, Adit terbatuk-batuk dan kemudian muntah darah hitam.


sedang Lily juga mengalami hal yang sama, gadis itu dan Adit seperti tak sadar dengan apa yang baru saja terjadi.


Arkan masih memandikan mereka dengan air sumur itu, "papi...." tangis gadis itu.


"tidak Lily, tetap duduk, Afit pegang adik mu," perintah Arkan yang membaca beberapa mantra.


Adit dan Lily kembali muntah darah hitam, dan siraman air sumur terakhir pun membuat keduanya bersih.


Tasya berlari membawa dua handuk untuk kedua anaknya, Arkan membantu Adit mengeringkan tubuh .


sedang Tasya membantu Lily, setelah bersih arkan menggendong Keduanya untuk berganti baju.


Arkan tak melihat sosok Kong tapi dia bisa merasakan auranya, tak lama kera putih itu muncul dan berlari dari arah pintu depan.


Arkan sedikit heran melihat kera itu yang biasanya berubah bentuk tapi ini masih dalam wujud kera kecil.


tapi kini Arkan fokus pada Adit dan Lily yang baru saja mengalami musibah, belum lagi mang Yono yang masuk rumah sakit perlu di bantu sampai sembuh.

__ADS_1


__ADS_2