Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
duka Adit


__ADS_3

Arkan pun sampai di rumah bocah itu dalam hitungan menit, terdengar suara panggilan dari bocah itu cukup keras.


Arkan langsung berlari masuk dan melihat kedua orang tua yang merawat Adit selama ini sudah terbujur di ranjang yang terbuat dari bambu.


Arkan menarik Adit dan menyerahkan bocah itu pada tuan Alan, sedang dia langsung memeriksa kondisi dari kedua orang itu.


ternyata Mbah uti sudah meninggal dunia, dan kondisinya sudah kaku, sedang Mbah kung masih bernafas tapi sangat lemah.


"Mbah... jika bisa bisa mendengar suara saya, tolong jawab Mbah," panggil Arkan.


"titip Adit...." lirih pria itu dengan sangat lirih.


Arkan bahkan sampai harus mendekatkan telinganya baru bisa mendengarnya.


kemudian pria sepuh itu menghembuskan nafas terakhirnya, Arkan pun terkejut, "innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un..."


"Mbah...." tangis Adit melihat kedua orang yang selama ini membesarkannya.


tuan Alan memeluk Adit erat, dia tak mengira semua tetangga di sini diam melihat hal seperti ini


Arkan pun menarik selimut keduanya dan mulai menutup tubuh keduanya.


dia juga menelpon Faraz dan juga orang tuannya, bagaimana pun dia tak bisa mengatasi semua ini sendiri.


Arkan pun ke rumah pak RT untuk mengatakan tentang kabar duka yang di alami putra angkatnya.


"permisi pak RT, saya ingin melaporkan berita duka," kata Arkan mengetik pintu rumah itu.


"pulang saja mas, ini sudah malam, lagi pula tak jamin gak ada yang mau membantu, karena mereka itu keluarga narapidana," kata pak RT.


"heh brengsek, jaga mulut mu, bagaimana pun mereka berdua itu orang tua, sudah jadi kewajiban mu dan kita semua yang hidup untuk mengurus jenazahnya," marah Arkan yang tak bisa menahan emosinya.


"aku harus bilang apa, tak mungkin aku membantu mu juga sendirian, warga sini tak mau membantu orang tua dari seorang narapidana pembunuhan, jadi lebih baik pergi sana," usir pria itu.


Arkan mendorong pak RT hingga terjatuh dengan keras, "jika ini pilihan kalian maka silahkan, tapi jika terjadi musibah di desa ini, dan kalian menyesal jangan pernah mencari ku untuk meminta bantuan," kata Arkan yang langsung pergi dari rumah ketua RT itu


"anjing... berani-beraninya dia mengancam ku," kata pak RT itu dengan sombong.

__ADS_1


Arkan kembali ke rumah Afit, ternyata Raka datang bersama Faraz dan juga beberapa orang untuk membantu mereka.


"aku mengajak beberapa murid dari ustadz Arifin untuk membantu, karena aku tau dari cerita mu yang lalu," kata Faraz yang memeluk adiknya itu.


terlihat Adit sudah di tangani oleh Wulan, dan bocah itu masih terlihat begitu terpukul.


Arkan menghampiri putranya itu, "aku bersumpah atas dirimu, tak akan pernah ada satu pun keturunan dari tempat ini yang bisa di terima di mana pun tempat yang mereka datangi, terlebih karena kesombongan dan juga sikap acuh mereka padamu, aku janjikan itu,"


"Arkan!!!" teriak Faraz.


dia tak mengira saudaranya itu mengucapkan sumpah seperti ini pada putranya.


dia tak tau apa yang di bicarakan oleh Arkan dengan ketua RT, tapi sepertinya itu bukan hal yang baik. terlebih di lihat dari reaksi pria itu.


mereka pun membawa jenazah kedua orang yang di sayangi oleh Adit pergi dari desa itu.


mereka pun membawanya ke rumah Arkan untuk di sucikan dan juga di makamkan.


