Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
ingat lagi


__ADS_3

mereka harus seperti kembali ke keadaan beberapa bulan lalu, saat dia dan aekan keluar dari rumah.


Faraz yang memang ingin membantu Niken tak masalah jika harus angkat kaki.


tapi akan yang awalnya ingin merenovasi rumah terlebih dahulu akhirnya di urungkan karena tak mau jika Nayla terus memperlakukan istrinya seperti pengasih.


pasalnya wanita itu selalu meminta Tasya menjaga anand, bukan apa-apa, Tasya juga saat itu sedang dalam masa pemulihan.


tapi Arkan tak bisa memarahi istri saudaranya itu, karena dia tak ingin bertengkar dengan Aryan.


baru juga pindah beberapa hari, rumah aekan di datangi seorang pria tak di kenal.


pria itu terlihat sangat misterius, karena terus mondar-mandir di depan rumahnya.


kebetulan saat itu Faraz sedang menginap di rumah aekan karena permintaan Lily.


malam itu Arkan dan Faraz keluar dan melihat pria itu sedang melakukan ritual.


ternyata pria itu ingin mengambil dan mengikat semua khodam yang mereka berdua miliki.


Arkan melemparkan sebuah bola angin pada pria itu, dan berhasil menghancurkan semua sesajen itu.


"apa yang kamu inginkan, kenapa jamu berani melakukan ini?" tanya Faraz pada pria itu.


"aku melakukan ini karena aku di bayar untuk membuat kalian kehilangan kekuatan ghaib kalian," jawab pria itu


tak terduga Arkan langsung menendang pria itu hingga terlempar ke dinding pagar rumah.


"kau kira kami hanya memiliki kekuatan ghaib," kata aekan yang melihat pria itu muntah darah.


keduanya pun menghajar pria itu hingga sekarat, "sebelum kau berpikir ingin melakukan hal itu, perkuat dulu tubuhmu, kau sendiri terlalu lemah,"


keduanya pun membuang pria itu ke kebun kosong di sekitar rumah Arkan.


"sialan ternyata Nayla yang menyuruh pria itu," gumam arkan saat membaca isi pikiran pria itu.


"sudah kita lihat saja, kira-kira apa yang akan wanita itu lakukan pada kita," kata Faraz.


mereka pun memilih diam dan menyimpan semuanya sendiri, mobil yang di kendarai Faraz sampai di rumah keluarga mereka.


ternyata pengacara Arkan sudah datang dan akan segera memasukkan gugatan cerai itu dengan semua bukti, Arkan juga memberikan arahan pada pria itu agar mereka bisa menenangkan kasus ini.


tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sore itu Arkan dan Tasya serta putri mereka memutuskan untuk pulang.


saat sampai rumah ternyata tuan Alan sedang ngopi santai di teras, Lily yang melihat sang opa makan pun langsung menghampiri pria itu.


"opa makan apa?" tanya Lily penasaran.

__ADS_1


"dadar gulung dan pentol, tadi ada yang lewat,opa beli sendiri habis kalian gak pulang-pulang sih," jawab tuan Alan.


"wah Daddy sudah merakyat sekali, memang cocok rasa telur gulung dan pentol desa ini?" tanya Tasya meledek ayahnya.


"ya cocoklah sayang, ini buktinya Daddy habis dua puluh ribu, telur gulung sepuluh ribu dan pentolnya juga sama," jawab tuan Alan.


ternyata pria itu juga membelikan semua pegawai penggilingan, terlihat mereka semua masih makan sebelum pulang.


"ya sudah sayang aku mandi dulu, Daddy ingat jangan sampai gendut, nanti kelihatan tua, katanya mau cari istri muda," kata Arkan.


"itu pasti, jadi gak usah heran jika nanti dapat oke," jawab tuan Alan.


Tasya pun membuatkan teh hitam untuk daddy-nya, sedang Lily ikut makan pentol itu.


karena tuan Alan tak suka pedas hingga Lily bisa menikmati semua cemilan yang di makan kakeknya itu.


Faraz baru sampai di rumahnya, saat Niken berlari menghampirinya, "jangan menyuap diriku dengan makanan," kata Faraz melihat Niken membawa kotak.


"siapa juga yang mau menyuap anda, ini ada sedikit makanan dari bunda, kalau gak mau ya tinggal buang saja," ketus Niken kesal.


"jangan mubazir makanan, banyak orang yang gak bisa makan karena kemiskinan," kata Faraz meraih kotak makan itu.


