
Aryan kaget karena tak lama banyak yang mulai kesurupan, Aryan melempar tasbih kayu stigi miliknya pada Arkan.
akhirnya Faraz, Arkan dan Aryan membuat formasi mengepung semua jamaah bersama para santri.
dan tak lama semuanya pun jatuh pingsan setelah muntah, Faraz menyadari ada sesuatu yang salah.
dia berlari menarik Anna sedang Arkan Langsung membuat orang itu tak sadarkan diri.
"astaghfirullah, kamu gak papa Anna?" tanya Faraz.
"gak papa mas," jawab wanita itu.
sedang tak lama para santri membantu membersihkan para warga yang sadar satu persatu.
sedang Arkan langsung membantu jamaah yang kaku parah, tak lama semua pun mulai sadar.
Arkan dan Faraz menelusuri beberapa tempat yang terlihat begitu gelap.
Ki item dan Ki Sesnag datang dalam wujud manusia, sedang kong masih tidak bisa.
"kalian di sini semua, terus di rumah," marah Arkan melihat ketiganya.
"tenang ada Ki Adhiyaksa sepertinya dia terikat dengan putra mu, terlihat dia tak bisa jauh dari bayi itu." jawab Ki Sesnag.
"sudah sekarang kita lihat apa di sini di tanam sesuatu," ajak Faraz.
mereka melihat sesuatu yang bersinar, tapi saat di dekati benda itu melayang dan ternyata itu banaspati pembawa penyakit.
Arkan melemparkan sebuah benda dan langsung membuat benda itu pecah berkeping-keping.
terdengar suara teriakan dari halaman, Faraz lari bersama Ki item, ternyata seorang Pria tiba-tiba perutnya membesar.
tak tinggal diam, Aryan langsung membuat perut pria itu mengecil dengan sendirinya.
bahkan pria itu berteriak kesakitan, tapi baru juga kempes, perlahan-lahan perut itu kembali naik kembali.
tak berapa lama, para jamaah panik melihat itu, "semuanya harap tenang dan bersabar, sekarang mati kita baca surat Yasin mohon perlindungan dan kesembuhan untuk kita semua,"
ustadz Arifin pun mulai memimpin para jama'ah, Arkan datang menarik tubuh Faraz yang masih mencoba mengobati pria itu.
"katakan dengan jujur, jika tidak kamu tak akan pernah bisa sembuh, katakan!!" bentak arkan.
mau mengatakan apa, aku tak memiliki rahasia apapun," jawab pria itu masih kesakitan.
Arkan di tarik mundur, Faraz heran melihat adiknya itu, "kamu jangan menghalangi,"
"percuma kalian mendoakan pria itu, karena dia terlena karma atas santet yang pernah dia kirimkan pada seorang pria hingga membuatnya sakit, dan sekarang pria itu sudah sembuh dan santet kirimannya kembali," kata Arkan menunjuk wajah pria itu.
sontak ucapan Arkan mengejutkan semua orang, dan pria itu nampak ketakutan.
"mau jujur atau kamu tau akhir dari santet ini bukan," kata Arkan mengancam.
"tolong bantu saya, iya saya melakukan ilmu santet untuk membuat lawan saya mati dan tokonya bangkrut, saya takut, karena dukun yang mengirimkan santet sudah meninggal dunia dan bagaimana cara saya melepaskan santet ini," kata pria itu.
__ADS_1
Faraz mencoba lagi, setelah keluar bungkusan pocong yang berupa tanah kuburan.
pria itu malah makin kesakitan, "kamu tak bisa menyembuhkannya dengan cara itu.
"terus bagaimana, kita tak mungkin meninggalkan dia seperti ini hingga mati," kata Faraz berdebat.
"kamu hanya bisa membelah dia, ambil santet yang dia kirimkan waktu itu," kata arkan.
"bagaimana bisa?" teriak Faraz frustasi.
"jangan mendadak bodoh, kami bisa mengunakan mata spesial mu, atau aku harus melakukan itu juga," saut Arkan kesal.
Faraz pun mengambil golok warisan keluarga miliknya, dia mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Arkan.
dia membekas perut pria itu secara ghaib, Aryan dan beberapa santri memegangi pria itu yang kini berontak dan berteriak-teriak kesakitan.
Faraz mengeluarkan sebuah guci berisi tanah, Arkan memintanya dan menyuruh Kong mengembalikan itu ke tempat asalnya.
perlahan perut pria itu kempis, dan kembali normal, semua orang pun mengucap syukur.
akhirnya semua jamaah sudah sehat dan beberapa sudah kembali ke rumah mereka.
sedang Anna merasa jika dia sudah memantapkan hati atas pilihannya, dan dia mengizinkan sang Abi untuk mengungkapkan keinginannya.
ustadz Arifin pun mengumpulkan ketiga pria itu di aula untuk membicarakan tentang sesuatu.
mereka pun duduk melingkar dan mulai membaca Alqur'an, di tengah ruangan ada ratusan botol air mineral.
setelah selesai mereka pun duduk santai dan berbincang, "nak Arkan bagaimana keadaan keluarga mu, ustadz dengar istrimu Bru saja melahirkan,maaf belum sempat kesana,"
"Alhamdulillah kalau begitu, sebenarnya ustadz ingin tanya pada kalian, sebenarnya ustadz ingin melamar seorang pria untuk Anna, kira-kira menurut kalian bagaimana?" tanya ustadz Arifin.
