
"hei... kenapa dia diam tak menangis lagi, tadi dia tak mu diam selama menuju rumah, lihat wajahnya sampai merah begitu," bingung tuan Alan.
"apa Daddy sadar, kenapa Lily menangis?" tanya Arkan pada mertuanya.
"tidak, tapi tadi dia langsung menangis saat bertemu seseorang yang bertemu dengan ku, dan Lily yang langsung lari ketakutan lari keluar restoran," kata tuan Alan.
"sepertinya wanita itu memakai susuk mayit, dan itu susuk paling kuat, karena dulu dia juga pernah seperti itu saat di super market dulu," jawab Arkan yang menggendong Lily.
"ya Tuhan, pantas saja dia bilang Tante itu menyeramkan dan langsung lari, dan aku tak percaya ada hal seperti itu," jawab tuan Alan.
"sudah Daddy, wanita seperti itu tak baik untukmu, sudahlah Daddy kalau memang ada jodoh untuk mu pasti akan bertemu tanpa bersuka payah mencarinya," kata Tasya yang menyahuti dari dalam rumah.
"bukankah kamu yang meminta Daddy untuk menikah," kata tuan Alan pada putrinya itu.
"tapi bukan dengan mencari orang di luar sana, yang gak jelas asal usulnya, padahal yang aku bayangkan itu adalah mbak Utami, coba Daddy pendekatan dulu," kata Tasya.
"seharusnya kamu bilang jika ingin menjodohkan kami, jadi Daddy tak perlu mengenal orang lain lagi," jawab tuan Alan yang duduk di sofa.
Tasya tersenyum sendiri," karena wanita itu sudah sangat dekat dengan keluarga ini Daddy, jadi tak perlu pendekatan lagi, benar tidak sayang?"
"itu benar papi," jawab Tasya.
Adit sudah sibuk membujuk Lily, bahkan bocah laki-laki itu sudah memberikan pie buatan dari Tasya pada Lily.
"Adit Lily tak suka pie itu nak," kata Arkan.
"benarkah papi, tapi dia sudah habis dua," jawab Adit polos.
pasalnya Lily benar-benar memakan pie itu dengan sangat lahap, bahkan Arkan sendiri pun sampai kaget melihatnya.
dia merasa heran, selama ini Lily memang jarang mau kue jenis itu, tapi di tangan Adit gadis kecil itu begitu penurut.
tuan Alan akhirnya mengerti semua keinginan putrinya, kenapa Utami selalu di panggil oleh Tasya, karena putrinya itu seperti mendapatkan sosok yang dia idamkan dari kecil.
__ADS_1
anand datang dengan Aryan, mereka pun langsung bergabung untuk bermain, sedang Aryan menemui akan yang sedang duduk di ruangan kosong miliknya.
"aku membawa semua yang kamu butuhkan, apa perlu sesuatu lagi?" tanya Aryan yang membawakan semua pesanan dari kakaknya itu
"tidak perlu, terima kasih sudah mau aku repotkan," kata Arkan yang mengambil kardus besar itu.
ternyata di dalamnya ada berbagai perlengkapan untuk melakukan ritual.
Aryan pernah melihat hal itu di lakukan Raka dulu, terlebih hari ini adalah pacek dari ilmu warisan mereka.
"kamu mau mengembalikan kekuatan mu, aku bisa membantumu, karena kita adalah satu," tanya Arkan pada saudaranya itu.
"tidak perlu, aku pasrah sudah yak memiliki kekuatan lagi, lebih baik daripada melukaimu, karena kamu yang lebih kuat daripada aku, terlebih istrimu juga wanita yang bisa menerima ilmu pemberian Amma, jadi kalian sudah cukup, biarkan aku hidup normal, dan aku akan menikmati hidup ku," kata Aryan.
"kamu tau, jika aku bisa membunuh siapa pun yang melukai keluarga ku, dan ingat untuk selalu jujur dan baik hati, karena itu adalah kamu, " pesan arkan.