Arkan, Faraz dan Wulan membantu dalam semua tata cara memandikan dan juga mengkafani jenazah.


setelah selesai, mereka pun membawa kedua jenazah ke pemakaman umum, Arkan sudah membeli lahan untuk pemakan keduanya karena mereka bukan penduduk asli sana.


setelah pemakaman selesai, Arkan tak pulang, dia masih berdiri di depan kedua makan yang masih sangat basah itu.


Adit sudah di antar ke rumah oleh tuan Alan, ya pria itu meninggalkan menantunya itu di pemakaman umum.


Tasya menunggu di depan rumah, saat melihat Adit yang datang dengan tuan Alan, dia pun langsung memeluk Putranya itu.


"Adit tidak boleh sedih ya, ingat Adit masih memiliki mami dan papi, ada opa Alan dan Lily juga, dan sekarang kamu juga sudah punya adik juga, namanya Linga, jadi Adit harus kuat dan bahagia ya nak," kata Tasya.


"iya mami," jawab Adit yang memeluk wanita itu.


Tian Alan tak mengira jika putrinya itu sudah sangat dewasa sekarang, bahkan wanita itu sudah jadi ibu dari tiga orang anak sekarang.


"kok Daddy pulang sendiri, mana papi anak-anak?" tanya Tasya yang tak melihat pria itu.


"dia sedang ada sedikit yang harus diselesaikan," jawab tuan Alan.

__ADS_1


"begitu, baiklah sekarang Adit masuk bersama opa, dan istirahat ya nak, besok pasti Lily suka melihat mu di sini, dan ingat Adit tidak boleh sedih lagi, karena jika Adit sedih makan Mbah uti dan Mbah Nang Adit bisa sedih," kata Tasya menghibur bocah itu.


"baik mami," jawab Adit yang masih sesenggukan.


tuan Alan mengajak cucunya itu masuk kedalam rumah, sedang Tasya berjalan ke luar rumah.


bukan apa-apa, dia merasa akan ada masalah besar, terlebih-lebih Langit malam yang dari tadi cerah.


tiba-tiba menjadi mendung, angin bertiup dengan hawa dingin yang menusuk tulang, dan suara hewan malam mulai bersautan.


"ya Allah ada apa ini..." lirih Tasya


Arkan memanggil semua khodam dan makhluk ghaib yang pernah di jinakkan dahulu,


kini Arkan melihat semua makhluk-makhluk itu, Ki Sesnag adalah pimpinan dari semua makhluk itu.


semuanya pun memberikan hormat pada Arkan, "salam tuan," kata semuanya.


"aku ingin meminta kalian melakukan sesuatu, jika ada yang keberatan silahkan mundur dari sekarang," kata Arkan.


"kami mengikuti semua perintah anda," jawab semua makhluk itu.


Arkan pun mengangguk dan langsung mengambil dia genggam tabah kuburan yang masih basah itu.


setelah itu dia pun memutuskan untuk berjalan kaki dari pemakaman, di sepanjang jalan dia terus merapalkan beberapa ajian dan mantra.


bahkan saat membaca mantra terakhir, Ki Sesnag kaget mendengar mantra kuno itu di ketahui oleh arkan.


karena mantra itu yang tau hanya kakek canggah dari keturunan Arkan,itupun tak ada yang mampu memakai mantra itu.


Faraz merasa jika akan ada petaka besar yang akan terjadi, tapi dia tak tau apa itu,terlebih dua tadi buru-buru pulang karena kondisi Niken yang tiba-tiba kerasukan lagi.


dan saat Faraz sampai, ada makhluk yang sedang menganggu Niken karena mencium aroma dari darah kotor yang Niken keluarkan.


Faraz segera membuat pagar ghaib baru dan mengusir makhluk yang menyeramkan itu.


terlebih makhluk itu memiliki lidah panjang yang menjulur sampai tanah dengan tubuh penuh botok dan kuku hitam panjang.

__ADS_1


dan dari tubuh makhluk itu tercium aroma yang begitu busuk dan menyengat.


__ADS_2