Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
melahirkan


__ADS_3

Faraz yang membawa mobil menuju ke rumah sakit, dia sedikit panik karena kondisi dari Tasya yang pendarahan.


mereka pun sampai dan wanita itu di bawa ke ruang operasi untuk melakukan operasi sesar demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.


Arkan pun terus berdoa, karena dia khawatir tentang kondisi dari istrinya itu.


tapi beruntung Tasya melahirkan bayi laki-laki yang sehat meski kandungan itu masih berusia dua puluh sembilan Minggu.


dan beruntung semua organ dari bayi juga sudah normal, Tasya sedang berada di ruang ICU pasca operasi.


sekarang Arkan di panggil ke ruang rawat bayi untuk mengadzani putranya itu.


Arkan tak kuasa menahan tangisnya, karena bayi yang setidaknya butuh dua bulan lagi, malah lahir prematur.


tapi beruntung karena putranya itu lahir normal, Faraz pun bersyukur mendapatkan keponakan lagi.


sedang di rumah, Wulan memperlakukan bayi itu dengan sangat baik.


bahkan mereka memakamkan bayi itu dengan layak, Aryan masih tak menduga dengan apa yang terjadi.


hingga membuat Tasya melahirkan prematur, setelah pemakaman bayi tak beruntung itu, Lily masih terus menangis karena ingin bertemu dengan mami dan papinya.


tuan Alan terus mengendong cucu perempuannya itu, "sudah sayang, besok kita ke rumah sakit ya, kita akan melihat mami dan adik mu, kan tadi papi sudah bilang jika Mami dan adik mu baik-baik saja, jadi jangan menangis ya sayang," mohon tuan Alan.


"baik opa," jawab Lily yang masih sesenggukan.


akhirnya Lily pun mau pulang, dan Wulan memutuskan untuk memesan saja untuk brokohan kelahiran cucunya itu.


karena terlalu mendadak, jadi mereka semua besok setelah brokohan baru ke rumah sakit.


sedang di sebuah rumah, Nayla di dorong hingga tersungkur, bahkan pria itu tak menunjukkan rasa bersalahnya sedikitpun, wanita itu benar-benar terpuruk sekarang.


dia berada di tangan pria kasar yang sudah menyiksanya satu bulan ini, bahkan pria itu marah hanya karena hal sepele.


ya mereka berdua di keluarkan dari sekolah karena perbuatan tak terpuji yang mereka lakukan.


Nayla juga baru tau jika pria yang membuatnya melakukan sering itu memiliki tempramental paling buruk dan tak segan main tangan.

__ADS_1


"kenapa kamu tak mati saja, kenapa harus menunjukkan wajah mu yang seperti itu, kamu benar-benar menjijikkan asal kamu tau," marah pria itu.


"jika aku mati, aku akan mengajakmu, dasar pria bajingan," kata Nayla yang mengambil potongan besi yang ada di depannya.


"kamu itu pembawa nasib buruk, bahkan setelah aku membunuh orang tuamu di depan matamu, kamu tak bisa menghormati diriku, dasar wanita men-ji-jik-kan," marah pria itu.


dan tak terduga, Nayla langsung menusuk dada pria itu dengan keras hingga tembus, dan pria itu pun meregang nyawa karena hal itu.


"sudah ku katakan, aku akan mati mengajak mu, aku melahirkan karena kamu memaksaku untuk melayani teman-teman bejat mu itu, dari pada aku hidup dengan tubuh kotor, lebih baik aku mati menyusul orang tuaku," kata Nayla mengambil pisau dan mulai menggorok lehernya sendiri.


darah pun mengalir deras dari luka dalam itu, dan sebelum mati Nayla pun kejang beberapa kali kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


dia pun akhirnya mati malam itu, wanita baik-baik ya g di jaga oleh Aryan, tapi berakhir mengerikan.


Aryan yang penasaran dengan apa yang terjadi mendatangi rumah Nayla bersama dengan Raka.


"assalamualaikum...." salam Aryan yang mengetuk pintu beberapa kali.


"maaf mas Aryan, keluarga nak Nayla sudah pergi dari rumah sekitar tiga hari lalu, bahkan mereka tak bilang mau pergi kemana," jawab salah seorang ibu.


tanpa mereka sadari ada dua arwah yang berdiri di depan Aryan dan Raka, tapi karena mereka sudah tak memiliki kemampuan lagi.


mereka pun tak menyadari akan kehadiran dua arwah itu, dan melewatinya begitu saja.


*******


keesokan harinya, mereka semua berada di rumah Tasya dan Arkan untuk melakukan acara brokohan.


Faraz pulang membawa ari-ari dari bayi milik Arkan, dan Wulan langsung membersihkan dan meminta Raka menanamnya di tanah.


mereka pun melakukan beberapa ritual, setelah itu menutup tempat ari-ari di kubur itu dengan tomblok (keranjang dari bambu).


tak lupa lampu juga di pasang dan juga di beri bunga dan pelindung lainnya.


dan selama empat puluh hari, rumah itu tak boleh kosong, dan Suni sigap berjaga di depan rumah.


demi menghindari ada makhluk yang ingin mengambil ari-ari janin itu.

__ADS_1


setelah bancaan brokohan semua menuju ke rumah sakit karena ingin melihat kehadiran anggota baru mereka.


Tasya sudah sadar tapi masih perlu penangganan khusus, sedang bayi mereka juga masih di inkubator untuk sementara.


Wulan memeluk Tasya dan bersyukur karena wanita itu baik-baik saja.


"selamat ya sayang, kamu sudah melahirkan putra kecilmu," kata Wulan dengan bahagia bercampur sedih.


"terima kasih Amma, tapi aku tak punya keterampilan untuk merawat putraku, maukah Amma membantuku," mohon Tasya.


"tentu, dengan senang hati," jawab Wulan.


Lily terlihat begitu senang melihat adiknya dari kaca, karena mereka tak bisa sembarangan masuk.


sebenarnya dari tadi Arkan dan Faraz ingin menyampaikan sesuatu, terlebih dia arwah itu terus berada di sekitar Aryan.


"Daddy... tolong bawa Lily ke kamar Tasya, karena kami harus membicarakan sesuatu," kata Arkan memohon.


"baiklah, kamu bisa melanjutkan aku akan mengajaknya ke kantin di baru masuk ke ruang rawat maminya," kata tuan Alan.


Arkan mengangguk, mereka pun menuju ke taman rumah sakit untuk bicara.


"Aryan apa semalam kami ke rumah Nayla, apa kamu bertemu dengan kedua orang tuanya?" tanya Faraz.


"tidak, semalam aku dan ayah tak menemukan siapapun di rumah itu, kata tetangga mereka sudah pergi," jawab Aryan.


Arkan menyentuh tangan saudara kembarnya itu, dan Aryan langsung meneteskan air matanya melihat ada dua sosok yang berdiri di depannya dengan kondisi berlumuran darah.


bahkan kepala mereka pecah dan ada luka robek di area dada dan jantung mereka hilang.


"ayah... ibu..." tangis Aryan yang meneteskan air mata tanpa bisa menahannya.


"maafkan kami nak, kami tak bisa membuat putri kami jadi terbaik untuk mu, kami mendapatkan ganjaran seperti ini karena melukai mu, sekarang kami hanya perlu maaf dari mu dan keluargamu," kata ayah mertuanya.


"iya Aryan maafkan, tapi kalain kenapa," tangis Aryan.


Keduanya pun berubah wujud menjadi baik dan kemudian pergi, ternyata mereka hanya ingin minta maaf pada Aryan sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2