
sore itu Ki Arya sudah pamit pulang karena sudah waktunya buka praktek.
orang-orang catering sudah datang untuk acara pengajian yang akan di adakan di rumah baru milik Arkan.
Faraz datang bersama keluarga juragan Aris, Arkan pun menyambut mereka.
"selamat datang juragan Aris, ibu juragan, dan kakak Faraz yang tampan," kata Arkan.
mendengar itu Faraz langsung memukul kepala Arkan dengan kesal, dan membuat pria itu tertawa.
sedang dari dalam rumah, berlari seorang gadis kecil dengan senyum yang mengembang.
"ayah besar datang," kata Lily yang langsung memeluk Faraz.
"iya dong, kan ayah besar rindu gadis cantik ku ini," jawab Faraz yang langsung mengendong gadis kecil itu.
"kalian semua sudah datang, ayo masuk dulu yuk," kata Tasya menyapa mereka.
bahkan dia juga bersalaman dengan Niken, Ayu bahkan langsung memeluk istri Arkan itu.
karena dia tau semuanya dari Faraz tentang apa yang terjadi terakhir kali saat penemuan Niken.
pasalnya semua terjadi karena Tasya yang membantu dari luar dengan panah pasopati yang di berikan oleh Wulan.
"terima kasih ya nak," kata ayu.
"iya Bu, saya juga mengerti perasaan ibu, dan maaf sempat membenci kalian karena kisah masa lalu," jawab Tasya.
"iya, aku juga mengerti tentang perasaan itu, oh ya apa ibu mertua mu belum datang?" tanya Ayu yang ingin bertemu dengan Wulan.
"sudah ada di dalam, Monggo silahkan semuanya masuk, mas tolong di persilahkan itu loh tamunya," kata Tasya.
"Monggo pinarak, Monggo..." kata Arkan.
tak lama rombongan anak yatim-piatu datang bersama ustadz Yunus dan ustadz Arifin.
akhirnya semua warga pun juga datang dan mulai pengajian untuk rumah baru yang di tinggali oleh keluarga itu.
Ki Sesnag dan Suni duduk untuk menjaga rumah itu, sedang untuk si Kong awalnya memang kesakitan karena mendengar suara orang mengaji.
tapi perlahan dia juga terbiasa karena Tasya dan Lily juga sering mengaji dan belajar sholat bersama.
setelah acara selesai, semua tamu undangan pulang, dan tinggallah keluarga inti dan keluarga Aris.
Niken nampak akrab dengan Lily dan Anand, karena Faraz bersamanya.
__ADS_1
Ayu merasa senang melihat putrinya yang bisa tertawa seperti itu, "terima kasih sudah mengundang kami," kata Ayu yang mengenggam tangan Tasya.
"iya Bu," jawab Tasya.
tapi tiba-tiba dia merasa ada kehadiran sesuatu, begitupun dengan Arkan dan Faraz.
"maaf, bolehkah permisi Sebentar, dan Lily tetap disini ya bareng Tante Niken sebentar ya," kata Tasya.
"iya mami..." jawab gadis kecil itu.
Tasya pun segera keluar dari pagar rumah, begitupun Faraz dsn arkan, "Apa kamu merasakan sesuatu juga adik ipar?" tanya Faraz.
"iya seperti ada aura yang tak biasa, hawa panas, terutama di bagian sini," kata Tasya menoleh ke belakang.
ternyata ada asap hitam di belakangnya, sedang bagi kedua pria itu.
mereka melihat sosok seorang pria berpenampilan kacau, darah mengucur dari lengan yang putus.
"jangan bilang ki Arya yang menaruh hati ini di sini," kata Arkan menarik Tasya dan melindunginya.
tapi hantu itu hanya menoleh dan melihat ke arah kebun kosong yang ada di sekitar rumah.
"kamu di buang di sana, atau kamu datang sendiri," tanya arkan.
"kami bisa menolong mu, tapi jangan menganggu ya, tunggu saja, besok saat kami longgar kami akan membantu," jawab Faraz.
arwah itu pun bilang, dan mereka pun kembali masuk kedalam rumah, dan akhirnya semua tamu sudah pamit pulang.
