Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
kamu cari mati


__ADS_3

keluarga Arkan dan Aryan sudah duduk di tempat paling pojok dan memang tempat itu di khususkan untuk keluarga.


"mbak Nayla, sepertinya kita harus melakukan adat dodolan lagi," kata Tasya membuka pembicaraan.


"apa kamu hamil?" kaget Nayla.


"Alhamdulillah, tapi sepertinya akan mbak Nayla duluan yang lahiran, orang kandungan ku juga batu ketahuan," jawab Tasya.


"tapi kamu Jan kalau hamil memang tak seberapa terlihat, uh... pasti Amma nanti bingung mau bantu yang mana," kata Nayla terlihat sedih.


"tidak, aku akan meminta amma membantu mu, karena kemungkinan besar Daddy akan pulang ke tempat ku dan membawa beberapa pelayan bersamanya," jawab Arkan.


"itu benar, Daddy ingin melihat cucunya karena dia tak ingin kehilangan momen pertumbuhan bayi ini seperti Lily dulu," jawab Tasya.


"oh begitu," jawab Nayla yang nampak berubah.


Tasya dan arkan tau jika wanita itu ingin di manjakan oleh Wulan, itulah kenapa dia nampak kaget tadi.


tak lama Fandi dan beberapa pelayan datang membawa pesanan mereka.


Tasya pun bisa melihat jika suaminya itu selalu tau kesukaan semua orang.


Sasa datang membawa minuman, dia kaget saat melihat aura yang ada di sekitar tempat duduk itu.


terlebih dari tubuh Tasya tercium aroma yang begitu bersih dan mengiurkan, bahkan dia tak bisa menahan diri rasanya.


setelah menaruh semua minuman dia bergegas ingin pergi, tapi suara Nayla menghentikannya.


"tunggu dulu mbak Nia, kamu bekerja disini?" tanya wanita itu.


Sasa menoleh, "maaf saya bukan Nia, tapi Nana saya Sasa," jawab gadis itu yang langsung pergi.


pasalnya dia harus minum darah sebelum dia menjadi Monster karena rasa kelaparan itu.


Sasa masuk kedalam gudang dan langsung minum darah yang dia bawa.


wanita itu nampak sangat lega setelah bisa minum, terlebih perasaan yang begitu tak sabar untuk memangsa manusia tadi hampir saja membuatnya ketahuan.

__ADS_1


"sialan kenapa aroma wanita itu makin enak, aku hampir gila tadi, dan Nayla sialan, saat semua merasa tak mengenalku, tapi kenapa dia malah memanggilku dengan santai begitu," marah Sasa.


sedang di meja itu tak ada yang ingin membahasnya, pasalnya Aryan dan Arkan sudah tau dari lama tapi mereka tak ingin membahasnya saja.


"kalian sepertinya tidak terkejut sama sekali? apa kalian sengaja untuk menjodohkan wanita itu lagi dengan kak Faraz, ingat dia yang membuat kita semua celaka dulu," kata Nayla dengan suara mulai meninggi.


"kamu ini ngomong apa, bukan seperti itu," kata Aryan yang tak habis pikir.


setelah kehamilan keduanya Nayla memang sangat sensitif terhadap segala hal.


"aku tidak menerimanya, tapi salah satu anak buah ku yang merekrut dia, terlebih restoran ini sedang butuh orang jadi apa salahnya, dan untuk menjodohkan dengan mas Faraz, hei dia sudah dewasa tak perlu di jodohkan lagu, dan untukmu tolong lebih tahan emosi mu," kata Arkan.


"owh begitu, baiklah aku mengerti," jawab Nayla.


sedang kedua anak itu nampak sibuk dengan makanan mereka, dan Tasya juga tak peduli toh dia sudah tau segala ceritanya.


setelah makan mereka pun berpencar, karena harus pulang ke rumah masing-masing.


"ada apa mami?" tanya akan pada istrinya yang nampak termenung.


"tidak papi, aku hanya merasa kok sepertinya mbak Nayla berubah ya, terlebih sekarang dia terlihat sangat jelas tak suka dengan ku, apa aku melakukan kesalahan yang tidak aku sadari?" tanya Tasya sedih.


