Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
penjaga keluarga ini


__ADS_3

Adit masih terbangun meski semua orang sudah tidur, dia pun keluar dari rumah dan melihat Ki item dan Azam melempar sesuatu.


Adit kecil mendekat tanpa rasa takut, dan langsung menyentuh Buto itu dengan tangannya.


"aku menyukai kekuatan mu, tapi bukan keburukan mu, lebih baik kamu melebur jadi tanah atau udara," kata bocah itu.


tiba-tiba Buto itu menjadi butiran pasir di tangan Adit, Ki item dan Azam mundur seketika.


"dia di pahit lidah?" kata Ki item.


Adit hanya tersenyum, "selama kalian menjaga keluarga ini, aku tak akan menyakiti kalian,"


Kon datang dan langsung duduk di bahu Adit, dan keduanya pun memilih tidur di ruang tamu.


sedang di Singapura, Arkan sudah mulai berhadapan dengan semua musuhnya.


dia pun bersiap-siap dan langsung memukul semua orang, bahkan pria itu terlihat begitu mengerikan saat ini.


tuan Alan tak mengira jika itu adalah menantunya yang biasanya begitu lembut di depan Tasya dan anak-anak.


dia seperti melepaskan hewan buas dari rantainya, bahkan dua puluh orang itu tumbang dengan mudah.


"kalian semua hati ini berada di tangan ku, jika ada yang berani mengusik keluarga ku, kalian semua mati, seperti ini," kata Arkan mematahkan tubuh seseorang itu dengan mudah.


itu pun sebagai ancaman dan juga peringatan terakhir untuk semuanya.


setelah itu, mereka pulang dan langsung lanjut bekerja dan meresmikan perusahaan baru milik Adit yang akan di berikan oleh tuan Alan pada cucunya itu.


itu adalah perusahaan yang menyediakan bodyguard berani mati, dan itu cocok untuk sdit sesuai dengan perkataan dari arkan.


sedang Linga akan menjadi penerus perusahaan miliknya bersama Lily, bagaimana pun keduanya adalah cucu kandung dari tuan Alan.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


hari ini adalah acara sedekah desa, Faraz membantu warga kampung sedang di rumah juga sibuk mempersiapkan acara untuk Linga.


Lily dan Adit membantu menata semua hidangan di ruang tamu, Faraz datang sebagai perwakilan dari arkan.


semua keluarga juga datang, begitupun dengan keluarga juragan Aris.


setelh pembacaan doa, akhirnya tamu satu persatu pulang, Raka dan Wulan serta kedua putrinya sedang duduk di di ruang tamu bersama Tasya dan Linga.

__ADS_1


"apa acaranya sangat ramai, ajak kedua keponakan mu, karena mereka pasti ingin lihat," kata Wulan pada Faraz.


"baik Amma, tapi tumben anand tak ikut," tanya Faraz .


"ya tiba-tiba anand tadi sakit, dan Aryan ada di rumah menjaga putranya itu," jawab Wulan.


"baiklah, ayo anak-anak kita berangkat, dan ingat jangan sampai berjauhan dengan ayah besar ya,"kata Faraz.


"baik ayah besar," jawab keduanya.


mereka pun ikut ke acara, terlihat ada tumpeng berjajar rapi, belum lagi ada gunungan yang terbuat dari sayur mayur dan juga jajanan pasar.


Lily terus di gandeng oleh Adit dan Faraz, acar pun di mulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.


setelah itu di lanjutkan dengan tahlil dan doa bersama, setelah itu merek pun makan bersama-sama.


setelah makan, warga desa mulai membawa tumpeng itu mengelilingi desa.


tak hanya itu, di beberapa tempat Faraz meletakkan sesaji, tapi pas di tempat terakhir.


Faraz seakan tak bisa bergerak maju, tubuhnya terasa berat, "ada apa mas Faraz?"