Niken terus tersenyum senang, "kenapa kamu terlihat begitu bahagia sekali Niken? apa ada sesuatu?" tanya Aris melihat putrinya dari kursi depan.
"iya ayah, aku rasa senang bisa bermain dengan Lily, dan mas Faraz boleh dong lain kali ajak dia main, karena aku tadi rasanya belum puas mainnya," jawab Niken.
"baiklah, biasanya kalau akhir pekan dia akan di titipkan karena Arkan dan Tasya akan pergi berdua, dan itu kita bisa pergi bertiga bersama gadis kecil itu, dan Lily itu sangat suka taman," jawab Faraz.
"wah nak Faraz begitu suka anak-anak ya, pantes Lily yang begitu aktif selalu menempel pada ayah besarnya," puji ayu.
Faraz pun hanya tertawa, mereka pun sampai di rumah juragan arus, setelah memakirkan mobil di garasi.
Faraz pun pamit pulang, tapi saat dia menyebrang, Niken masih meligat pria itu.
entahlah Niken merasa jika Faraz selalu baik dan melindunginya. dan ada yang tak suka melihat hal itu.
"dasar wanita rendahan, bagaimana bisa kamu menghianati adikku yang sudah begitu mencintai dan menggilai mu, bahkan sampai rela di tahan oleh para manusia busuk itu," kata mahluk itu.
Faraz pun masuk kedalam rumah dan menaruh makanan yang di bawakan oleh Tasya ke dalam lemari es.
__ADS_1
terlihat putih sedang tidur di pojok ruangan, penjaga Faraz memang berwujud sebuah burung.
dia memutuskan untuk mandi baru tidur, karena besok dia harus mengajar dari pagi.
sedang Niken yang juga sedang mandi merasakan ada sesuatu yang menyentuhnya.
dia pun berbalik tapi tak melihat siapapun, dia bergegas untuk keluar dari kamar mandi karena takut.
makhluk itu pun membuat Niken pingsan, kemudian mengangkat tubuh wanita itu dan menaruhnya di ranjang.
tiba-tiba burung di kamar Faraz berbunyi dengan keras, Faraz terbangun dari tidurnya.
"sialan... " gumamnya.
Faraz melepaskan burung itu yang berubah menjadi burung elang besar.
burung itu masuk kedalam kamar Niken, terlihat sosok genderuwo yang ingin mengauli Niken.
burung itu pun menariknya keluar, melihat sosok itu Faraz mengambil keris miliknya.
Faraz akan turun tapi burung itu sudah menghajar makhluk itu dengan sangat brutal.
akhirnya mahluk itu pun terluka, burung itu pun kembali dan bertengger di tangan Faraz.
makhluk itu melompat dan ingin menyerang Faraz karena tak terima.
tapi Faraz juga bukan pria biasa, dia pun menusukkan keris miliknya pada mata makhluk itu.
genderuwo itu pun pergi dengan kesakitan, pasalnya sudah di pastikan jika matanya buta sebelah.
Faraz menelpon Aris dan mengatakan Semuanya, ayu bergegas masuk kedalam kamar putrinya.
dia juga langsung menutupi tubuh telanjang Niken, dia merasa kasihan melihat putrinya itu.
Ayu bisa melihat sosok Faraz yang sedang berdiri di balkon di rumah depan.
bahkan ayu bisa melihat ada seekor burung api yang berada di samping pemuda itu
dia tak mengira jika dengan adanya Faraz, putrinya bisa tertolong, Faraz juga meminta Aris untuk mengadakan rukyah untuk Niken di rumah.
tak hanya itu dia juga meminta Aris bilang ke ustadz Arifin agar memberikan pagar ghaib dan membersihkan rumah itu.
agar Niken tak di ganggu oleh keluarga genderuwo dari suaminya, karena mereka selalu dendam pada wanita itu.
terlebih Niken yang kini berusaha move on dan menjalani hidup baru, tapi tidak dengan mereka yang malah kehilangan semua yang di miliki.
__ADS_1