"owh... tapi tadi dia seperti tak suka saat tau jika aku hamil," kata Tasya lagi.


"bukan tak suka, tapi dia takut tidak akan bisa merasakan perhatian dari Amma, karena orang tuanya saat hamil anand dulu sedang sakit, jadi di kehamilan ini dia ingin di manja," jawab Arkan sebisa mungkin membuat istrinya itu tenang.


"begitu rupanya, padahal aku ingin menjalani Semuanya sendiri, aku ingin merasakan apa yang dulu tidak bisa aku rasakan Rania bantuan siapapun kecuali papi," kata Tasya yang langsung membuat Arkan tertawa.


"Lily juga bisa bantu," saut bocah kecil itu.


"baiklah sayang, Lily juga bisa bantu jaga adik nanti ya," kata Tasya tersenyum


mobil mereka sampai di rumah, terlihat sudah ada Faraz yang menunggu sambil mengerjakan sesuatu.


"sudah lama mas?" tanya Arkan.


"tidak juga, aku baru datang dan ingin menunjukkan sesuatu pada kalian, tapi sebenarnya tadi aku meminta seseorang datang karena dia bilang rindu dengan Lily," kata Faraz.

__ADS_1


"siapa?" tanya Tasya.


"itu dia datang," kata Faraz saat sebuah mobil berwarna merah masuk kedalam pekarangan rumah


kemudian Niken turun dan menyapa semua orang, "selamat siang menjelang sore, maaf menganggu, Lily selamat atas prestasinya, ini Tante ada hadiah untuk gadis cantik ini," kata Niken memberikan sebuah boneka kelinci besar.


"terima kasih Tante," kata gadis kecil itu.


"mbak kenapa repot, cukuplah main saja jangan memanjakan Lily," kata Tasya yang merasa tak enak.


"tidak kok, ini hanya hadiah kecil, dan aku juga bawa waffle buatan ku sendiri, mau mencobanya mbak," tanya Niken dengan akrab.


"tentu, ayo masuk kedalam dan jangan menganggu dua pria ini, papi dan mas Faraz minta di buatkan minuman apa?" tanya Tasya.


"susu kedelai dingin enak manis sepertinya, mau gak mas," tanya Arkan yang duduk di kursi di teras.


"boleh, sekalian kacang asin kalau punya," jawab Faraz.


"baiklah aku mengerti, di tunggu ya, Lily ajak tantenya ke ruang tv ya," kata Tasya.


"iya mami," jawab Lily menarik tangan Niken masuk kedalam rumah.


tak butuh waktu lama Tasya kembali keluar dengan membawa permintaan dari dua pria itu.


tak hanya itu, Tasya juga membawa sebuah cemilan paha ayam palsu, dan itu membuat Arkan terkejut.


"sayang kamu membuatnya sendiri?" tanya pria itu.


"iya minta resep dan belajar dari Amma, beliau bilang jika itu adalah cemilan kesukaan kalian bertiga saat sedang belajar," jawab Tasya.


"ya Allah... kamu memang istri yang sangat baik, beruntung aku menikah dengan mu," jawab Arkan.


"hentikan gombalan mu, malu ada mas Faraz, saya tinggal kedalam untuk menemani Lily dan mbak Niken, kalian lanjutkan saja diskusinya," jawab Tasya.


"sepertinya kamu harus terus waspada menjaga istrimu, pasalnya dari dua arwah yang kita bantu terakhir, semuanya terlihat mengincar janin yang sedang di kandung istrimu," kata Faraz.


"ya mas memang benar, tapi sekarang Tasya selalu menjaga dirinya dengan baik, terlebih ada tiga makhluk yang juga melindungi rumah ini," jawab arkan.

__ADS_1


"aku tau itu, meski begitu jangan lengah, dan jangan lupa ancaman terbesar kita adalah Sasa alias Nia," kata Faraz yang menunjukkan sesuatu.


Arkan tak terkejut pasalnya dia selalu merasa ada yang aneh dengan wanita itu, terlebih dia terlalu misterius dan berani di bandingkan dengan karyawan yang lain.


__ADS_2