Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
Niken datang


__ADS_3

wanita yang tadi begitu sombong kini sudah berubah menjadi seorang wanita yang tak cantik dengan kulit menghitam dam wajah penuh luka.


tapi dia ingin menahan Arkan dan Faraz, tapi setelah kejadian yang menimpanya, dia pun mundur perlahan karena takut melihat pria-pria itu.


sedang Faraz menyadari sesuatu, "sepertinya anda mengenal kami mbak, jangan mundur dong kami gak gigit kok, dia sudah jinak," kata Faraz pada wanita itu.


"kalian siapa, kenapa melakukan ini padaku, aku bahkan tak mengenalmu," marah wanita itu.


"owh iya, maaf ya, kami hanya mau ke tempat teman kami, sedang mbak sendiri," tanya Faraz dengan sopan.


"aku adalah Rani, kekasih Wahyu," kata wanita itu.


"tidak, dia hanya orang yang membuatku membayar semua kebutuhannya," saut arwah Wahyu.


"ya lu bodoh, di goblokin kok mau, sudah kita pergi, di sini menyebalkan," kata Arkan.


"tolong minggir ya mbak," Kata Faraz yang menyentuh bahu wanita itu


dia melihat kedua pria itu pergi, tapi saat dia berbalik, dia terjatuh sambil terduduk pasalnya dia melihat sosok arwah Wahyu dengan wajah dan bentuk sangat buruk.


"tidak pergi, hantu!!!" teriaknya.


gadis itu pun langsung masuk kedalam kamar kos miliknya, dan dia masih ketakutan.


nafasnya saja masih begitu memburu, entah apa yang bisa membuat arwah Wahyu menampakkan diri pada dirinya.


mereka berdua melihat tabungan dari Wahyu, ternyata ada lima puluh juta, Arkan mentransfer semua uang itu ke rekening miliknya yang tak mungkin bisa di lacak oleh kepolisian.


setelah itu dia memberikan sejumlah uang itu ke uang yang tadi di dapat dari penagihan hutang.


di dua tempat itu mereka semua bingung, pasalnya orang yang membayar hutang kaget karena uang ghaibnya tak kembali.


toh nyatanya Arkan membuat jenglot miliknya itu menukar uang ghaib yang akan di berikan dengan uang asli.


sedang di rumah seorang dukun wanita, dia tak kuasa menanam ratusan susuk yang sudah ke keluarkan oleh Faraz.


terlebih tubuh wanita itu seperti batu sekarang, susuk tak bisa masuk kedalam kulitnya.


mobil keduanya saat ini menuju ke sebuah rumah, tapi Ki Sesnag menghentikan mobil mereka.


"kalian berdua jangan nyari masalah, putar balik sekarang, ingat itu desa yang hampir merenggut nyawa kalian semua, itu desa Wahyu," kata siluman ular itu.


keduanya pun menoleh kearah arwah Wahyu yang tersenyum seram.


bahkan Ki item pun langsung menarik arwah itu dan membantingnya hingga tubuhnya bercerai berai.

__ADS_1


tapi perlahan bagian tubuh itu bangkit dan mulai menyatu kembali, "pulang dan kirim lewat pos," kata Ki Sesnag.


"owh kamu ingin menjadikan kami tumbal juga," kata Arkan yang sudah mencekik arwah Wahyu dengan tasbih di tangannya.


"argh... sakit, maafkan aku... aku hanya di suruh, demi adik dan ibuku," mohon arwah Wahyu.


"kami sudah menuruti keinginan mu, sekarang menyebranglah, dan jangan buat aku membakar mu disini," ancam Faraz.


"baik aku mengerti, maafkan aku dan terima kasih...." kata Wahyu yang kemudian pergi.


mereka pun kembali, seseorang yang mengincar mereka pun gagal lagi, "sialan, kenapa begitu sulit memancing dua pria itu masuk ke desa ini, aku butuh inti tubuh mereka secepatnya," marah pria itu.


Faraz dan Arkan langsung mengirimkan uang itu melalui jasa pengiriman barang secara ekspres.


dan membuat seolah-olah itu hanya paket biasa, dan ternyata kata Azam jika paket pun sudah diterima dengan baik.


siang itu di rumah Lily yang sedang bermain dengan sang opa, melihat penjual sayur yang tadi di suruh ke rumah.


"mami itu bude Utami datang!!" panggil gadis itu.


