Suamiku Mahluk Ghaib

Suamiku Mahluk Ghaib
selesai bahagia


__ADS_3

siang hari Faraz sudah menunggu di kampus, dia sambil menunggu di luar ruangan, pria itu nampak fokus membaca bukunya.


Kalila baru selesai kelas, tapi saat ingin menelpon suaminya itu, dia malah melihat suaminya itu di taman kampus.


"assalamualaikum ustadz, boleh saya duduk di sebelah anda, apa akan ada yang marah," tanya Kalila


"maaf nona, tapi saya sudah menikah, tapi untuk anda silahkan saya tak keberatan," kata Faraz tersenyum melihat istrinya.


"hei anak baru,kamu tak tau ya jika pak Faraz sudah menikah, jangan ganjen deh, pakaian saja yang ketutup tapi kelakuan busuk," kata seorang mahasiswi yang memang menyukai Faraz.


"ah maafkan aku pak dosen," kata Kalila sedih.


"kalian ini ya, kenapa malah menyalahkan istriku," marah Faraz yang merangkul Kalila.


"apa... dia istri pak dosen," kaget semua mahasiswi.


"ya... semuanya dengarkan aku, aku memang sudah menikah dan ini adalah istriku, jadi jangan berani menghinanya, dan untuk pesta resepsi tenang saja,aku akan mengundang kalian semua untuk datang," kata Faraz.


"wah... selamat ya pak Faraz," kata semua mahasiswa dan mahasiswi.


tapi hari itu menjadi kekalahan besar bagi para mahasiswi yang menyukai Faraz.


dia pun mengajak Kalila pulang, tapi sebelum tiba di rumah, mereka pun menyempatkan untuk berbelanja cemilan.


ya Faraz memang suka nyemil dan olahraga, itulah kenapa dia tetap memiliki tubuh bagus meski suka makan di waktu malam.


tak lupa Faraz juga meminta Adi dan Anna datang, dan kemarin lalu dia sudah membantu membalas anak buah dari Adi.


tapi sayangnya pria itu malah memilih bunuh diri setelah membunuh semua keluarganya.


pasalnya saat Faraz datang ke desa tempat keluarga dari anak buah Adi, mereka kaget melihat bendera kuning.


"mas ini ada apa ya, kok banyak orang?" tanya Faraz pada Adi.


"aku juga tak mengerti apa yang terjadi, tapi sepertinya ada kabar duka tapi siapa?" bingung Adi juga yang melihat kerumunan orang.


benar saja mobil jenazah dari rumah sakit angkatan darat datang membawa lima peti mati.


semua pun memberikan hormat saat melihat Adi di sana, "salam komandan!" kata alah seorang mantan ajudan dari Adi.


"iya, sudah sekarang saya bukan komandan lagi,ini kenapa di rumah sertu Heru begitu ramai?" tanya Adi.


"siap komandan, itu sertu Heru melakukan aksi bunuh diri setelah membunuh semua keluarganya," jawab pria itu.

__ADS_1


"boleh aku menyentuh peti matinya, seharusnya benda yang terakhir dia pakai," mohon Faraz agar bisa melihat apa yang terjadi.


"kebetulan saya tadi menemukan benda ini saat akan menutup peti mati," kata pria itu.


Faraz tanpa curiga langsung memegang benda itu, dan dia pun langsung berteriak kesakitan sambil melempar kalung buaya putih itu.


"innalilahi wa inna ilaihi Raji'un...." kata Faraz yang kesakitan


"tangan mu terbakar," kaget Adi melihat itu.


"arg ... tolong ambilkan air botol di mobil di dasbor mobil mas," mohon Faraz.


Adi pun panik langsung berlari ke mobil dan mengambil air yang di maksud.


tak lama luka itu berhenti tak terbakar lagi dan terlihat langsung kering setelah terkena air yang sudah di doakan itu.