"pasti dan terimakasih atas semua pertolongan mu dan Tasya untuk usaha dan hidupku yang kini sudah mulai membaik," kata Aryan.
Arkan pun mengangguk dan memeluk saudaranya itu, mereka benar-benar saudara yang saling mendukung.
Tasya yang mengerti pun melarang semua orang ke area belakang rumah termasuk Lily, dan dia akan menjaga keluarganya.
Kong sudah berada di desa Sugihwaras, tapi desa itu masih sangat mencekam.
seorang pria datang dengan baju serba hitam, Kong, Ki item dan Azam sudah berdiri di gapura desa untuk menghalau siapapun yang ingin masuk.
pria sepuh itu berhenti di seratus meter di depan gapura desa itu, dan langsung meminta asistennya menyiapkan keperluannya.
"Mbah Bai, kenapa kita tak masuk kedalam," tanya saudara dari pak RT.
"tidak akan bisa, karena saudara mu itu salah menantang orang, aku berani masuk maka kepalaku yang akan terpenggal, dan aku akan mencoba untuk meminta pengampunan dari pria itu," jawab Mbah Bai.
asisten dari Mbah Bai susah selesai menata semua perlengkapan untuk melakukan ritual.
__ADS_1
kemudian Mbah Bai duduk bersila dan mulai menyalakan dupa bahkan juga menyan.
kong, Ki item dan Azam marah melihat itu, karena pria itu memanggil semua dedemit yang ada di sekitar desa itu.
"dia mau mengajak kita perang dengan dedemit," kata Azam tak suka.
karena strata mereka lebih tinggi,terlebih mereka termasuk jajaran makhluk kelas atas.
kong menunjukkan sosok aslinya dengan melompat ke depan pria itu.
Mbah Bai membuka mata dan kaget melihat ada wujud kera putih berukuran raksasa dengan mata merah.
"jika kamu tak becus, jangan berani menantang kami dengan ilmu mu yang masih sedikit itu," marah siluman kera itu.
"kalau begitu lepaskan kutukan yang di derita warga ini," kata Mbah Bai.
"bisa itu mudah bagiku, tapi ada satu syaratnya, apa kamu sanggup atau tidak?" tanya kong sambil mengeram menahan amarahnya.
"baik aku mengerti, dan pasti aku akan melakukannya," kata Mbah Bai yang mengiyakan tanpa tau syarat itu.
"aku mau kepala dari ketua RT dan ketua RW desa itu sebagai bayaran, dan ingat darah keduanya juga harus di tampung di wadah untuk di serahkan padaku," kata mahluk itu.
Mbah Bai diam, dia tak tau harus melakukan apa, karena permintaan itu sangat berat, membunuh manusia itu rasanya mustahil.
"ha-ha-ha ngaku dukun sakti, kamu tentu tau kutukan ini bukan jika kamu memang berasal dari ilmu yang sama," kata Kong yang kemudian pergi.
Mbah Bai membuka matanya dan melihat kedua orang yang menjaganya sudah terkapar di tanah.
bahkan dia pun langsung muntah darah,dia tak mengira jika melakukan pembicaraan dengan penjaga gapura itu menghabiskan tenaganya.
dia melihat dua sosok makhluk yang menyeringai ke arahnya, dan dari jauh ada sosok harimau putih.
tapi harimau itu mengeram marah kemudian pergi, dia tak mengira kedatangannya bisa memancing begitu banyak makhluk halus menyerang mereka.
__ADS_1
"sepertinya, aku harus mencari pria yang menanam kutukan ini dan memintanya mencabutnya dengan perlahan, terlebih dia baru sadar jika kutukan ini milik keluarga dukun sakti yang pernah hilang, bahkan pria itu di kenal pria abadi, tapi sayang dia memilih mati demi menyelamatkan cucu dari putra angkatnya yang juga memiliki ilmu yang sama."
dia pun menghela nafas dan bangkit dari tempatnya, tapi tubuhnya langsung ambruk dan tak sadarkan diri.