"menurut saya itu bagus ustadz, terutama jika Anna sudah au calonnya dan juga sudah setuju, karena bagaimanapun dia yang akan menjalankan kehidupan pernikahan itu," kata Faraz dengan senyum mengembang.
"Alhamdulillah kalau itu yang kalian rasakan, dan untuk nak Faraz sudah punya pendamping atau kekasih mungkin?"
"belum ustadz, saya masih berdoa untuk segera di pertemukan dengan yang Sholeha," jawab Faraz.
sedang Aryan menempuh baju kakaknya itu, Arkan pun tertawa melihat keduanya yang memang jarang akur.
"kalau begitu bagaimana jika bukan depan nak Faraz menikah dengan Anna," tawar ustadz Arifin.
"apa ustadz?" kaget Faraz.
"Alhamdulillah...." kata Aryan dan Arkan kompak.
"iya nak, ini permintaan Anna setelah melakukan sholat istikharah, dan dia mengatakan jika setuju dengan pilihan ku, yang memilih mu untuk menjadi Suaminya," jawab ustadz Arifin.
Faraz tak percaya, dia pun terbengong di buatnya, bukan apa tapi pembicaraan ini mendadak.
"baiklah ustadz saya akan bicara pada ayah dan Amma, agar segera melamar kesini," kata Arkan.
"tunggu dulu, tapi ustadz apa ini baik, setahu saya Anna menyukai pria lain, saya tidak ingin memiliki hubungan yang akan di sesali Anna di kemudian hari," kata Faraz masih belum yakin.
__ADS_1
"bagaimana menurutmu nduk," tanya ustadz Arifin.
"bismillahirrahmanirrahim,atas kemantapan hati dan berkat petunjuk dari Allah, Anna sudah memilih mas Faraz, dan untuk pria yang Anna kagumi, itu hanya sebatas kagum dan insyaallah hati Anna akan menjadi milik suami Anna kelak," jawab gadis itu tersipu di balik tirai.
"sudah puas kan, baiklah kami akan segera datang kesini bersama rombongan untuk melamar Anna, dan tolong jangan kecewakan Abang ku ini ya calon kakak ipar," jawab Aryan.
"insyaallah," jawab Anna.
ustadz Arifin tak mengira jika Allah yang berkehendak semua pasti bisa terjadi.
mereka bertiga pulang untuk menyampaikan berita baik ini pada orang tua mereka.
"ayah... Amma... dengarkan aku punya berita hebat," kata Aryan yang begitu senang.
"astaghfirullah ada apa to le," kata wuln yang keluar dari ruang tengah.
Faraz langsung memeluk wanita itu dengan erat, "doa Faraz terkabul Amma, gadis yang selalu ada dalam doaku, akhirnya mau menerima diriku untuk menjadi calon imamnya," kata Faraz senang.
"Alhamdulillah.... kapan bisa kita melamarnya?" tanya Wulan dengan senang hati.
"kalau sebaiknya secepatnya, karena ayah ingin segera melihat Faraz menikah,"sakit Raka yang juga memeluk putranya itu.
"setelah itu tinggal duda satu ini yang juga mencari pasangan," kata Arkan.
"aku belum siap, setelah semuanya," jawab Aryan.
"baiklah terserah kamu saja, yang penting jangan terlalu lama, ingat kamu juga punya putra yang masih butuh sosok seorang ibu," kata Raka.
"siap ayah,"
akhirnya Wulan segera menyiapkan Semuanya untuk lamaran dari Faraz, Husna dan Aluna juga ikut bahagia saat tau kakak mereka akan menikah dengan Anna.
karena wanita itu adalah wanita yang sangat baik dan juga guru ngaji kesayangan semua gadis di desa itu.
sedang di rumah Niken sudah membaca email yang menyatakan dia di terima mengajar di SMA, dan dia juga akan mengambil kuliah pasca sarjana.
"ayah... bunda... aku di terima mengajar di yayasan pendidikan madrasah Aliyah negeri Lima," kata Niken senang.
"Alhamdulillah, tapi bukankah itu sekolah milik keluarga Noviant, dan kepala sekolahnya ada Aryan?" kata juragan Aris.
"iya, tapi aku memperoleh semua ini jujur kok, bahkan aku juga sempat ikut beberapa tes sebelum di terima, karena ayah tau gak jika sekolah itu sangat ketat dalam Pemilihan guru yang mengajar di sana," kata Niken.
"baiklah kalau begitu, sekarang kamu harus mulai meraih impian mu nak, bunda yakin kamu pasti bisa," kata Ayu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung author ya, terima kasih...😘😘😘😘