"terima kasih," kata Faraz yang kemudian pergi.


Niken pun merasa heran pasalnya pria itu tak ada basa-basi untuk mengajaknya masuk kedalam rumah.


akhirnya dia memutuskan kendali ke rumah dan merasa lega jika Faraz baik-baik saja.


setelah itu dia pun mulai memeriksa semua tugas yang dia berikan pada mahasiswanya.


Faraz benar-benar tak memikirkan untuk mencari pendamping hidup, terlebih dua masih fokus pada semua karir yang dia jalani.


dia pun memanaskan makanan dari Niken, dan kemudian membuat kopi kesukaannya.


Faraz mengerjakan segalanya sambil makan, tapi masakan kali ini berbeda rasanya dari biasanya.


"sepertinya wanita ini memasak sendiri, karena masakan Tante Ayu tak sepeda ini," human Faraz.


Niken pun senang saat melihat Faraz makan dengan lahap, sebenarnya tadi setelah pulang dari rumah Arkan.


dia berbelanja untuk membuat kwetiau goreng kesukaan Faraz, tak hanya itu dia juga membuat somay dan pangsit sendiri


itulah kenapa saat melihat Faraz pulang dia sangat semangat, dan langsung memberikannya.


sedang di tempat lain, ustadz Yunus pun sedang fokus mengajar, dia sebenarnya ingin bertemu dengan keluarga Niken.


tapi dia memilih waktu malam saja saat dia sedang off, terlebih mungkin juragan Aris kemungkinan juga tak berada di rumah.

__ADS_1


dia nampak sedang menyusun beberapa kata untuk menyampaikan semua isi hatinya.


terlebih tak mudah mengatakan itu, tapi dia percaya jika niat baik pasti akan menemui jalannya.


Faraz berdiri di balkon lantai dua sambil bertelanjang dada, kebetulan Niken juga sedang di sana.


Faraz pun memamerkan tubuhnya menggoda wanita itu, terlebih perut kotak-kotak yang sempurna itu, sedang Niken melotot melihat tubuh yang terkena cahaya lampu rumah.


Faraz pun masuk dan memilih untuk bermain game, Niken pun memilih turun untuk mengambil air minum.


karena dia tiba-tiba sangat kehausan, terlebih baru saja melihat pemandangan yang membuat panas.


Alden bingung melihat Niken yang seperti orang kalap air, "kamu kenapa mbak?"


"haus dek," jawab Niken.


"orang gak habis ngapa-ngapain kok haus, aneh kamu mbak," jawab Alden.


"terserah, aku mau buat sesuatu, kalian mau gak?" tawar Niken yang ingat di kulkas dia punya pisang coklat tinggal goreng.


"boleh dong, buat yang banyak ya, karena makan satu pasti tak cukup," kata Aiden.


"kalau begitu goreng sendiri," kata Niken kesal.


dia pun mulai nengoreng dan ada juga yang di masukkan ke airfyer, setelah itu Niken memasukkan lima belas potong pisang coklat ke kotak, dan sisanya di berikan pada dua adiknya.


Niken pun berjalan menuju ke rumah depan, dia pun masuk karena mengeruk tak ada jawaban.


Niken baik ke atas ternyata Faraz sedang main game, dan pria itu begitu serius.


"mas Faraz aku bawa cemilan," kata Niken yang duduk di samping Faraz.


"terima kasih, kamu tau saja kalau nge-game begini suka ngemil," jawab Faraz.


"udah ketahuan, ini makan," kata Niken menyuapi Faraz.


"emmm... enak sekali, tolong ambilkan cemilan ringan di lemari dapur dong Niken, aku malas untuk mengambilnya," kata Faraz.


"iya-iya, mau minum juga tidak?" tawar Niken.


"boleh air di gin di kulkas saja," Jawab Faraz.


Niken pun membuatkan es teh dingin dan mengambil cemilan yang di maksud.


ternyata Faraz sudah mengakhiri permainannya, dan kini malah menggantinya dengan film luar negri.


"kenapa kok berhenti?"

__ADS_1


"tak pantas saja, ada tamu malah di cuekin, sini duduk temani aku menonton film ini, dari ulasan-ulasan yang ada, sepertinya bagus," kata Faraz menepuk karpet di sampingnya.


Niken pun duduk di dekat Faraz, dan ternyata pria itu hanya mengenakan singlet.


__ADS_2