"ah ... sialan ini luka yang sama di alami oleh arkan saat menyadarkan kamu mas," gumamnya.


tapi tiba-tiba Faraz langsung terjatuh pingsan, dia sudah berada di sebuah rumah.


ada seorang pria yang sedang duduk di sebuah sofa, dan kalung di lehernya persis dengan milik adi.


tak lama ada sesosok mahluk yang membisikkan sesuatu, pria itu langsung berdiri dan mengisi pistol di meja itu dengan peluru tajam.


bahkan dia memasang peredam suara tembakan agar tak memunculkan kecurigaan.


pertama istrinya yang sedang memasak di dapur, kemudian ketiga anaknya yang masih terlelap tidur.


setelah itu makhluk itu membisikkan sesuatu, hingga pria itu berjalan ke arah Faraz.


kemudian dia menembak kepalanya sendiri hingga pecah. sedang makhluk itu tersenyum melihat Faraz.


dan kemudia pergi dari sana, Faraz pun terseret kembali ke tubuhnya, Adi pun menghela nafas saat melihat adik sepupunya itu bisa kembali.


mereka pun mengikuti semua rangkaian acara pemakaman secara militer.


Faraz sudah tau dan benar, jika Adi di pengaruhi ratu buaya saat melakukan kejahatan itu.


"mas sedang mikirin apa? kok bengong begitu?" tanya Kalila mengejutkan suaminya itu.


"ha-ha-ha, tidak kok,sudah selesai belanja, ya sudah ayo kita pulang," kata Faraz tersenyum.


"iya mas," jawab Kalila.

__ADS_1


mobil mereka menuju ke area pondok, dan tak terduga di belakang mobil mereka ternyata mobil Adi.


mereka pun turun, Anna terlihat begitu sedih, tak lama umi Salamah datang melihat Anna.


wanita itu yang baru selesai berpelukan dengan Kalila, dia pun langsung berlari bersama dengan Adi dan langsung bersimpuh dan bersujud di kaki umi Salamah.


melihat putri dan menantunya yang seperti itu, umi Salamah pun membangunkan keduanya.


"jangan seperti ini nak, kalian hanya bisa bersujud pada Allah, umi hanya manusia biasa, lagi pula sekarang umi sudah memaafkan kalian, setelah Faraz menunjukkan jika kalian sudah sah menikah," kata umi Salamah.


"baiklah terima kasih umi..." tangis Anna dan juga Adi.


Faraz pun merangkul istrinya, Kalila tersenyum ke arah suaminya, "terima kasih mas,"


"apapun untuk keluarga kita sayang," kata Faraz.


malam itu di adakan tasyakuran mendadak, setelah acara selesai, Faraz memimpin acara kirim doa.


pukul sebelas malam Faraz masuk kedalam kamar, "assalamualaikum dek,"


"waalaikum salam mas," jawab Kalila yang sudah melepaskan jilbab dan cadarnya.


Faraz yang melihat penampilan istrinya pun kaget, dia terpaku diam melihat wanita yang begitu indah di depannya.


"mas Faraz..." panggil Kalila.


"iya dek, subhanallah..." kata Faraz tanpa sadar.


Kalila tersenyum menghampiri Faraz, pria itu seakan gemetar melihat wanita cantik di depannya.


"dek... ini kamu?"


"iya mas, ini wajah ku, dan hanya mas dan Abi yang tau selama ini?" kata Kalila


"subhanallah... maha besar Allah yang menciptakan dirimu sayang, beruntungnya mas memiliki istri seperti mu," kata Faraz.


"tidak mas, aku cacat, lihat bekas luka ini," kata Kalila.


"tidak sayang, kamu sempurna, entah bagaimana Allah menciptakan mu seperti ini," kata Faraz yang memberanikan diri untuk mencium kening Kalila


"tapi wajah ini melukai Jak Anna mas, dia sangat membenci wajah ini, karena itu aku tak pernah boleh melepaskan cadar ku, dan luka yang mas sentuh itu dari kemarahan mbak Anna, yang pernah menggoreskan garpu saat aku berusia dua tahun, itu karena eyang kami bilang jika aku lebih cantik darinya," kata Kalila.


"ya kami memang lebih cantik luar dalam dari Anna, dan beruntung Abi meminta mu menutup wajah mu, jadi hanya mas yang bisa melihatnya," kata Faraz sampai terharu.

__ADS_1


Kalila pun merasa bahagia memiliki suami seperti Faraz, pria itu mengerti agama, mengerti moral dan juga sangat baik mau membantu siapapun yang membutuhkan.


dan Kalila berjanji akan menjadi pendukung dan kekuatan suaminya selama nafasnya masih di kabsung badan.


__ADS_2