Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
pria matang yang tampan


__ADS_3

tuan Alan dan Lily sedang berjalan pagi ini berkeliling desa, gadis kecil itu terus menoleh seperti mencari sesuatu.


"kamu sedang mencari apa sih?" heran tuan Alan.


"tidak kok opa," jawab Lily berbohong.


mereka pun lanjut berjalan lagi, tapi langkah Lily terhenti saat melihat seorang penjual bubur kacang hijau yang baru buka.


melihat cucunya yang diam sambil melihat penjual makanan, tuan Alan pun mengerti.


Lily menoleh ke arah tuan Alan, "kamu mau sayang?" tanya tuan Alan


"iya opa, Lily mau itu," jawab gadis kecil itu.


"baiklah, pak tolong pesan dua ya," kata tuan Alan.


"baik mister," jawab penjual bubur itu itu.


akhirnya mereka pun makan bubur kacang hijau, padahal keduanya baru saja sarapan.


tuan Alan pun membayar dan kemudian melanjutkan joging pagi yang cukup menguras kantong itu.


terlebih Lily terus minta jajanan saat melihat beberapa pedagang. belum lagi ada ibu-ibu yang sedang bergosip saat keduanya lewat.


saat akan kembali ke rumah, mereka bertemu dengan pedagang sayur yang kemarin membantu tuan Alan.


"bang ketemu lagi," sapa tuan Alan.


"maaf mister, anda menyapa saya?" tanya penjual sayur itu yang ternyata seorang wanita cantik.


"lah, sepertinya saya salah orang," kata tuan Alan.


"tidak mister, saya memang kemarin bantu anda tapi karena suara saya serak jadi anda mengira jika saya laki-laki," kata penjual sayur itu.


"aduh mbak Tami bisa punya kenalan bule ganteng gini," kata ibu-ibu mulai kepo dan rumpi.


"beliau ini adalah orang tua mbak Tasya, itu lihat si cantik yang sudah milih krupuk, Lily mau?" tawar Tami dengan lembut.


"iya bude, yang ini ya," jawab gadis kecil itu.


"ya Allah maaf gak lihat ada nona cantik juga ternyata, aduh mau dong punya suami kayak kakeknya Lily, yang juragan Raka juga ganteng, dan sekarang yang ini malah produk luar negeri," kata Bu Kokom.


"mulai nih Bu Kokom, tolong di garuk, dia sepertinya mulai gatal," kata Bu Sri


"beneran loh, Lily ... kenapa kok bisa punya kakek yang ganteng-ganteng gini sih, bikin gak nahan saja," kata Bu Kokom.

__ADS_1


Lily yang tidak mengerti hanya melihat para ibu-ibu itu dan mengandeng tangan tuan Alan, "jadi berapa?"


"tidak usah,saya sudah biasa memberi jajanan padanya, mister," jawab Tami.


"terima kasih, ayo Lily bilang terima kasih," kata tuan Alan.


"terima kasih bude, nanti ke rumah kan?" tanya Lily.


"iya sayang," jawab Tami gemas.


"oke," jawab Lily tersenyum.


sedang para ibu-ibu itu masih sibuk membahas segala hal, Lily dan tuan Alan pun pergi.


"lah si mister pergi, padahal aku penasaran, katanya punya orang luar itu gede terus gak sunat, jadi penasaran dengan bentuknya gimana?" kata Bu Kokom.


"beh nih satu orang kalau ngomongin begituan cepet banget nyahutnya, memang mau apa sih kalau tau bentuknya?" heran Bu Sri.


"ya siapa tau mau gitu kasih nyicip barang sebentar," kata Bu Kokom.


"wong edan, di kira kerupuk kali bisa nyicip," kesal ibu-ibu yang lain.


sedang Tami Hanya tertawa saja mendengar gurauan ibu-ibu yang pasti membahas masalah ranjang.


hingga membuat Tami tak hmtahsn dan kabur ke desa ini dan mulai hidup baru dengan bantuan dari keluarga Wulan.


dan sekarang tak terasa sudah sebelas tahun dia menjanda dan tak pernah terdengar suara sumbang yang menghinanya.


