Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
perasaan nyaman


__ADS_3

Niken sampai di kampus dan memilih makan di bawah pohon sambil menunggu dua temannya yang masih mengikuti kelas.


pasalnya dua gadis itu sangat lambat dalam belajar, bahkan sampai semester delapan mereka belum juga bisa membuat skripsi.


"ya Tuhan... akhirnya aku menemukan makanan, otakku sudah panas, bang es jeruk dua ya," kata Lena yang langsung mencomot ayam milik Niken.


"mau mati non... itu ayam super pedes loh," kata Niken.


"tenang saja, sekarang aku bisa makan pedas karena kekasihku, atau lebih tepatnya sifat Daddy ku," jawab gadis itu.


"dasar gadis gila, kamu gak rakit di bunuh sama istrinya?" tegur Ndari yang juga baru selesai bimbingan.


"ke apa takut, selama kami mainnya rapi, pasti tak akan ketahuan kan, terlebih dia bisa menghidupiku cukup lebih, bahkan aku bisa membantu orang tuaku," jawab Lena.


"anjrot, memang di kota ini ada orang sekaya itu?" tanya Niken penasaran.


"ada loh, tuh ayah mu kan juragan paling kaya," kata Lena usil.


"kamu mau aku fajar sampai mati berani menjadi selingkuhan ayahku, tapi tak masalah sih asal kamu tau bagaimana bundaku kalau marah," kata Niken asal


"memang separah apa sih bunda kalau marah, padahal selama ini dia begitu baik dan tenang loh orangnya," tanya Ndari.


"bunda kalau marah itu sadis tau, aku pernah dengar dari mbak yang dulu bekerja di rumah itu, bunda pernah potong tangan pria yang ingin melukai ku, bahkan dia tak segan loh menyiramkan air panas mendidih pada wanita yang mencoba menggoda ayah ku," jawab Niken.


mendengar perkataan dari temannya itu, Lena dan Ndari langsung terbatuk, pasalnya ayu begitu lembut.


"kamu bercanda ya," kata Lena.


"gak kok, nanti kalau bunda lagi perang sama ayah kita ke rumah deh pasti seru," kata Niken.


"wah anak gila sih fix no debat no kecrot ini," kata Ndari yang berhasil membuat Niken tertawa.


sedang dua bocah mengawasi Niken dari jauh, mereka tak bisa memeluk gadis itu meski tau jika dia itu adalah ibu mereka.


pasalnya Niken sedang dalam pengawasan seekor harimau, dan lagi ada Faraz yang paling di hindari.

__ADS_1


jika tidak begitu mereka berdua bisa mati di tangan Faraz, terlebih pria itu tak pernah pandang bulu sedikitpun.


"kapan kami bisa memeluknya?" tanya dua bocah itu.


"tunggu ayah kalian lepas dulu ya nak, dan itu tak akan lama lagi," kata wanita itu.


mereka pun pergi, Faraz yang berada di area taman pun menyadari sesuatu, dia pun merasakan ada kehadiran hawa yang cukup gelap.


tapi saat dia mencarinya hawa itu sudah pergi, dan dia pun melanjutkan kegiatannya.


di sekolah tempat Lily, bocah itu sedang menunjukkan bakat karate, dan membuat Tasya serta Arkan terkagum-kagum.


pasalnya dengan wajah imut itu, Lily bisa menghancurkan genteng yang di bawa oleh guru karate.


"wah apa ini, putri kalian begitu hebat dalam berkelahi sepertinya," kata Aryan.


"aku anggap itu pujian, dan putramu juga berbakat dalam hal musik," kata Arkan yang juga tak mengira jika keduanya seperti tertukar begitu.


anand memang cuek dan tak suka bersikap kasar atau perkelahian, tapi Lily berbeda, meski dia terlihat begitu ceria tapi dia suka melihat Faraz dan Arkan berlatih tarung.


terlebih gadis kecil itu sama sekali tidak terlihat kesakitan malah terus tersenyum.


setelah acara selesai mereka berkumpul di kelas untuk mendapatkan hasil dari ujian dan beruntung nilai Lily selalu dapat pujian.


ya kedua orang tuanya memiliki IQ yang tinggi itulah kenapa menurun pada putri mereka.


begitupun dengan Anand yang juga mendapatkan pujian dari guru tentang kepintarannya.


"baiklah, sekarang mau ke restoran kita makan bersama," ajak Arkan.


"boleh nih, sudah lama aku tak ke restoran milik saudara ku ini, bagaimana bunda" kata Aryan.


"boleh juga, kebetulan aku ingin makan cheesecake yang di jual restoran mas Arkan," jawab Nayla.


mereka pun menuju ke restoran, yang terbuat cukup ramai itu, Sasa begitu senang saat melihat Arkan.

__ADS_1


pasalnya dia harus segera mempengaruhi pria itu karena dia sudah harus mendapatkan jantung jika tidak dia bisa terluka.


dan itu hanya bisa terjadi jika Arkan kembali dengan wujud gelapnya, tapi senyumnya tiba-tiba hilang karena melihat rombongan yang datang bersama pria itu.


"selamat datang bos arkan dan keluarga," Saia Fandi.


"bisa minta tempat untuk keluarga," kata Arkan pada pria itu.


kebetulan ada di pojok, tapi kami harus membersihkan sebentar," jawab Fandi.


"tak masalah, tunjukkan pada mereka, biar aku yang memesan makanan," jawab arkan.


mereka pun pergi ke tempat yang di tunjukkan oleh Fandi, sedang Arkan memesan semua makanan kesukaan mereka bahkan kue juga.


setelah itu dia ingin ke tempat keluarganya, saat seseorang menahannya.


Arkan langsung menghempaskan tangan wanita itu, " jangan kurang ajar kamu, ingat batasan mu," marah Arkan.


"maaf bos, saya hanya terlalu senang dan hanya ingin menyapa," jawab Sasa.


"kamu sudah tau peraturan di sini,aku paking tak suka ada yang kurang ajar, terlebih berani menyentuhku," kata aekan memarahi Sasa.


"maaf bos ada apa?" tanya Lina.


"perempuan yang kau terima ini berani menyentuhku, kamu tentu tau jika aku tak suka sembarangan di sentuh, ini peringatan sekali lagi kamu melakukan itu, aku pastikan kalian berdua masuk daftar blacklist," marah Arkan.


"maafkan saya bos," jawab Lina dengan takut.


dia langsung menarik Sasa, "kamu gila ya, kenapa kamu menyentuh tuan, kamu ingin menggodanya, dia itu susah berkeluarga, dan ingat jika kamu berulah aku tak sengan membuatmu di pecat sekarang juga," kata Lina memarahi gadis itu.


"kamu cuma pelayan disini, bagaimana bisa memecat ku," kata Sasa dengan sombong.


"tapi kamu lupa jika aku adalah orang kepercayaan dari istri pemilik tempat ini, jadi aku adalah tangan kanannya, memecat mu itu mudah bagiku," jawab Lina yang berhasil membungkam gadis itu.


Sasa merasa kesal, pasalnya dia sudah kesulitan masuk dan sekarang akan di pecat begitu saja, tentu saja tak boleh, karena keinginannya harus jadi kenyataan dan itu bisa berhasil hanya dengan bantuan arkan.

__ADS_1


jadi sebisa mungkin dia akan melakukan serangan dan godaan pada pria itu bagaimana pun caranya.


__ADS_2