"tubuhnya saya tiba-tiba tak bisa bergerak, dan begitu berat, entah apa yang terjadi," jawab Faraz.


tiba-tiba muncul ular king kobra yang sangat besar mengelilingi Adit yang sedang berdoa.


tapi ular itu seperti melindungi bocah itu, dan setelah Adit selesai ular itu pun menghilang masuk kedalam batu.


Adit bangkit dan saah satu matanya persis dengn milik arakan dulu, Faraz sempat mundur melihat itu.


tapi Lily langsung memeluk Adit dan membuat bocah itu kembali normal. "sekarang kita menuju ke lapangan," kata pak lurah.


akhirnya di tengah lapangan, para warga berebut gunungan,dan beruntung tak ada korban jiwa.


Lily dan Adit sedang duduk menikmati bakpao di pinggir jalan, karen kebetulan begitu ramai.


jadi banyak pedagang kaki lima yang beterbaran, "apa kamu menginginkan sesuatu Lily?"


"tidak mas, bakpao nya enak," jawab gadis itu.


Adit pun membelikan dua lagi, dan itu membuat Lily suka, karena rasa dari bakpao itu begitu cocok.

__ADS_1


faraz pun mengajak kedua keponakannya untuk pulang setelah acara selesai.


saat sampai rumah keduanya langsung tidur, Faraz juga pamit pulang karena tak baik jika dia di rumah itu terlebih tak ada pria sama sekali.


Faraz juga menitipkan mereka pada para khodam itu, dan kemudian pamit pulang.


sudah pukul sebelas malam, Niken masih duduk di teras balkon kamarnya.


ada sosok hitam yang terlihat marah, "uh.... aku keduluan lagi, ini kenapa sih makhluk seperti kalian ngumpul di sini, gak guna banget sih," marah kuntilanak lemez.


"wah tapi dia bukan temen kita nih, pendatang baru ya?" tanya pocong sembur itu.


"maksudnya?" tanya genderuwo itu dengan suara yang begitu besar.


"aduh aduh suaranya bikin bergetar, kan kalau yang mas Wowo yang lama kan suaranya lembut, yang ini kasar dan keras," ledek kuntilanak lemez.


"kalain mau mati,"


"kamu goblok ya, kami emang udah mati, lah mau kamu matiin lagi juga gak bisa," kata pocong sembur itu.


genderuwo itu kaget dan menghindar saat belatung nyembur dari mulut pocong itu.


saat mobil Faraz datang kedua mahluk itu tertawa cekikikan di samping rumah Faraz.


"jika kalian menganggu tidurku, besok pagi aku tebang itu pohon," ancam Faraz


"gak takut tuh," jawab kuntilanak itu.


Faraz membaca sebuah doa dan pohon itu seketika tersambar petir dan langsung terbakar malam itu juga.


ketiga makhluk itupun ikut terbakar. bahkan genderuwo itu pun berteriak kepanasan karena tubuhnya terbakar api.


sedang di kuntilanak dan pocong itu heran, pasalnya api itu tak membakar mereka.


"sudah ku peringatkan berkali-kali jangan berani menyerupai Azam dan menganggu Niken, ini akibatnya kamu tanggung sendiri," kata Faraz.


genderuwo itu pun berubah menjadi abu, bahkan pohon yang nampak terbakar itu sebenarnya tidak.


Faraz Langsung naik ke atas setelah menutup gerbang rumahnya, pocong sembur dan Kuntilanak lemez itu pun tak mengira jika pria itu memang bukan pria yang sembarangan.


tak hanya itu, mereka berdua pun kembali menikmati malam meski Azam sudah hampir empat hari tak datang.

__ADS_1


sedang di balkon kamar itu,Niken hanya bisa menghela nafas, pasalnya dia benar-benar tak akan bisa menjadi kekasih atau bahkan istri dari Faraz.


karena pria itu sudah menemukan sosok yang akan menjadi pelindungnya dan juga tempat berkeluh kesahnya.


__ADS_2