"iya sayang," jawab Tasya dari dalam rumah.


dia pun keluar dan langsung menghampiri penjual sayur itu, beruntung meski sudah cukup siang mbak Utami menyisihkan sayur kesukaan dari Tasya.


"kebetulan mbak tinggal satu-satu, ada telur asin juga kalau cari," tawar Tami menunjukkan semua yang di cari Tasya.


sebuah mobil masuk lewat gerbang penggilingan padi, karena di depan gerbang rumah ada mbak Utami yang parkir.


"assalamualaikum mbak Tasya, om Alan dan si kecil yang cantik Lily..." sapa Niken pada ketiganya.


"waalaikum salam, jadi mau di bantuin buat skripsinya?" tanya Tasya.


"jadi dong, aku udah bosen nih kena ceramah dari dosen killer itu, mbak mau belanja apa sih kok banyak banget," tanya Niken.


"gak ada cuma mau buat sambel cumi asin, dan sayur daun ketela pohon, lagi kepengen soalnya," jawab Tasya.


"ah iya aku lupa jika mbak sedang hamil," kata Niken.


pasalnya dia ingat jika arkan tak menyukai sambel cumi asin, dan sangat benci ikan asin.


"honey, jika ada dada ayam aku mau," kata tuan Alan yang sudah mengenakan jepitan rambut warna warni.


melihat itu tiga wanita yang melihatnya menahan tawa pasalnya Lily selalu iseng seperti itu.


"Daddy, tolong martabat mu hancur di tangan Lily," kata Tasya tak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


"sekarang aku mengerti kenapa Arkan memanjangkan rambutnya, karena cucu kesayangan opa ini suka sekali main kepang- kepangan ya," kata tuan Alan mencium pipi gadis kecil itu.


Lily hanya tertawa saja, "kebetulan ada tiga dada ayam seperempatan, mau ambil berapa mister,"


"jangan panggil mister, panggil pak atau mas juga boleh, ambil ketiganya," jawab tuan Alan.


"siap om," jawab mbak Utami.


"ih opa di panggil om-om," ledek Lily.


"ish... kamu ini, sudah ini kasih uang ke mami kamu," kata tuan Alan memberikan dua lembar uang seratus ribuan pada Lily.


saat mereka selesai belanja, mobil Faraz masuk kedalam perkarangan rumah.


dan mereka nampak begitu lemas, "sayang aku butuh charger," kata Arkan yang langsung memeluk Tasya tanpa melihat situasi.


"aku juga," kata Faraz yang langsung menciumi keponakannya itu dengan gemas.


Lily tertawa kegelian pasalnya jengot dan kumis Faraz mulai panjang.


"aduh kok lemes sih, sudah aku mau masak dulu, ayo mbak niken, aku sambil membantumu, dan kalian temani gadis itu bermain oke sayang," kata Tasya mengecup pipi suaminya.


"ya Allah sayang, baru juga setengah..." protes Arkan yang dapat gelengan pelan dari Tasya.


Lily merasa senang pasalnya dia memiliki tiga kepala yang sekarang akan di jadikan contoh hair do.


dan yang paling menyenangkan, rambut Faraz dan arkan yang panjang jadi makin membuat gadis itu kegirangan.


sedang Tasya yang di dapur juga memasak sambil membantu gadis itu menyelesaikan semua kesulitannya.


bahkan Niken pun seperti dapat pencerahan karena mendengar ide-ide yang di kemukakan Tasya.


tak terasa waktu makan siang datang, semua berkumpul di meja makan.


sebelum makan mereka berdoa dulu , baru makan bersama, Tasya ingin mengambilkan sambal cumi asin untuk Arkan.


"tunggu dulu mbak Tasya, mas Arkan tak suka makan sambal itu, dia bisa muntah nanti, lebih baik sambal bawang ini, ini sambal kesukaannya, dan ikan asin itu dia juga tak menyukainya," kata Niken.


semua orang melihat dirinya, Tasya pun hanya tersenyum mendengar itu, "ah iya, aku lupa maaf ya papi, mau sambal bawang saja ya," kata Tasya yang mengambil sambal bawang.


"tidak mami, aku suka semua jenis sambal, lagi pula dulu aku menghindarinya karena belum tau rasa dari sambal itu, tapi sekarang seleraku sudah berubah," kata arkan.


"tapi kamu dulu benci itu bukan?" tanya Niken.


"semua orang bisa berubah, jangan terjebak di masa lalu, mengerti," kata Arkan penuh penekanan.

__ADS_1


__ADS_2