"mami!!!" teriak Lily saat di rumah dengan senang


"iya Lily, sudah pulang nak? jadi tadi beli apa saja saat keliling desa?"


"itu di tangan opa, dan kata bude Tami dia nanti kesini," kata gadis kecil itu.


Tasya hanya mengeleng pelan melihat putrinya itu, sedang tuan Alan sudah tersenyum sambil menunjukkan apa yang dia bawa.


"nak dimana suamimu? apa di gudang itu?" tanya tuan Alan


"tidak Daddy, dia sedang pergi bersama mas Faraz ke sebuah tempat untuk menagih hutang," jawab Tasya yang membantu membawa belanjaan camilan dari putrinya itu.


tuan Alan mengangguk, Faraz dan Arkan sudah sampai di sebuah rumah yang cukup mewah.


"kamu gak bohong kan Wahyu, kamu yakin pemilik rumah ini punya hutang padamu," tanya Arkan.


"iya, dia berhutang saat kami masih bekerja di minimarket dulu, kemudian dia membuka bengkel dengan uang yang aku pinjami," kata arwah Wahyu

__ADS_1


"langsung pakai metode ketakutan?" tanya Faraz yang tak mau repot.


"biar aku pastikan dulu, setidaknya aku harus melihat orangnya dulu baru bisa membuatnya ketakutan," jawab Arkan.


pria itu turun dari mobil dan langsung menuju ke rumah berlantai dua itu.


sebelum mengetuk pintu, Arkan menaruh sesuatu di pot samping pintu.


dia pun kemudian mengetuk pintu tiga kali, "assalamualaikum..." salam pria itu dengan sopan.


"waalaikum salam,siapa ya, anda mau apa?" tanya seorang pria yang sudah terlihat cukup tua.


"saya ingin menagih hutang anda pada mas Wahyu, dulu anda berhutang sebesar lima puluh juta, dan sekarang dia membutuhkannya untuk keluarganya," kata Arkan langsung tanpa basa-basi.


"anda siapa, jangan mengada-ada, hutang apa tak mungkin pria seperti diriku ini berhutang pada pria miskin itu," kata pria itu.


Arkan pun mulai memainkan perannya, tiba-tiba pria itu melihat arwah Wahyu yang datang.


dengan kondisi begitu buruk, "tidak kamu sudah mati, kamu tak mungkin Wahyu," panik pria itu.


Arkan pun melihat di ruang tamu pria itu ada sesosok jenglot yang sedang melihatnya, "pergi... atau aku memusnahkan mu,"


mahluk itu langsung lari, sedang pria tadi masih ketakutan, dia tak menyangka bisa melihat arwah di siang bolong begini.


arwah Wahyu melihat ada bayi di ayunan, dia pun mendekati bayi itu, "jangan menyentuh anakku," panik pria itu.


tapi Wahyu ingin melukai bayi itu dan membuat pria itu ketakutan, "baiklah aku bayar hutang ku, tapi tolong jangan lukai anakku," panik pria itu menangis.


"segera!!!" teriak Wahyu.


pria itu pun langsung mengambil uang seratus juta dan memberikan pada Arkan.


Arkan pun tersenyum, ternyata dengan cara seperti ini lebih ampuh untuk menagih hutang di banding harus berteriak tak jelas.


Arkan pun pulang, dia menarik arwah Wahyu, kini mereka menuju ke tempat kos Wahyu.


keduanya sudah melapor pada pemilik kos agar di persilahkan untuk masuk kedalam tempat kos itu .


pemilik kos-kosan pun kaget saat melihat semua yang ada di sana sudah acak-acakan.


tapi beruntung mereka sudah mendapatkan apa yang mereka cari yaitu sebuah ATM yang di sembunyikan boleh Wahyu.


seorang wanita datang dan menghalangi Arkan dan Faraz saat ingin meninggalkan tempat itu.


wanita itu langsung mendorong Faraz, tapi Prua itu tak tinggal diam, dia langsung membuat wanita itu kesakitan dan mengeluarkan semua susuk yang sudah di pakai oleh-nya.

__ADS_1


__ADS_2